
“Mbak kasihan dengan Nayla, Rin. Pasti dia merasa tertekan dengan nasibnya yang dimadu dan tinggal dengan madunya dalam satu rumah.”
“Benar Mbak, hati siapa yang nggak akan sakit kalau melihat suaminya menikah lagi kemudian tinggal satu rumah dengan dirinya. Tapi kenapa Nayla sendiri merasa nyaman dengan semua ini?” tanya tante Rina heran.
“Itulah mbak yang nggak tau. Makanya nggak ada yang bisa mbak lakukan karena Nayla sendiri menerima semua ini.”
“Kalau saran aku ya Mbak, suru aja Nayla minta pisah rumah dengan madunya itu. Karena bagaimana pun Nayla pasti merasa cemburu kalau melihat suaminya duduk mesra dengan madunya.”
“Benar juga apa kata kamu, Rin.”
“Karena hanya itu yang bisa Mbak lakukan untuk menghindari Nayla tertekan dan sedih. Apalagi Nayla saat ini sedang hamil dan jangan sampai Nayla merasa tertekan atau sedih karena akan berpengaruh pada janin yang ada di dalam kandungannya nanti.”
Bu Neneng yang mendengarkan saran tante Rina langsung mengangguk-anggukkan kepalanya menandakan setuju dan hendak memberi saran pada Nayla untuk minta pisah rumah dari madunya.
***
Bangun dari tidur tiba-tiba kepala Vera terasa pusing dan mual sehingga dia hanya rebahan saja di tempat tidurnya. Tidak lama kemudian dia merasakan mual dan langsung pergi ke kamar mandi. Nayla yang sedang membuat sarapan di dapur melihat Vera berjalan tergesa-gesa ke kamar mandi merasa heran.
Saat keluar dari kamar mandi dilihatnya wajah Vera sangat pucat. Nayla yang melihat hal ini langsung bertanya pada Vera.
“Vera, kamu kenapa. Kenapa wajah kamu pucat kali.”
“Nggak tau Nay. Aku tiba-tiba merasa mual dan pusing.”
“Ya udah, kamu tidur aja sana entar biar aku ambilkan air hangat ya.”
Sudah hampir sebulan sejak kejadian Vera tidur dengan Rendy, Vera merasa bersalah sehingga dia sekarang bersikap baik pada Nayla. Vera juga sudah tidak pernah mempermasalahkan pada Reza yang tidak pernah menyentuhnya. Hubungan Vera belakangan ini tampak baik dengan Nayla karena Vera sudah merencanakan kalau urusan perceraian Rendy dengan istrinya selesai, maka Vera akan meminta cerai pada Reza dan menikah dengan Rendy. Untuk itu Vera sekarang bersikap baik pada Nayla. Nayla yang merasa Vera sudah berubah dan bersikap baik padanya tentu disambut baik juga oleh Nayla.
Begitu Vera masuk ke kamarnya, Nayla langsung mengantarkan air hangat untuk Vera. Reza yang baru keluar dari kamar dan melihat Nayla masuk ke kamar Vera dengan membawa segelas air langsung bertanya-tanya dalam hati kemudian Reza yang penasaran langsung ikut masuk ke kamar Vera.
“Kenapa kamu Vera?” tanya Reza.
“Kepala Vera pusing dan juga mual Mas,” jelas Vera yang duduk di sisi tempat tidur.
“Kenapa, apa kamu masuk angin Vera?” tanya Reza.
“Mungkin Reza,” jawab Vera.
Nayla kemudian keluar dari kamar dan memberikan kesempatan pada Reza untuk berbicara dengan Vera yang juga istrinya. Begitu Nayla keluar dari kamar, Reza langsung duduk dan memegang kening Vera untuk memastikan apakah Vera demam atau tidak. Ternyata Vera tidak demam hanya wajahnya tampak pucat.
__ADS_1
“Tapi tadi malam aku lihat kamu biasa saja.”
“Nggak tau Reza, mungkin aku masuk angin biasa.”
“Kamu udah pakai minyak kayu putih?”
Vera menggelengkan kepalanya.
“Coba kamu pakai minyak kayu putih mana tau masuk angin kamu hilang. Oh ya, kamu sarapan dulu ya,” pinta Reza.
“Entar lagi Reza, aku mau tidur dulu.”
“Ya udah, kamu istirahat dulu ya. Aku mau sarapan dulu.”
Reza kemudian meninggalkan Vera yang hendak istirahat. Di meja makan Reza sarapan berdua dengan Nayla.
“Kenapa Vera tidak diajak sarapan sekalian Mas?” tanya Nayla ketika melihat Reza keluar dari kamar Vera sendiri.
“Katanya dia mau istirahat dulu.”
***
"Maafkan aku Nay..." ucap Vera begitu melihat Nayla masuk ke kamarnya.
Nayla langsung terkejut mendengar kata maaf dari Vera.
"Aku sebenarnya hamil Nay..."
"Hamil?" tanya Nayla terkejut.
Vera langsung menganggukkan kepalanya sedangkan Nayla merasa bingung mendengarnya.
Sambil tersenyum Vera langaung berkata. "Kamu jangan khawatir, aku bukan hamil anak Reza."
Nayla semakin bingung mendengarkan penjelasan Vera barusan.
"Lalu anak siapa Ver?"
"Maafkan aku Nay, aku sedang mengandung anak Rendy yang merupakan kekasih aku."
__ADS_1
"Jadi di belakang mas Reza, kamu menjalin kasih dengan..."
"Aku mengaku bersalah Nay, aku juga menyesal telah melakukan dosa dengan Rendy."
"Lalu apa rencana kamu selanjutnya Ver?"
"Kami akan segera menikah. Sekarang Rendy sedang mengurus surat perceraiannya. Setelah itu kami akan segera menikah. Aku juga minta maaf pada kamu Nay karena telah merusak rumah tangga kamu dengan Reza. Aku menyesal Nay...."
Mendengar ucapan Vera yang menyesali akan perbuatannya Nayla langsung memeluk Vera.
"Aku juga minta maaf Ver karena telah membuat kalian semakin jauh."
"Inilah yang namanya jodoh Nay. Mungkin dengan cara ini aku menemukan jodoh aku dan begitu juga kamu."
***
Setelah Nayla tau kalau Vera telah mengandung anak Rendy, maka saran Nayla agar Vera segera menceritakan pada Reza. Sehingga begitu Reza pulang dari kantor, Vera memberiranikan diri untuk menceritakan pada Reza dan dia juga meminta maaf karena telah mengkhianatinya. Vera juga meminta solusi dalam menghadapi masalah ini.
Awalnya Reza sempat marah tapi setelah dipikir-pikir bahwa semua ini sepenuhnya bukan kesalahan Vera. Akhinya Reza juga mengakui kalau dia juga telah salah karena tidak bersikap adil pada kedua istrinya.
Akhirnya saat itu juga Reza menceraikan Vera supaya nantinya dia bisa menikah dengan Rendy kalau urusan perceraian Rendy sudah selesai.
***
Tujuh bulan berlalu dan sekarang Vera telah resmi menjadi istri Rendy. Kedua pasangan suami istri ini ketemu di praktek dokter kandungan. Vera yang dari jauh melihat Nayla langsung memanggilnya.
“Nayla...” panggil Vera saat akan berjalan ke area parkir.
Nayla dan Reza langsung menoleh ke arah datanganya suara. Saat keduanya menoleh ternyata Vera sedang berdiri tidak jauh dari mereka. Sambil tersenyum Vera langsng berjalan mendekati Nayla dan Reza yang akan masuk ke praktek dokter kandungan.
“Gimana kabar kamu Nay?”
Sambil tersenyum Nayla langsung memeluk Vera. “Alhamdulillah baik, kamu sendiri gimana?” tanya Nayla.
“Seperti yang kamu lihat,” jawab Vera tersenyum bahagia.
Sedangkan Rendy langsung menjabat tangan Reza. Tampak Reza dan Rendy sangat akrab begitu juga dengan Vera dan Nayla. Kedua pasangan suami istri itu tampak sangat bahagia dan hubungan mereka juga sangat baik. Walau pun dulu Vera sempat membenci Nayla tapi sekarang dia sudah berubah.
Vera dan Nayla sama-sama hamil besar yang beda satu bulan usia kandungannya. Usia kandungan Nayla sudah delapan bulan sementara Vera berusia tujuh bulan. Reza da Rendy tinggal menunggu kapan kelahiran anak mereka yang sangat dinanti-nantikan.
__ADS_1
- T A M A T -