
Sehabis magrib Nayla langsung menyiapkan hidangan makan malam buat suaminya. Tidak lama kemudian Reza keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan. Melihat kedatangan suaminya Nayla langsung menyiapkan piring buat suaminya.
“Makan sekarang Mas?” tanya Nayla.
Reza hanya menganggukkan kepalanya saja sambil memperhatikan menu makanan yang telah tersedia di meja makan. Reza langsung pingin untuk makan karena tiba-tiba seleranya memuncak melihat aneka masakan yang begitu banyak. Nayla langsung mengambilkan nasi buat suaminya.
Sejak menikah dengan Nayla, Reza seperti raja. Semua keperluannya disiapkan oleh istrinya. Bahkan untuk mengambil nasi saja, Nayla yang melakukannya. Reza hanya duduk manis di kursinya. Bahkan ketika isi piringnya hampir habis Nayla selalu menawarkan untuk menambah seperti malam ini.
Reza terlihat sangat menikmati makanan yang ada di depannya. Dia terlihat sangat lahap memakannya membuat Nayla merasa senang karena masakannya ternyata disukai oleh suaminya.
“Tambah nasinya Mas?” tanya Nayla ketika melihat isi piring Reza sudah hampir habis.
“Nggak usah, aku mau sopnya aja,” pinta Reza.
Nayla yang sedang makan langsung menghentikan makannya. Dia kemudian mengambilkan sop cincang daging buat suaminya. Walaupun Nayla lagi makan tapi begitu melihat suaminya akan menambah makannya Nayla rela menghentikan makannya demi melayani suaminya.
Setelah Nayla memberikan sop pada suaminya dia kemudian melanjutkan makannya. Keduanya menikmati makanan yang ada di meja makan sambil berdiam diri. Tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibir mereka.
Reza sebenarnya merasa heran karena makanan yang baru dimakannya beda rasanya dari biasanya. Kata bi Ijah, tadi yang masak sop adalah Nayla tapi Reza sepertinya tidak percaya.
‘Memangnya siapa yang masak, kenapa rasanya beda dengan masakan bi Ijah. Atau jangan-jangan Nayla membelinya dari rumah makan dan mengatakan kalau itu masakkannnya. Bi Ijah pasti sudah kompak dengan Nayla,’ batin Reza tidak percaya.
Reza yang ingin bertanya langsung membatalkan niatnya karena gengsi. ‘Kalau aku memuji masakan ini pasti Nayla akan besar kepala. Lebih baik aku diam aja tidak bertanya.’
Begitu selesai makan bi Ija langsung masuk ke ruang makan untuk membereskan piring dan mangkok yang kotor. Kemudian bi Ijah mendekati Reza yang masih duduk di meja makan.
“Gimana mas Reza, enak masakkannya?” tanya bi Ijah.
“Enak Bi,” jawab Reza singkat.
Mendengar pengakuan suaminya Nayla merasa senang.
“Ini bukan masakan bibi tapi masakan mbak Nayla loh Mas,” jelas bi Ijah.
Reza yang mendengar penjelasan bi Ijah langsunh terbatuk. Kemudian Nayla menyodorkan air putih hangat ke bibir suaminya.
__ADS_1
“Minum dulu Mas.”
‘Ternyata Nayla pintar juga memasak. Aku nggak nyangka Nayla yang terlihat kampungan dan udik ternyata cita rasa masakannya seperti masakan hotel.’
***
Selesai makan malam Nayla langsung beres-beres karena malam ini mereka akan tidur di rumah mertuanya.
“Mbak Nayla, biar bibi aja yang bereskan piring dan gelasnya. Mbak Nayla siap-siap aja karena katanya mau ke rumah pak Mahendra,” ucap bi Ijah.
“Nggak apa-apa Bi. Kami juga nggak buru-buru ke rumah papi jadi biar saya bantui biar lebih cepat.”
Saat Nayla membereskan meja makan tiba-tiba Reza muncul ke dapur menemui istrinya.
“Nayla, masih lama lagi. Kita kan mau ke rumah papi sekarang,” ucap Reza yang baru muncul ke dapur.
“Udah Mbak tinggalkan aja biar bibi yang bereskan semuanya. Kan udah bibi katakan tadi agar mbak Nayla beres-beres aja biar masalah dapur Bibi yang bereskan.”
Kemudian Nayla bergegas masuk ke kamarnya untuk mengambil tas pakaian yang sudah disiapkan sejak sore tadi.
“Udah Mas, udah saya siapkan semuanya.”
***
Setelah pamit pada bi Ijah keduanya langsung pergi ke rumah pak Mahendra. Begitu turun dari mobil Nayla langsung menyalam ayah mertuanya yang sejak tadi menunggu di teras depan rumahnya.
“Kenapa lama kali, papi pikir kalian nggak jadi datang,” tanya ayah mertuanya.
“Maaf Pi, tadi mas Reza minta makan dulu di rumah,” jelas Nayla.
“Apa memangnya kalau di sini tidak diberi makan?”
Ketiganya langsung berjalan masuk ke dalam rumah sambil ngobrol.
“Bukan gitu Pi. Tadi Reza selera kali melihat sop cincang daging yang dimasak. Sopnya langsung mengundang selera. Makanya Reza makan dulu baru kemari.”
__ADS_1
Bu Minar yang mendengar pembicaraan mereka langsung bertanya.
“Hanya sop cincang daging kamu langsung selera?” tanya bu Minar tidak percaya.
“Benar Mi. Mami kan tau sendiri kalau Reza sangat suka sop cincang daging makanya begitu mencium aroma sop itu Reza langsung selera,” ucap Reza.
“Syukurlah kalau kamu sudah sering makan di rumah. Karena biasanya kamu lebih sering makan di luar dari pada makan di rumah. Padahal mami sering masak sop cincang daging lembu tapi kamu jarang makannya,” ucap bu Minar.
Pak Mahendra langsung tersenyum kepada istrinya.
“Mami tau kenapa sekarang Reza sering makan di rumah?” tanya pak Mahendra.
Bu Minar langsung menggelengkan kepalanya.
“Itu semua karena sudah ada istri yang meladeninya,” ucap pak Mahendra sambil tersenyum.
‘Apa yang dikatakan papi benar. Sejak aku menikah rasanya masakan di rumah selalu enak. Aku seperti raja yang selalu dilayani oleh Nayla. Bahkan mengambil nasi ke piring aja semuanya Nayla yang melakukannya,’ batin Reza.
***
Setelah puas ngobrol kemudian pak Mahendra hendak masuk ke kamarnya.
“Ya udah kalian istirahat sana. Papi dan mami mau tidur,” ucap pak Mahendra.
Kemudian pak Mahendra dan bu Minar langsung berjalan ke kamarnya sedangkan Nayla masih duduk di tempatnya. Dia menunggu reaksi dari Reza.
Begitu Reza bangkit dari duduk dan berjalan ke kamarnya Nayla pun ikut berjalan di belakangnya. Saat sampai kamar Nayla bingung karena di kamar Reza hanya ada sebuah tempat tidur yang ukuran besar tetapi tidak ada sofa untuk tempat tidur Reza.
Saat Nayla masih berdiri di dekat pintu tiba-tiba Reza menyuruhnya untuk tidur di ranjang.
“Nayla, kamu tidur di sini aja biar aku tidur di ambal,” ucap Reza.
Belum sempat Nayla menjawab Reza langsung menggelar ambal yang ukurannya tidak terlalu besar. Dia kemudian mengambil bantal dan selimut yang ada di atas tempat tidurnya dan kemudian merebahkan dirinya diatas ambal itu.
Tidak lama kemudian Reza sudah tertidur nyenyak sedangkan Nayla masih bermain-main dengan pikirannya.
__ADS_1
Dipandangnya seluruh isi ruang kamar Reza. Kamarnya sangat rapi karena setiap hari dibersihkan. Karena tidak dapat tidur Nayla kemudian duduk di meja belajar Reza. Kemudian diraihnya novel lama yang ada di meja belajar itu. Nayla yang memang hobby menbaca langsung membaca novel itu. Baru setengah jam tiba-tiba dia merasa ngantuk dan langsung tidur. Tidak perlu waktu lama dia sudah tertidur nyenyak.