Aku Bukan Istri Bayaran

Aku Bukan Istri Bayaran
Diam


__ADS_3

Mendengar ucapan Vera, Nayla merasa sedih. Dia tidak bisa membayangkan kalau nantinya Reza menceraikannya. ‘Bagaimana dengan nasib anak aku kalau mas Reza benar-benar menceraikan aku. Aku akan menjadi single parent yang membesarkan anakku sendiri,’ batin Nayla sedih.


“Kalau itu permintaan kamu maaf aja Vera, aku nggak bisa,” jawab Reza santai.


“Kenapa nggak bisa, bukankah sudah kesepakatan kita. Sekarang aku tidak memperdulikan masalah perusahaan Reza. Bagiku yang terpenting saat ini adalah bisa memiliki kamu seutuhnya tanpa harus berbagi dengan wanita lain.”


“Tapi udah aku katakan, aku nggak bisa.”


“Kenapa kamu nggak bisa. Apa alasannya?”


Saat yang bersamaan pak Mahendra dan bu Minar tiba di rumah Reza. Karena pintu depan rumah Reza terbuka, pak Mahendra dan bu Minar langsung nyelonong masuk ke dalam dan tanpa sengaja mendengar pembicaraan Reza dan Vera. Karena penasaran pak Mahendra dan bu Minar diam-diam mendengarkannya di balik lemari penyekat antara ruang tamu dengan ruang tengah.


“Sekarang coba kamu jelaskan alasan kamu tidak mau menceraikan Nayla. Padahal dari awal kamu sudah berjanji akan menceraikan Nayla. Kalau aku tau dari awal seperti ini, aku tidak akan mau menikah dengan kamu, Reza.”


Pak Mahendra yang merasa terkejut tiba-tiba merasakan dadanya terasa sesak. Dia tidak menyangka kalau Reza telah bertindak lebih jauh tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya..


“Baiklah aku akan menjelaskan alasannya. Di awal pernikahan ku dengan Nayla sedikit pun aku tidak mencintai Nayla. Wanita yang ada di hatiku hanya kamu seorang. Tapi setelah aku hidup bersama Nayla dan melihat sikap Nayla yang begitu sabar dan selalu mengalah, lama-kelamaan aku mencintainya.”


“Jadi maksud kamu karena kamu sudah mencintai Nayla sekarang aku, kamu campakkan begitu saja Reza?” ucap Vera dengan emosi.


“Bukan seperti itu Vera. Tapi ada hal yang paling penting dari itu semua. Sampai kapan pun aku tidak akan menceraikan Nayla karena Nayla sedang mengandung anakku.”


Vera seperti disambar petir di siang bolong mendengar penjelasan Reza. Dia tidak menyangka kalau hal yang paling ditakutkan ternyata terjadi juga.


“Apa kata kamu, Reza. Nayla sedang mengandung anak kamu?”

__ADS_1


Reza pun menganggukkan kepalanya. Emosi Vera langsung memuncak sampai ke ubun-ubun. Dia merasa kecewa karena Reza tidak menepati janjinya. Reza sudah berjanji tidak akan menyentuh Nayla sampai kapan pun, tapi ternyata janji itu hanyalah isapan jempol belaka. Reza tidak menepati janjinya. Selain itu Vera juga merasa marah terutama kepada Nayla karena menganggap Nayla telah menggoda Reza sehingga Reza tidak berdaya dibuatnya.


Vera yang begitu emosi langsung bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Nayla. Begitu sampai di depan Nayla, Vera langsung menarik rambut Nayla sehingga Nayla hampir terjatuh ke lantai. Syukurnya Reza dengan cepat menangkap tubuh Nayla. Sedangkan pak Mahendra langsung menarik tubuh Vera sehingga tangannya yang sedang memegang rambut Nayla langsung terlepas.


Reza yang melihat kedatangan papi dan maminya langsung terkejut. Kemudian Reza kembali duduk di sofa bersama Nayla, sedangkan Vera juga ikut duduk berhadapan dengan Reza. Bu Minar yang melihat kejadian ini hanya diam saja dengan posisi masih tetap berdiri di ruang tamu. Dia merasa bingung dengan kejadian yang baru saja dilihat dan didengerin.


“Mami duduk di sini biar kita bicara,” panggil pak Mahendra.


Bu Minar langsung berjalan ke sofa dan duduk di samping suami.


“Reza, sekarang ceritakan pada papi permasalahan yang kalian hadapi saat ini,” pinta pak Mahendra.


Reza sempat terdiam beberapa saat dan akhirnya dia mulai buka suara setelah ditanya pak Mahendra untuk kedua kali.


“Maafkan Reza sebelumnya Pi kalau tidak mendengarkan ucapan Papi. Sebenarnya Reza sudah menikah siri dengan Vera, Pi.


“Maafkan Reza, Pi.” Reza memohon maaf pada papinya dan menyesali semuanya.


“Papi nggak perlu menyalakan anak kita. Reza melakukan hal itu karena ada alasannya. Jadi Papi harus mendengarkan alasan Reza dulu, jangan langsung marah,” ucap bu Minar.


Akhirnya pak Mandra pun diam sampai Reza menjelaskan semuanya. Kemudian Reza menceritakan niatnya menikahi Vera dan setelah mendapat perusahaan dia akan menceraikan Nayla.


“Kalau memang seperti itu niat kamu, papi tidak akan memberikan perusahaan papi pada kamu. Papi akan memberikan perusahaan papi pada anak Nayla karena dia adalah cucu pertama papi.”


“Terserah Papi aja karena bagi Reza itu tidak penting. Yang terpenting bagi Reza saat ini adalah kebahagiaan Nayla.”

__ADS_1


“Gimana kamu mau bahagia kalau memiliki dua istri. Sekarang kamu harus bisa menentukan sikap Reza. Kalau kamu mau bahagia, kamu harus bisa bersikap adil pada kedua istri kamu.”


Setelah berbicara cukup lama kemudian pak Mahendra dan bu Minar pamit pulang. Pak Mahendra yang dari rumah ingin untuk bermalam di rumah Reza akhirnya membatalkan niatnya karena dia sudah sangat kecewa dengan kelakuan Reza yang menikah diam-diam tanpa sepengetauan kedua orang tuanya.


***


Sampai di rumah pak mahendra langsung masuk ke kamarnya. Tidak ada sedikit pun dia berbicara pada istrinya. Bahkan pada saat perjalanan pulang pak Mahendra hanya diam saja. Hal ini disebabkan dia tidak habis pikir kalau Reza tegah melakukan hal itu. Selain menikah diam-diam ternyata Reza juga mempunyai niat untuk menguasai perusahaannya.


Setelah masuk kamar pak Mahendra langsung merebahkan dirinya di tempat tidur. Hal ini membuat bu Minar merasa heran dan langsung bertanya.


“Papi mau langsung tidur?” tanya bu Minar.


Pak Mahendra hanya menganggukkan kepalanya tanpa bersuara.


“Pi, walaupun Papi sedang kesal pada Reza tapi Papi jangan hanya diam seperti ini saja. Nanti takutnya Papi sakit loh karena memendam rasa kekecewaan Papi.”


“Maksud Mami apa?”


“Papi jangan hanya diam saja. Paling nggak Papi harus cerita biar kekesalan Papi hilang.”


“Mau cerita gimana. Percuma cerita sama Mami karena Mami selalu membela Vera. Sekarang Mami sudah tau kan gimana jeleknya sifat Vera.”


“Papi jangan menuduh orang sembarangan tanpa bukti yang jelas.”


“Bukti yang jelas gimana maksud Mami. Mami kan udah dengar sendiri dari Reza kalau dia merencanakan akan menceraikan Nayla kalau perusahaan sudah sepenuhnya jatuh ke tangan dia. Pasti ini semua karena rencana Vera. Vera hanya menginginkan harta Reza. Itu artinya Vera tidak benar-benar mencintai Reza. Dia hanya menginginkan perusahaan Reza. Sekarang papi tidak akan memberikan perusahaan ini pada Reza, yakinlah kalau dalam waktu dekat Vera akan meninggalkan Reza.”

__ADS_1


Bu Minar yang mendengarkan penjelasan suaminya hanya diam saja. Dia mulai bisa berpikir jernih setelah mendengarkan penjelasan suaminya. Yang diceritakan pak Mahendra ternyata banyak benarnya. Bu Minar merasa menyesal karena selama ini telah percaya pada Vera. Apalagi dari penampilan Vera terlihat kalau Vera orangnya baik dan ramah. Ternyata dibalik itu semua tersimpang segudang kebusukan. Bu Minar yang merasa menyesal akhirnya hanya diam saja. Sedikit pun dia tidak ada membela Vera ketika pak Mahendra menjelekkannya.


__ADS_2