Aku Bukan Istri Bayaran

Aku Bukan Istri Bayaran
Seatap


__ADS_3

Selesai makan Reza kembali ke ruang tamu menemui Vera. Sedangkan Nayla membereskan meja makan dan mencuci piring yang kotor. Tidak lama kemudian Vera mengajak Reza untuk keliling ruangan di dalam rumahnya.


“Kamar kamu yang mana Reza?” tanya Vera.


“Yang itu...” Reza menunjuk ke kamarnya.


“Nanti jadi kamar kita kan?”


Reza hanya menganggukan kepalanya.


“Ayo kita lihat,” ajak Reza.


Vera langsung menuju kamar yang dimaksud dan membuka pintu itu. Begitu masuk ke dalam dia langsung terkejut dan marah pada Reza.


“Reza, katanya kamu tidak tidur sekamar dengan istri kamu. Tapi kenapa perlengkapan make up istri kamu itu ada di kamar kamu,” tanya Vera marah.


“Oh, maksud kamu Nayla istri aku?”


“Iya. Bukankah itu bedak dan handbody dia dan itu juga ada baju wanita tergantung di balik pintu.”


Mendengar suara Vera yang ribut di kamar Reza, Nayla langsung masuk.


“Memangnya kenapa kalau ada baju aku. Dan itu perlengkapan make up aku.”


“Berarti kamu tidur di sini dengan Reza?” tanya Vera sedikit kesal.


“Iya. Memangnya kenapa?” tantang Nayla.


“Benar Sayang. Kami tadi malam tidur di kamar ini tapi kami tidak tidur seranjang. Kami tidur di sini karena papi dan mami datang. Aku nggak mau sampai papi curiga,” ucap Reza.


“Hai Vera, memangnya nggak boleh aku tidur dengan suami aku,” ucap Nayla galak.


Mendengar perkataan Nayla, Reza seperti terbodoh. Dia tidak menyangka Nayla yang selama ini lembut ternyata bisa bersikap kasar juga.


“Kamu itu harus sadar diri Nayla. Reza tidak pernah mencintai kamu. Pernikahan kalian kan hanya di atas selembar kertas makanya dia akan menikahi aku karena aku adalah wanita yang dicintainya,” ucap Vera.

__ADS_1


“Terserah apa kata kamu yang penting aku sudah pernah tidur dengan dia, bahkan sudah menjalani malam pertama kami,” ucap Nayla sambil tersenyum puas.


Sengaja Nayla berkata seperti itu supaya Vera merasa kesal.


“Reza, kamu memang pembohong,” ucap Vera marah.


“Pembohong apanya Sayang?” tanya Reza lembut sambil menggenggam erat tangan Vera. Tapi Vera langsung menepisnya. Dia sangat marah ketika mendengar penjelasan dari Nayla bahwa mereka telah melalui malam pertama.


“Kamu katakan kalau kamu nggak pernah tidur satu kamar, tapi kenapa kamu sudah menghabiskan malam pertama dengannya,” ucap Vera.


Reza langsung gugup dan bingung mau menjawab apa. Apalagi saat dilihatnya Vera sangat marah.


“Kamu yang jujur aja. Kamu katakan kamu nggak pernah menyentuhnya ternyata kamu sudah pernah tidur dengannya,” ucap Vera.


“Vera, bagaimana pun aku istrinya yang sah jadi wajar aja donk kalau dia menyentuh aku.”


“Tapi dia tidak mencintai kamu. Dia hanya mencintai aku.”


“Aku nggak perduli masalah cinta yang penting aku sudah pernah tidur dengan mas Reza dan itu merupakan kewajiban Reza terhadap istrinya. Jadi kalau pun nanti kalian menikah aku tetap meminta hakku sebagai istri mas Reza. Mas Reza harus bisa membagi waktu dalam seminggu. Setiap malam dia harus gantian tidur dengan kita,” pinta Nayla.


Reza yang merasa bingung akhirnya hanya bisa menganggukan kepalanya.


“Reza sendiri sudah mengatakan dia hanya akan tidur dengan aku,” ucap Vera.


“Nggak. Mas Reza harus tidur dengan aku juga,” ucap Nayla dengan nada keras mengalahkan suara Vera.


Suara Vera yang terlihat keras memancing Nayla untuk bersuara keras juga.


“Mas Reza, kalau Mas Reza mau menikah lagi aku izinkan. Tapi aku minta mas Reza harus adil,” pinta Nayla.


Reza langsung terdiam memikirkan ucapan Nayla tapi Vera langsung marah.


“Nggak boleh. Reza hanya milik aku walaupun dia sudah menikahi kamu,” ucap Vera tidak mau kalah.


“Gimana Mas, bisa Mas bersikap adil pada kami?” tanya Nayla pada Reza.

__ADS_1


“Maksud kamu bersikap adil gimana Nayla?” tanya Reza.


“Mas harus bagi waktu tiap malam untuk kami. Tiap malam Mas harus gantian tidur dengan kami.”


“Aku nggak setuju Reza. Kamu kan udah janji sama aku bahwa kamu akan menikahi aku dan nantinya menceraikan dia,” ucap Vera.


Mendengarkan ucapan Vera, Nayla merasa terkejut karena dia tidak menyangka ternyata Reza dan Vera mempunyai niat lain di balik itu semua. Sementara Nayla tidak mau untuk dicerai.


Kemudian Nayla berusaha untuk kuat dalam menghadapi Vera yang keras kepala.


“Kalau mas Reza tidak bersikap adil maka aku akan mengadukan hal ini pada papi,” ancam Nayla.


“Jangan Nayla, jangan...” ucap Reza yang kelihatan sangat takut.


Reza yang melihat sikap Nayla hari ini merasa khawatir kalau Nayla akan berbuat nekat dan mengadukan pada papinya. Tentu semuanya akan jadi berantakan. Niatnya yang semula pasti tidak akan tercapai kalau Nayla benar-benar mengadukan hal ini pada papinya. Akhirnya Reza mengalah.


“Ya udah kalau memang itu kemauan kamu, aku akan bersikap adil pada kalian berdua dan setiap malam bergantian aku tidur dengan kalian.”


“Tapi Reza, kamu kan udah janji sama aku bahwa kamu hanya tidur dengan aku, bukan dengan dia,” ucap Vera.


“Sayang, kamu juga harus mengerti kalau sampai papi tau masalah ini pasti rencana kita akan gagal total. Kita tidak akan mendapatkan harta kekayaan papi makanya kamu harus mengalah ya Sayang.” Reza berusaha untuk meyakinkan Vera.


Akhirnya Vera diam saja. “Tapi kamu harus janji ya kalau harta kekayaan papi kamu sudah jatuh ke tangan kamu, kamu harus ceraikan dia,” ucap Vera membuat Nayla bertambah terkejut.


“Iya Sayang, aku janji.”


Mendengar ucapan keduanya Nayla semakin sedih dan kecewa. Dia tidak menyangka setelah mendengar sendiri pengakuan dari Vera dan suaminyai yang ingin mendapatkan harta kekayaan mertuanya dan setelah itu Reza akan menceraikannya.


Walaupun Nayla merasa sangat kecewa tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa dilakukan hanyalah berdoa semoga suaminya membatalkan niatnya untuk menikahi Vera.


itu setelah terjadi perdebatan yang cukup panas antara Nayla Vera dan Reza akhirnya keputusan yang telah disepakati bahwa Reza akan menikahi Vera dan akan tinggal bersama dalam satu rumah bersama Nayla


Nayla awalnya merasa berat karena harus tinggal serumah dengan Vera tetapi Vera yang berkeras untuk tinggal bersama ketiganya di dalam satu rumah. Sebenarnya Vera sudah mempunyai niat lain yaitu dia berniat ketika mereka tinggal serumah maka dia akan menjadi nyonya besar dan menjadikan Nayla sebagai pembantunya sehingga Vera tidak keberatan kalau harus tinggal serumah.


Sedangkan Reza yang sudah terlanjur menyetujui permintaan Vera untuk menikahinya dan tinggal serumah dengan Nayla akhirnya dengan terpaksa dia harus menjalankan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya padahal dalam hati kecilnya Reza merasa bimbang dan ragu apakah kehidupan rumah tangganya dengan kedua istrinya akan baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2