
Ketika SMA
Feedback
Semua pelajar di sekolah itu sudah pulang ke rumah masing-masing. Tinggallah Vera dan Rendy yang masih duduk di dekat gerbang sekolah. Rendy sengaja menemani Vera yang merupakan kekasihnya.
“Udah kamu telepon tante Lisa?” tanya Rendy.
“Udah Rendy, tapi ponselnya nggak aktif. Tapi biasanya kalau kak Ira nggak bisa menjemput aku pasti ngirim pesan. Mungkin aja ban sepeda motornya bocor.” Vera berusaha untuk tetap tenang.
“Tapi kalau kak Vera nambal ban dulu pasti sudah selesai dari tadi.”
“Kan bisa aja bengkelnya sedang ramai pelanggan.” Vera berusaha meyakinkan Rendy.
“Mungkin juga ya. Dari pada nunggu yang tidak jelas, aku antar aja kamu ya?” pinta Rendy.
“Maksudnya kita sama-sama naik angkutan umum?”
“Ya Iya,” jawab Rendy semangat.
“Tapi nanti kamu kamu capek Rendy. Sampai rumah aku kembali lagi kamu kemari.”
“Nggak apa-apa Vera. Demi kamu apa yang nggak akan aku lakukan.”
“Ya udah deh terserah kamu aja.”
Akhirnya Rendy yang kasihan melihat Vera belum dijemput oleh kak Ira kemudian mengantarnya dengan naik angkutan umum.
Rendy yang rumahnya dekat dengan sekolah selalu pergi sekolah dan pulang sekolah dengan jalan kaki. Kalau pulang sekolah dia akan menunggu Vera sampai dijemput oleh kak Ira baru dia pulang ke rumahnya.
Keduanya langsung naik angkutan umum menuju rumah tante Lisa. Hampir dua puluh menit perjalanan sampailah mereka ke rumah yang cukup besar dan megah. Rumah itu berwarna coklat muda dengan berpagar besi. Dari luar kelihatan kalau rumah itu sangat mewah. Tapi sayangnya rumah yang begitu besar dan megah itu penghuninya hanya dua orang tante Lisa dan Vera. Vera sebenarnya selalu kesepian tinggal di rumah itu karena dia sering ditinggal pergi oleh tante Lisa. Sedangkan kak Ira yang merupakan pembantu di rumah itu sekaligus yang mengantar dan menjemput Vera ke sekolah setiap hari pulang ke rumahnya. Kalau pagi dia sudah datang untuk mengantar Vera pergi ke sekolah dan siang setelah menjemput Vera dari sekolah kak Ira langsung pulang ke rumahnya. Sehingga Vera selalu kesepian di rumah yang besar itu.
Bahkan terkadang tante Lisa tidak pulang ke rumah sehingga Vera sendirian tinggal di rumah itu. Dari keuangan Vera tidak pernah kekurangan bahkan selalu berlebih karena tante Lisa selalu memberinya uang. Akan tetapi dari segi kasih sayang Vera tidak mendapatkannya.
__ADS_1
Bahkan perkembangan jiwa Vera langsung berubah setelah tinggal dengan tantenya. Sebelum kakek dan neneknya Vera meninggal, Vera diasuh oleh kakek dan neneknya. Sehingga selain dia taat dalam beribadah, dia juga menjadi anak yang penurut dan pendiam. Tapi setelah diasuh oleh tantenya perkembangan jiwa Vera langsung berubah. Vera menjadi anak yang arogan dan keras kepala. Tapi Rendy selalu membimbingnya.
Begitu sampai di depan rumah tante Lisa, Vera langsung mengajak masuk Rendy ke dalam rumahnya. Ternyata tante Lisa sudah di dalam rumahnya.
“Ayo masuk Rendy,” Vera langsung menarik tangan Rendy dan membawanya masuk ke dalam ruang tamu.
Begitu mereka akan melangkahkan kakinya ke ruang tamu tiba-tiba tante Lisa keluar dari dalam kamarnya. Tante Lisa melihat Vera sedang menggenggam mesra tangan Rendy. Keduanya tidak menyangka kalau tante Lisa sudah pulang.
“Eh Tante udah pulang?” tanya Vera sambil buru-buru melepaskan pegangannya.
Vera merasa takut karena sebelumnya tante Lisa sudah mengingatkan padanya agar jangan pacaran dengan Rendy. Sedangkan Rendy yang tidak tau kalau tante Lisa tidak menyukainya langsung menyapanya dengan ramah. Vera dan Rendy masih berdiri di depan pintu.
“Siang Tante....” ucap Rendy.
“Kalian dari mana aja dan kenapa jam segini baru pulang?” tanya tante Lisa dengan nada marah.
“Maaf Tante. Karena Vera tidak dijemput makanya saya antar,” jelas Rendy.
“Kamu antar?” tanya tante Lisa.
“Kamu antar naik apa Vera?” tanya tante Lisa lagi.
“Diantar Rendy naik angkot Tante,” jawab Vera.
“Diam kamu Vera jangan ikut menjawab,” bentak tante Lisa.
Akhirnya Vera langsung menundukkan kepalanya karena takut melihat tantenya yang sedang marah.
“Memangnya apa yang bisa kamu berikan pada Vera?” tanya tante Lisa dengan nada sinis.
Rendy yang merasa heran dengan pertanyaan tante Lisa langsung bertanya. “Maksud Tante apa ya saya kurang mengerti.”
“Biar kamu tau ya, Vera sejak kecil selalu hidup dimanja dan berkecukupan. Semua kebutuhannya selalu terpenuhi karena kamu tau sendiri latar belakang ekonomi keluarga Vera. Sementara keluarga kamu itu dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu. Apakah kamu bisa nantinya membahagiakan Vera?” ucap tante Lisa.
__ADS_1
Rendy yang sedang berdiri di depan pintu langsung gemetaran mendengar ucapan tante Lisa yang sangat menyakitkan.
“Tante....” ucap Vera.
“Diam kamu Vera jangan ikut campur tante masih bicara.”
Tante Lisa melanjutkan ucapannya yang sangat menyakitkan itu.
“Jadi mulai besok atau kapan jangan pernah antar Vera dengan naik angkutan umum. Dari kecil Vera alergi dengan debu dan tidak pernah naik angkutan umum. Yang namanya angkutan umum pasti penuh dengan debu, bau dan saling berdesakan karena penumpangnya selalu banyak dan berganti. Tante nggak mau sampai Vera merasa tidak nyaman,” jelas tante Lisa.
“Apa maksud ucapan Tante?” tanya Vera sambil menangis.
Vera merasa terkejut dengan ucapan tantenya yang terlalu menghina Rendy.
“Diam kamu Vera. Lebih baik kamu masuk sana. Kan udah tante ingatkan sama kamu jangan terlalu dekat dengan dia. Kalau mau cari pacar, cari lain yang sepadan dengan kita.”
Akhirnya Vera yang merasa malu pada Rendy langsung masuk ke kamarnya sambil menangis. Rendy yang merasa terhina dengan pengucapan tante Lisa akhirnya pamit pulang.
***
Sepanjang perjalanan pulang Rendy merasa sangat sedih karena tante Lisa terlalu merendahkannya.
‘Aku berjanji Vera. Suatu saat aku akan mewujudkan harapan tante kamu dan aku akan membuat tante kamu merasa malu dengan ucapannya. Aku akan berjuang semaksimal mungkin untuk menjadi orang yang hebat dan kaya,’ batin Rendy.
***
Sampai di kamar Vera langsung menangis sepuasnya. Dia tidak menyangka ternyata tantenya begitu kejam menghina Rendy tanpa memikirkan perasaan Rendy.
Saat tiba waktunya makan malam Vera masih berada di kamarnya. Dia malas untuk makan malam. Pikirannya tidak tenang karena dia merasa malu sekaligus kasihan pada Rendy.
“Tok... tok..... Vera ayo kita makan malam.”
“Ceklek...” Tante Lisa masuk ke kamar Vera.
__ADS_1
Dilihat Vera masih rebahan di tempat tidurnya, tante Lisa langsung mendekatinya dan mengelus rambut gadis itu. Sejak kecil tante Lisa sangat sayang pada Vera apalagi ketika Vera sudah tidak ada yang mengasuhnya. Tante Lisa merasa kasihan sehingga semua perhatian dan kasih sayangnya dicurahkan pada Vera karena sudah tidak ada lagi keluarga tante Lisa. Yang ada hanyalah Vera yang merupakan keponakannya dari anak sepupunya.