
Setelah Reza pergi, Nayla langsung masuk ke kamar mandi untuk memeriksa air seninya. Jantungnya berdetak tidak menentu menunggu hasil tesnya. Sengaja Nayla memejamkan matanya menunggu sampai detak jantungnya normal kembali. Setelah dia sudah siap dengan hasil tesnya, dia langsung membuka matanya dan melihat tespek yang ada di tangannya sambil berharap besar kalau hasilnya akan positif.
“Bismillahirohmannirohim,” ucap Nayla sambil melihat garis merah yang ada di alat itu.
Saat dilihatnya ada dua garis merah, Nayla merasa sangat bahagia ternyata dia benar-benar hamil. Kemudian dengan perasaan senang Nayla segera mandi.
Begitu keluar dari kamar mandi tiba-tiba Reza masuk ke kamarnya. Terpancar rasa panik yang mendalam dalam raut wajah Reza. Reza seperti orang bingung.
“Ada apa Mas?” tanya Nayla.
“Vera tidak ada di kamarnya.”
“Nggak ada gimana maksudnya?”
“Barusan aku lihat di kamarnya, dia nggak ada.”
“Memangnya pergi ke mana dia, Mas?”
“Itulah yang aku nggak tau. Jangan-jangan tadi malam dia sudah pergi.”
“Tapi dia pergi ke mana ya?” ucap Nayla heran.
“Aku juga nggak tau.”
“Ya udah, nanti kita cari sama-sama. Aku mau pakai baju dulu ya Mas?”
Kemudian Reza keluar dari kamar menunggu Nayla memakai pakaiannya.
Tidak lama kemudian Nayla keluar dari kamar langsung mendekati Reza yang sedang duduk di ruang tengah.
“Udah Mas hubungi tantenya Vera?” tanya Nayla.
“Oh ya, aku lupa. Entar ya aku hubungi dulu mana tau dia ada di sana.”
Reza langsung menelpon tante Lisa.
[“Hallo, ada apa Reza?”] Terdengar suara tante Lisa yang baru saja bangun dari tidurnya.
[“Tante, apa Vera ada di sana?”]
[“Maksud kamu apa Reza?”]
__ADS_1
[“Vera pergi dari rumah Tante.”]
[“Maksud kamu, dia kabur dari rumah?”]
[“Benar Tante. Apakah Vera pergi ke rumah Tante?”]
[“Nggak ada. Vera nggak ada kemari. Memangnya ada masalah apa sampai dia kabur?”] tanya tante Lisa khawatir.
[“Tadi malam kami ada ribut sebentar...”]
[“Pasti karena wanita itu kan?”]
[“Masuk Tante siapa ya?”]
[“Siapa lagi kalau bukan istri pertama kamu.”]
Reza hanya terdiam tidak berani menjawab.
[“Makanya kamu harus bisa menentukan sikap Reza. Cepat ceraikan wanita itu supaya hidup kalian berdua akan bahagia. Selama masih ada wanita itu dalam kehidupan kalian, pasti kalian akan seperti ini terus. Vera nggak akan pernah bahagia selamanya. Dia mau menikah dengan kamu karena ingin mendapatkan kebahagiaan. Kalau memang kamu tidak bisa memberikan kebahagiaan pada dia, lebih baik kamu ceraikan saja dia.”]
[“Tapi Tante...”]
[“Tante nggak mau tau. kamu harus bisa menemukan Vera secepatnya.”]
“Gimana Mas, ada Vera di rumah tantenya?” tanya Nayla khawatir.
“Nggak ada Nayla.”
“Jadi kira-kira ke mana dia ya?”
“Entahlah, aku juga bingung memikirkannya,” ucap Reza dengan nada bingung.
“Begini saja Mas. Nanti kira-kira jam sembilan atau jam sepuluh pagi coba Mas lihat di salon tempatnya bekerja mana tau dia kerja,” pinta Nayla.
“Iya, nanti aku lihat. Mudah-mudahan aja dia ada di salon itu. Oh ya Nayla, gimana hasilnya? Positif kan?”
Nayla hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Reza yang merasa bahagia langsung memeluk tubuh Nayla yang mungil. Dikecupnya kening dan pipi istrinya. Hari ini Reza merasa sangat bahagia karena akan mempunyai seorang anak. Tapi di sisi lain dia juga merasa bingung karena Vera pergi dari rumah. Karena bagaimana pun Ini semua adalah tanggung jawab Reza sebagai suaminya.
***
Begitu sampai kantor Reza langsung menjumpai papinya dan mengatakan kalau istrinya sudah hamil. Tentu saja hal ini membuat pak Mahendra sangat senang. Dia langsung menghubungi istrinya dan mengajaknya untuk bermalam di rumah Reza.
__ADS_1
[“Ada apa Pi?”] tanya bu Minar saat menerima telepon dari suaminya.
[“Mami, papi ada kabar gembira nih...”]
[“Kabar gembira apa Pi?”] tanya bu Minar tidak sabar.
[“Kita akan mempunyai seorang cucu Mi.”]
[“Apa...”] terdengar suara bu Minar seperti terkejut mendengar berita itu.
‘Berarti benar apa yang pernah dikatakan bi Ijah bahwa Reza sudah mulai mencintai istrinya. Bi Ijah pernah melihat sendiri kalau Reza dan Nayla keluar dari kamar sambil tersenyum dengan rambut yang masih basah.’
Bu Minar merasa kecewa dengan Reza karena bu Minar berharap kalau suatu saat Reza akan menikah dengan Vera. Bu Minar juga sangat menyukai Vera dibandingkan Nayla.
‘Gimana Reza akan menikahi Vera kalau Nayla sudah hamil.’
[“Mami kenapa sih. Mami sepertinya tidak senang.”] tanya pak Mahendra karena mendengar dari nada suara istrinya kalau istrinya tidak bahagia mendengar berita ini.
[“Masalah senang atau tidak senang dengan berita ini kan nggak ada hubungannya dengan Papi. Jadi kenapa harus permasalahkan?”]
[“Papi hanya mau mengingatkan Mami aja, bahwa Mami jangan mengharap kalau Reza akan kembali pada Vera karena Reza sebentar lagi akan mempunyai anak.”]
Bu Minar yang merasa kalah akhirnya tidak mau berbicara banyak lagi.
[“Ada yang mau disampaikan lagi Pi, karena Mami mau mandi nih.”]
[“Ya udahlah Mami mandi aja, nggak ada kok yang mau di dibicarakan lagi.”]
Kemudian pak Mahendra penutup ponselnya. Walaupun istrinya terdengar kurang senang mendengar berita ini, tapi tidak masalah bagi pak Mahendra. Yang terpenting bagi pak Mahendra bahwa Reza akan memberikan cucu baginya yang akan meneruskan usahanya kelak kalau nantinya dia sudah tiada.
***
Ketika jam sepuluh pagi waktunya istirahat Reza pergi untuk mencari Vera di salon tempat dia bekerja. Begitu sampai di salon itu dia langsung membuka pintu kaca dan langsung masuk. Salon itu cukup luas dengan dua lantai. Tempat Vera bekerja ada di lantai dua.
“Ada yang bisa saya bantu Mas?” tanya seorang wanita muda menyapa Reza dengan ramah.
“Mbak, saya mau ketemu Vera. Veranya ada Mbak?” tanya Reza.
“Ada Mas. Mbak Vera baru aja sampai dan ada di lantai dua. Silakan aja Mas menuju ke tangga itu,” ucap wanita itu menunjuk ke tangga yang ada di sudut ruangan.
Reza langsung naik ke lantai dua dan ketika kakinya melangkah di tangga terakhir, Reza melihat tante Lisa juga berada di sana. Reza yang malas berdebat dengan tante Lisa ingin menghindar tetapi tante Lisa sudah terlanjur melihatnya. Akhirnya Reza langsung melangkahkan kakinya menemui Vera dan tante Lisa yang sedang duduk di sofa.
__ADS_1
Kebetulan di tempat itu tidak banyak pelanggan yang datang. Hanya ada dua orang pelanggan yang sedang creambath dan smoothing. Melihat kedatangan Reza, Vera dan tante Lisa pun langsung terkejut. Keduanya un melihatke arah Reza.