Aku Bukan Istri Bayaran

Aku Bukan Istri Bayaran
Sakit Hati


__ADS_3

Padahal saat itu dia membuat kesepakatan dengan Vera bahwa akan menceraikan Nayla kalau harta kekayaan papinya sudah didapat. Pada saat itu sedikit pun Reza tidak pernah memikirkan perasaan Nayla. Dia hanya memikirkan perasaan Vera. Dia juga tidak mau mengecewakan Vera tetapi saat ini tiba-tiba Reza seperti terbangun dari mimpinya. Tiba-tiba dia merasa takut akan kehilangan Nayla.


‘Kenapa Nayla bisa berbicara setenang itu. Sepertinya tidak ada beban di dalam pikirannya padahal kemarin itu saat aku mengatakan akan menikahi Vera terlihat Nayla begitu sedih dan aku juga sempat melihat Nayla menangis. Tapi hari ini saat aku mengatakan besok akan menikah dengan Vera terlihat Nayla sedikit pun tidak merasa sedih. Bahkan dia sempat tersenyum kepadaku. Mungkin saja Nayla tidak mencintai aku sehingga dia tidak merasa sedih. Bahkan dia sempat mengatakan akan menikah lagi setelah kami bercerai. Kenapa Nayla terlihat tenang. Meskipun Nayla sangat lembut dan terkesan cingeng tapi ternyata Nayla orangnya kuat dan tegar,’ batin Reza.


***


Pernikahan yang ditunggu-tunggu Vera sejak sebulan yang lalu kini tiba. Hari ini tepatnya jam empat sore Reza akan melangsungkan pernikahan dengan Vera di rumah Vera yang merupakan rumah tantenya. Tidak banyak tamu undangan hanya keluarga dekat saja yang diundang oleh Nayla dan tantenya.


Sejak sore tadi Vera sudah berdandan dan bermake up dengan memanggil perias pengantin yang cukup terkenal. Sengaja Vera menyewa penata rias yang terkenal dengan maksud setelah bermake up dia akan tampil cantik dari biasanya.


Begitu Reza sampai rumah Vera, acara ijab kabul langsung digelar yang dihadiri oleh keluarga dekat dan beberapa orang tetangga Vera. Vera yang sudah tidak mempunyai ayah maupun saudara kandung akhirnya dinikahkan oleh wali hakim.


“Gimana para saksi dan undangan, sah...” tanya Pak penghulu pada hadirin yang hadir.


“Sah... sah....” jawab semua yang hadir di tempat itu.


Setelah acara doa selesai dibacakan oleh salah seorang ustaz, kemudian Vera mencium tangan Reza yang sekarang telah menjadi suaminya. Saat kepala Vera menunduk mencium tangan Reza, Reza membayangkan kalau wanita yang ada di hadapannya adalah Nayla sehingga Reza langsung mencium kening Vera yang dianggapnya Nayla.

__ADS_1


Selesai mencium kening Vera, tiba-tiba Reza tersadar bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah Vera bukan Nayla. Reza kemudian merasa kasihan dan sedih mengingat saat menikahi Nayla. Saat Nayla mencium tangannya, Reza tidak ada membalas dengan mencium kening Nayla. Bahkan dia merasa pernikahan itu seperti terpaksa. Sekarang Reza baru merasa seperti ada penyesalan dalam hatinya jika mengingat pernikahan itu. Entah kenapa belakangan ini Reza selalu memikirkan Nayla. Bahkan saat akan melangsungkan ijab kabul yang ada dalam pikiran Reza adalah Nayla. Reza tiba-tiba merasa kasihan dengan nasib Nayla yang akan dimadu padahal sebelumnya Reza tidak pernah memikirkan Nayla. Bahkan ketika membuat kesepakatan dengan Vera, Reza tidak pernah memikirkan kalau nantinya Nayla akan sakit hati.


Dia hanya memikirkan Vera karena dia sangat mencintainya. Tetapi belakangan ini menjelang hari pernikahannya dengan Vera tiba-tiba Reza merasakan bosan dengan Vera. Apalagi menghadapi sikap Vera yang seperti anak-anak yang suka ngambek dan selalu mau menang sendiri. Sementara sikap Nayla bertolak belakang dengan Vera. Mungkin karena hal itu sehingga Reza sering membandingkannya dengan Vera dan sekarang Reza sering memikirkan Nayla. Bahkan belakangan ini dia sempat ragu untuk menikahi Vera tapi karena sudah terlanjur membuat kesepakatan dengan Vera untuk menikahinya, akhirnya Reza menikahi Vera walaupun hati kecilnya masih merasa berat.


Setelah acara ijab kabul selesai, semua tamu yang hadir dalam acara ijab kabul itu pamit pulang. Tinggallah tantenya Vera yang sedang ngobrol dengan salah seorang tetangganya di teras depan. Sedangkan Vera langsung mengajak Reza untuk masuk ke kamarnya.


“Kamu nggak bawa pakaian ganti Reza?” tanya Vera.


“Nggak, aku nggak bawa baju ganti,” jawab Reza.


“Apa kamu nggak mandi dulu?”


“Udah Reza, itu di dalam koper.” Nayla langsung menujuk cover yang ada di dekat pintu kamarnya.


“Udah sana kalau kamu mau mandi, mandi aja,” pinta Reza.


Kemudian Reza duduk di tempat tidur sambil menyandarkan kepalanya ke dinding. Tiba-tiba Vera mendekatinya dan duduk di hadapannya. Digenggamnya tangan Reza.

__ADS_1


“Reza....” ucap Vera pelan.


“Hemm...” jawab Reza cuek.


Dia asyik dengan ponsel yang ada di tangannya. Melihat Reza yang begitu cuek Vera langsung mencium bibir Reza. Reza sontak terkejut dan mengelak.


“Reza, bukankah ini malam pertama kita.”


“Iya, tapi jangan sekarang ya.” Reza berusaha menolak dengan lembut.


“Memangnya kenapa kalau sekarang Reza?” tanya Vera dengan nada kesal.


“Sebentar lagi magrib dan kita akan pulang ke rumahku,” jawab Reza lembut dan berusaha menolak.


Reza tidak habis pikir dengan kelakuan Vera yang sangat agresif. Dia seperti sudah tidak punya rasa malu sementara baru satu jam yang lalu mereka resmi menjadi suami istri.


Reza kembali ingat dengan Nayla yang masih tampak lugu ketika melakukan malam pertama dengan Nayla. Nayla sangat malu-malu walaupun mereka sudah resmi menjadi suami istri. Bahkan saat pertama kali Reza mencium Nayla, dia seperti menolak dengan lembuit. Sementara Vera tidak merasa malu. Bahkan dia yang meminta pada suaminya. Padahal biasanya untuk malam pertama yang selalu meminta duluan adalah seorang suami, bukannya istri.

__ADS_1


Mungkin karena Vera dan Reza sudah pernah melakukan hubungan intim walaupun hanya sekali sehingga Vera sudah tidak malu lagi pada Reza. Apalagi sekarang Reza sudah menjadi suami yang sah sehingga tanpa rasa malu Vera meminta haknya sebagai seorang istri. Reza yang melihat Vera terlalu agresif membuat Reza merasa semakin tidak suka pada Vera.


‘Kenapa perasaanku terhadap Vera sekarang berubah, padahal kami sudah resmi menjadi suami istri yang sah. Saat aku belum menikahi dia, rasanya menggebu-gebuk untuk bisa selalu dekat dengannya. Bahkan ingin rasanya untuk tidur dengannya. Tetapi sekarang setelah menjadi istriku perasaan itu langsung hilang. Setelah aku kenal dekat dengan Nayla, sekarang aku dapat membandingkan antara Vera dan Nayla. Nayla terlihat sangat penyabar beda dengan Nayla yang suka marah. Nayla juga tidak banyak menuntut. Sekarang aku selalu memikirkan Nayla. Aku kasihan pada Nayla yang selalu kusakiti padahal Nayla selalu bersikap baik padaku, tidak pernah marah. Tapi aku sepertinya tidak memperdulikan perasaannya. Pasti Nayla sangat terluka dengan pernikahanku ini. Tapi aku sudah janji pada Vera untuk menikahinya. Nggak mungkin aku mengingkari kesepakatan yang sudah pernah akun ucapkan,” batin Reza bingung sendiri.


__ADS_2