Aku Bukan Istri Bayaran

Aku Bukan Istri Bayaran
Bohong


__ADS_3

Vera seperti tidak percaya mendengar pengakuan Rendy yang mengatakan akan bercerai dengan istrinya karena istrinya telah mengandung anak kekasihnya.


Melihat Vera yang hanya diam saja seperti tidak percaya akhirnya Rendy mendekatinya.


“Kalau kamu tidak percaya dengan ucapanku, aku akan buktikan pada kamu. Makanya kamu dari sekarang harus bercerai dari suami kamu supaya kita bisa menikah nantinya.”


“Tapi aku belum yakin betul Rendy...”


“Belum yakin gimana Vera?” tanya Rendy heran.


“Kamu apa sudah ketemu istri kamu langsung dan mendengarnya dari istri kamu?”


“Memang sih aku belum pernah ketemu istri aku dan membicarakan masalah ini. Tapi aku mendengarnya langsung dari adik iparnya yang merupakan teman kerja aku saat di luar negeri. Kan nggak mungkin adik ipar aku berbohong.”


“Tapi seharusnya kamu ketemu istri kamu dulu dan bicarakan hal ini baik-baik.”


Mendengar permintaan Vera, Rendy merasa sedih dan kecewa. Dia rasanya tidak sanggup untuk ketemu istrinya apalagi ketika harus ketemu anaknya. Bagaimana pun perasaan cinta Rendy pada istrinya masih ada dan hal inilah yang membuat dia masih berat untuk menemuinya. Rencananya untuk mengurus perceraian ini dia memakai jasa pengacara dan semuanya pengacaranya yang akan mengurusnya. Bahkan untuk ketemu dengan istrinya Rendy tidak mau dan dia menyerahkan semuanya pada pengacaranya.


“Aku belum siap untuk ketemu istri aku, Vera.”


“Kenapa Rendy, apa kamu masih mencintainya?” tanya Vera penuh selidik.


“Hatiku masih sangat sakit mengingat perselingkuhannya.”


Vera yang merasakan kalau Rendy masih mencintai mantan istrinya akhirnya tidak bisa memaksakan kehendaknya. Yang penting bagi Vera saat ini adalah Rendy mau menikahinya meskipun Rendy masih mencintai mantan istrinya.


Vera yakin suatu saat Rendy akan melupakan mantan istrinya dan mencintai Vera sepenuh hatinya seperti ketika berpacaran dulu.


“Kamu jangan berlarut-larut dalam kesedihan Rendy. Ikhlaskan saja kalau mantan istri kamu menikah dengan kekasihnya itu. Yang harus kamu pikirkan adalah kebahagiaan kamu sendiri. Hilangkan rasa benci dan sakit hati pada istri kamu supaya kamu bisa hidup tenang dan bahagia. Aku akan menerima kamu apa adanya yang penting kamu harus berusaha untuk melupakan istri kamu dan kembali mencintai aku sepertu dulu lagi.”


Rendy yang mendengar ucapan Vera yang menyentuh hatinya langsung memeluk Vera mesra.


“Terima kasih Sayang karena kamu telah membuat aku kuat kembali.”

__ADS_1


Vera hanya tersenyum dan melepaskan pelukan Rendy dan berkata. “Kalau kamu yakin dengan hati kamu pasti Allah akan memberikan kemudahan pada kamu Rendy.”


Vera langsung mengelus pipi Rendy lembut membuat Rendy sangat bahagia karena sekarang ada orang yang benar-benar mencintainya setelah kehilangan istrinya.


“Mungkin dalam waktu dekat aku akan ke Malaysia untuk menemui anak aku, tapi tidak dengan istri aku,” ucap Rendy.


“Kamu harus selesaikan semuanya baru menikahi aku, karena aku nggak mau menikah dengan kamu kalau masalah kamu belum selesai. Terutama dengan anak kamu. Kamu harus buat kesepakatan dengan istri kamu tentang hak asuh dan bagaimana cara kamu menemui anak kamu kalau hak asuh itu jatuh ke tangan ibunya. Hal itu harus kamu selesaikan juga. Karena banyak orang yang setelah bercerai dan hak asuh jatuh ke tangan ibunya, tapi si ayah tidak diperbolehkan untuk menemuinya.”


“Aku nggak mau sampai hal itu terjadi Vera. Makanya aku harus menegaskan kalau hak asuh anak aku jatuh ke tangan ibunya maka aku berhak dan bebas untuk menemui putri aku. Sebenarnya karena dia berselingkuh maka hak asuh jatuh ke tangan aku tapi karena anakku maih dibawah umur maka hak asuh jatuh ke tangan ibunya.”


“Benar Rendy, biasanya anak yang dibawah umur hak asuh jatuh ke tangan ibunya meskipun ibunya yang melakukan kesalahan. Tapi kamu harus membuat kesepakatan kalau kamu diizinkan menemui anak kamu kalau kamu ingin ketemu dengannya kapan saja.”


***


Reza yang sudah tidak sabar menunggu kepulangan Vera langsung pergi ke teras. Dia duduk di teras sambil membaca koran. Sengaja dia duduk di teras sendiri tanpa mengajak Nayla karena Reza tidak ingin pembicaraanya nanti dengan Vera sampai didengar Nalya. Reza hendak mengajak ngobrol Vera di halaman rumahnya saja tanpa sepengetauan Nayla.


Setelah hampir lima belas menit Reza menunggu kepulangan Vera, akhirnya Vera sampai dengan diantar go-jek. Begitu Vera turun dari sepeda motor Reza langsung berjalan mendekatinya. Keduanya pun langsung berhenti di dekat gerbang.


Vera yang merasa tidak bersalah hanya berjalan saja tanpa menghiraukan Reza yang sudah menunggunya sejak tadi.


“Ada apa Reza?” tanya Vera sambil menatap ke wajah Reza.


“Kamu dari mana aja, kenapa pulangnya malam kali?”


“Kamu kan tau aku kerja di salon...”


“Jadi kalau kamu kerja di salon, pulangnya selalu malam?” tanya Reza marah.


Reza merasa kesal karena Vera telah membohonginya. Padahal Reza sudah tau kalau tadi sore Reza melihat Vera berduaan dengan kekasihnya. Tapi Reza ingin supaya Vera mengakuinya dan berterus terang padanya.


“Kamu kenapa sih selalu mengurusi urusan pribadi aku?” tanya Vera ikut marah juga.


“Karena kamu istri aku jadi bagaimana pun aku harus tau kamu pergi kemana,” ucap Reza.

__ADS_1


“Kamu sok perhatian gitu sih. Kamu kan nggak pernah mikirin perasaan aku. Kamu hanya mikirin perasaan istri kamu yang sedang hamil itu.”


Vera hendak melangkahkan kakinya lagi tapi keburu ditarik Reza tangannya. Karena pegangan Reza cukup kuat membuat Vera semakin marah.


“Apa-apaan kamu Reza, lepaskan...” Vera berusaha berontak.


Kemudian Reza melepaskan pegangannya dan memberi kesempatan Vera untuk berbicara jujur.


“Sekarang kamu katakan yang jujur karena aku nggak akan marah. Aku hanya mengharapkan kejujuran kamu. Hanya itu saja,” jelas Reza.


Vera yang merasa bersalah tapi tetap tidak mau jujur karena dia nggak mau direndahkan suaminya nantinya. Kalau Reza mengetahui akan perselingkuhannya pasti Reza akan marah, itulah yang menjadi pertimbangan Vera sehingga dia tidak mau berkata jujur.


“Aku baru pulang dari salon Reza...” jawab Vera santai.


Reza yang mendengar ucapan Vera tidak jujur semakin kesal sehingga dia pura-pura berrbohong supaya Vera berkata jujur.


“Aku tadi pergi ke salon tapi tidak ada kamu di sana. Jadi katakan saja yang sejujurnya kamu pergi kemana?” tanya Reza lagi.


“Jam berapa kamu ke salon?”


“Sebelum magrib aku pergi ke salon kebetulan pulang kantor aku lewat dari dekat tempat kamu kerja makanya aku singgah untuk menjemput kamu.”


Vera hanya diam saja karena dia bingung harus menjawab apa.


“Aku juga lihat kamu berduaan dengan seorang pria yang merupakan kekasih kamu.”


“Kamu jangan menambah cerita Reza!” ucap Vera marah.


Melihat Vera semakin marah Reza langsung menceritakan semuanya.


“Kamu nggak perlu membohongi aku lagi Vera karena aku sudah tau kelakuan kamu. Di belakang aku, kamu telah berselingkuh dengan pria yang berbelanjan buah tadi sore.”


Akhirnya untuk menghindari keributan yang lebih panjang lagi Vera buru-buru masuk ke dalam rumah. Reza yang hendak mengejarnya akhirnya membatalkan niatnya karena Vera sudah mengakui kesalahannya meskipun tidak diucapkannya.

__ADS_1


Dari kelakuan Vera yang langsung meninggalkan Reza, Reza sudah bisa menilai kalau Vera sebenanrnya malu untuk mengakuinya sehingga dia buru-buru meninggalkan Reza.


__ADS_2