
Setelah puas ngobrol kemudian Vera pamit untuk pulang.
“Rendy, aku permisi pulang duluan ya karena sebentar lagi suami aku pulang,” ucap Vera langsung bangkit dari duduknya.
Dia kemudian hendak berjalan keluar tapi tangannya langsung ditarik oleh Rendy. Vera langsung menoleh ke arah Rendy.
“Ada apalagi Rendy?” tanya Vera heran.
“Vera, biar aku antar pulang ya,” pinta Rendy.
“Nggak usah Rendy, aku bisa kok pulang sendiri.”
“Nggak, kamu harus aku antar pulang Rendy,” ucap Rendy dan langsung bangkit dari duduknya.
Kemudian Rendy memegang tangan Vera sambil berjalan menuju ke parkiran. Tepat di dekat mobilnya Rendy langsung membukakan pintu untuk Vera. Vera yang tidak bisa menolak akhirnya masuk ke dalam mobil itu.
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah Vera tidak banyak bicara. Dia banyak diam dan pandangan lurus ke depan. Rendy sekali-sekali menoleh ke arahnya sambil tersenyum sendiri. Rendy sangat mengagumi kecantikan Vera.
“Kamu masih cantik seperti dulu Vera,” ucap Rendy sambil menggenggam tangan Vera.
Vera hanya diam saja ketika Rendy menggenggam erat tangannya. Dia merasa menyesal karena pernah menolak Rendy untuk diajak menikah. Sekarang Vera baru menyadari ternyata Rendy adalah seorang pengusaha yang sukses sama seperti Reza suaminya. Kalau mengingat akan nasibnya sendiri Vera merasa sedih karena menikah dengan Reza yang telah menikah. Apalagi belakangan ini setelah menikah sikap Reza langsung berubah. Tentu membuat Vera merasa menyesal telah menikah dengan Reza. Dia tidak menyangka bahwa Reza yang begitu sayang dan romantis sekarang sudah tidak lagi.
***
Akhirnya karena Vera bersikeras minta diturunkan di simpang empat dekat rumahnya, Rendy langsung menghentikan laju mobilnya. Begitu turun dari mobil, Vera langsung berjalan menuju rumahnya yang tidak jauh dari simpang itu. Rendy hanya memandang kepergian Vera sampai hilang dari pandangan barulah dia melajukan mobilnya lagi.
__ADS_1
***
Sampai di depan gerbang rumahnya Vera merasa terkejut karena melihat mobil suaminya sudah pulang padahal biasanya suaminya pulang menjelang magrib.
‘Kenapa Reza sudah pulang jam segini. Biasanya saat dekat magrib dia baru pulang.’
Vera langsung masuk ke dalam rumahnya. Saat sampai di ruang tengah dia melihat Reza sedang menonton tv bersama Nayla. Dia merasa cemburu atas kedekatan Reza dengan Nayla. Perasaannya terbakar api cemburu. Dia tidak menyangka ternyata Reza sudah berpindah ke lain hati yaitu kepada Nayla.
‘Saat aku tinggal di rumah ini, Reza berusaha untuk mendekati Nayla. Gimana kalau aku tidak tinggal di sini. Mungkin saja mereka sudah sering tidur bersama. Awas kamu Reza, suatu saat kamu akan menerima pembalasan dari aku karena kamu telah menyakiti perasaanku,’ batin Vera kesal.
Akhirnya dengan perasaan kesal Vera berjalan menuju ke kamarnya tanpa memperdulikan suaminya dan Nayla yang sedang asyik menonton tv.
“Kamu dari mana saja Vera?” tanya Reza.
Vera langsung menoleh ke arah Reza sebentar saja dan kemudian dia memalingkan pandangan ke arah lain.
Dia kemudian melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya tapi buru-buru Reza mengejarnya dan menarik tangannya.
“Memangnya siapa teman kamu?” tanya Reza penasaran.
“Kamu nggak perlu tau urusan aku, Reza. Kamu urus aja istri kamu itu. Aku capek dan aku mau istirahat.”
“Aku suami kamu, jadi aku harus tau kamu pergi kemana.” Reza tampak marah.
“Kamu nggak berhak untuk tau urusan aku.”
__ADS_1
“Kenapa aku nggak boleh tau?”
“Karena kamu tidak pernah memikirkan perasaanku. Kamu tidak pernah hargai aku sebagai istri kamu.”
“Karena kamu itu istri aku, jadi aku harus bertanggung jawab terhadap kamu.”
“Kamu selalu bicara tanggung jawab tapi kamu sendiri tidak pernah bertanggung jawab terhadap aku. Sudah kamu laksanakankah tanggung jawab kamu sebagai suami? Tanggung jawab kamu untuk menafkahi aku baik lahir maupun batin. Kamu berjanji untuk bisa bersikap adil tapi kamu tidak dapat bersikap adil. Kamu bermesraan dengan Nayla sementara dengan aku, kamu selalu menghindar. Aku capek Reza hidup seperti ini. Kamu lebih mementingkan Nayla dari pada aku,” ucap Vera dengan nada sedih.
Kemudian Vera langsung masuk ke kamarnya. Sedangkan Reza hanya terdiam mendengarkan ucapan Vera. Dalam hati kecil Reza, dia membenarkan apa yang telah diucapkan Vera barusan.
Begitu masuk kamar, Vera langsung mengunci pintu kamarnya dan kemudian mencurahkan isi tangisnya di tempat tidurnya. Perasaannya sangat sakit dan sedih melihat kedekatan Reza dengan Nayla.
Di saat sedang sedih seperti ini dia kembali ingat akan Rendy. Dia merasa menyesal karena telah menolak Rendy. Melihat kehidupan Rendy yang serba berkecukupan dan apalagi dia telah mempunyai posisi di perusahaan yang cukup tinggi Vera merasa menyesal. Akhirnya setelah lelah menangis Vera langsung tertidur pulas.
Sedangkan Reza kembali menonton tv dengan Nayla. Sejak tadi keduanya duduk bersama tetapi tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Awalnya ketika Reza pulang dari kantor dilihat Nayla menonton tv sehingga Reza kemudian mendekatinya untuk bergabung menonton bersama Nayla.
Sudah beberapa hari ini Reza merasakan perasaan yang berbeda ketika melihat Nayla dan hari ini saat dia duduk dekat Nayla jantungnya dag dig dug. Beberapa kali dia menoleh ke arah Nayla yang duduk di sampingnya. Tapi dilihatnya Nayla sangat tenang. Ada perasaan menyesal di hati Reza karena sebelumnya telah mengucapkan kata-kata kasar pada Nayla. Dia pernah mengatakan bahwa dia tidak akan bisa jatuh cinta pada Nayla.
Belakangan ini Reza merasakan benih-benih cinta mulai tumbuh di hatinya. Setiap kali berdekatan dengan Nayla, jantungnya berdetak sangat kencang. Seperti hari ini dia merasakan perasaan yang berbeda dari biasanya. Dia tidak yakin dengan perasaannya sendiri.
‘Mengapa jantungku dag dig dug seperti ini kalau berdekatan dengan Nayla. Apakah ini yang namanya cinta. Tidak bertemu beberapa jam saja rasanya sangat rindu dan ketika sudah bertemu bibir ini rasanya keluh. Saat berdekatan detak jantungku sangat kencang padahal aku sudah berusaha untuk tidak jatuh cinta pada Nayla,’ batin Reza.
***
Setelah menikah dengan Vera, perasaan Reza pada Nayla semakin dalam. Sementara pada Vera, Reza rasanya semakin membencinya. Reza sangat terpesona dengan sikap Nayla yang begitu lembut dan sabar.
__ADS_1
Setelah mempunyai dua istri, Reza dapat dengan jelas melihat perbedaan sifat keduanya sehingga Reza tiba-tiba jatuh cinta pada Nayla. Padahal dia sudah berusaha keras untuk tidak jatuh cinta bahkan hari ini saat di kantor Reza merasakan rasa kangen yang begitu dalam pada Nayla sehingga dia pulang lebih cepat dari biasanya.
Sebenarnya Reza merasa heran dengan perasaanya sendiri. Padahal sebelumnya dia tidak menyukai Nayla. Yang ada dalam pikirannya hanyalah Vera seorang. Tapi belakangan ini semuanya menjadi terbalik.