
Pulang dari kantor sengaja Reza mampir ke toko buah. Dia memilih buah-buahan segar seperti jeruk, anggur, apel dan buah pir. Sengaja dibelinya buah-buahan itu untuk Nayla yang sedang mengandung anaknya.
Dengan wajah gembira Reza memilih buah-buahan segar itu dan dimasukkan ke dalam plastik. Setelah dimasukkan ke dalam plastik dan ditimbang, kemudian Reza membayar belanjaannya ke kasir.
Setelah itu buah-buahan yang ada dalam dua plastik besar langsung di bawahnya masuk ke dalam bagasi mobilnya. Saat Reza akan menutup bagasi mobilnya tanpa sengaja Reza melihat dari jauh Vera sedang pergandengan tangan dengan seorang lelaki dan memilih buah-buahan juga yang tidak jauh dari tempat Reza membeli.
Reza merasa terkejut melihatnya. ‘Jangan-jangan pria itu adalah yang ketemu papi di cafe saat itu.’
Kemudian Reza langsung mengambil ponselnya dan memfoto Vera dan lelaki itu dari balik mobilnya. Sengaja Reza melakukan hal itu untuk mencari bukti kalau seandainya nantinya Vera mengelak.
Vera dan lelaki itu sangat mesra membuat Reza semakin yakin kalau Vera telah menjalin hubungan asmara dengan pria itu. Ketika Reza mengambil gambar Vera dan pria itu, Vera tidak mengetahuinya.
Kemudian Reza melajukan kendaraannya menebus jalanan yang tampak ramai. Sepanjang perjalanan pulang ke rumah, Reza tidak habis pikir dengan kejadian yang baru saja dilihatnya. Dia tidak menyangka kalau Vera tegah melakukan hal itu. Selama berpacaran, Reza yakin betul kalau Vera adalah tipe wanita yang setia. Tapi baru saja Reza melihatnya sendiri bahwa Vera telah menjalin kasih dengan pria lain di belakangnya membuat Reza sudah tidak mempercayainya lagi. Di sisi lain Reza juga merasa senang karena hal ini dapat dijadikan sebagai alasan untuk dia dapat menceraikan Vera.
Reza yang merasa sudah muak dengan Vera dan ingin mengakhiri rumah tangganya dengan Vera, ini dapat dijadikan alasan utamanya untuk menceraikan Vera.
***
Setelah puas memilih buah-buahan yang disukainya kemudian Vera pergi ke kasir untuk membayar. Setelah dibayar Rendy langsung membawa plastik yang berisi buah-buahan ke dalam mobilnya.
“Ada lagi yang mau kamu beli Vera?” tanya Rendy saat memasukkan buah-buahan ke dalam mobil nya.
“Nggak ada Rendy, kita langsung pulang aja ya,” pinta Vera.
Kemudian keduanya masuk ke dalam mobil dan Rendy langsung melajukan kendaraan.
“Kamu aku turunkan di mana?” tanya Rendy saat sampai di simpang perempatan jalan menuju rumah Vera.
“Aku ikut ke rumah kamu aja ya Rendy?” pinta Vera.
__ADS_1
“Kenapa nggak langsung pulang Vera?” tanya Rendy heran.
“Aku malas cepat-cepat sampai di rumah. Aku ingin berlama-lama di rumah kamu, bolehkan Rendy?”
Rendy langsung tersenyum. “Boleh aja, yang penting kamu jangan bermalam di rumah aku.”
“Nggak Rendi, aku hanya numpang istirahat aja di rumah kamu. Nanti sehabis magrib baru aku pulang ke rumah. Jadi sampai rumah aku langsung tidur.”
“Nanti apa nggak dimarahi suami kamu?” tanya Rendy lagi.
“Suami aku mana tau kalau aku cepat pulang dari salon. Kalau ditanya ya aku katakan saja kalau banyak pasien di salon pasti dia akan percaya.”
“Kamu nggak boleh sering bohong seperti itu, ntar kualat loh....” ledek Rendy sambil tertawa.
“Biarin aja, aku nggak perduli.”
Tapi semalam itu dia baru ditelepon oleh teman kerjanya yang merupakan adik iparnya juga yang bernama Abdul Rozak. Istri Abdul Rozak adalah adik istrinya Rendy.
Semalam saat Rendy sampai di rumahnya dia ditelpon oleh Abdul Rozak.
[“Hallo, assalamualaikum Rojak... gimana kabar kamu?”] tanya Rendy saat mengangkat telpon itu.
[“Alhamdulillah aku sehat dan baik. Kamu sendiri gimana keadaanya?”] jawab Abdul Rozak.
[“Aku juga sama. Tumben nelpon aku, ada apa Rozak?”] tanya Rendy heran.
[“Kamu udah dengar tentang istri kamu?”] tanya Abdul Rozak.
[“Memang istri aku kenapa, Rozak?”]
__ADS_1
[“Aku pikir kamu udah dengar...”]
[“Dengar tentang apa sih...”] tanya Rendy penasaran.
[“Aku baru dapat informasi bahwa istri kamu sedang hamil...”]
[“Sedang hamil...”] tanya Rendy lagi.
[“Iya Rendy. Istri kamu sedang hamil anak selingkuhannya.”]
[“Kamu tau dari mana Rozak. Apa berita itu sudah akurat kebenarannya?”] Rendy merasa tidak percaya.
[“Aku tau dari sendiriku. Semalam sore istri aku disuruh ke rumah ibunya dan di sana mereka bicarakan masalah istri kamu yang sedang hamil. Ayah mertua kita marah-marah...”]
[“Lalu...”]
[“Ya rencananya istri kamu mau menikah dengan kekasihnya itu. Tapi mertua kita bingung karena kalian kan belum resmi bercerai.”] jelas Abdul Rozak.
Begitu mendengar berita dari Abdul Rozak, musnah sudah harapan Rendy untuk memperbaiki rumah tangganya. Padahal Rendy tidak ingin bercerai karena memikirkan anaknya yang masih kecil sehingga dia ikhlas seandainya istrinya mau rujuk kembali dengannya walaupun dia sudah dikhianati.
Tapi begitu mendengar berita dari Abdul Rozak, Rendy langsung ingin menikahi Vera. tapi dia ingin menyelesaikan dulu urusannya dengan istrinya yang ada di Malaysia. Kalau semuanya sudah selesai maka dia akan meminta Vera bercerai dari suaminya dan dia akan menikahinya.
***
Rendy yang mendengar berita kalau istrinya akan menikah lagi tentu merasa sangat sedih dan sakit hati. Dia sedih memikirkan nasib anaknya ke depannya yang harus ikut ayah tiri. Apalagi anaknya adalah perempuan. Sedikit banyak ada rasa khawatir kalau anak perempuan ikut ayah tiri karena banyak terjadi seorang ayah memperkosa anak tirinya. Hal inilah salah satu pertimbangan Rendy sehingga dia merasa sedikit khawatir terhadap anak perempuannya nanti kalau sudah besar.
Di sisi lain Rendy juga merasa sakit hati atas kelakuan istrinya yang tidak setia padanya. Ternyata dibelakangnya istrinya bermain gila dengan lelaki lain. Sementara Rendy selalu setia tidak pernah sedikit pun melirik ke wanita lain walaupun beberapa kali ada wanita yang pernah menggodanya.
‘Kenapa Ika sanggup berbuat seperti itu padaku. Memangnya apa salah dan dosaku sehingga aku harus mendapat nasib seperti ini. Aku sudah berusaha untuk menjadi seorang suami yang baik tapi Ika tidak pernah menghargainya. Bahkan semua kemauan Ika selalu aku turuti tapi ini pembalasan dari dia. Aku menyesal karena telah memilih wanita seperti dia. Tapi bagaimana pun ini semua harus aku hadapi dan aku nggak boleh menyesalinya. Aku harus ikhlas menghadapi semua ini. Semoga saja Allah memberikan kemudahan padaku dalam menghadapi masalah ini,’ batin Rendy dalam hati.
__ADS_1