
“Dia selalu mengancam Vera, Tante. Kalau Vera tidak mengikuti kemauannya maka dia akan mengadukan pernikahan kami pada papinya Reza. Kalau sempat Nayla mengadukan hal ini maka tujuan Vera pasti akan gagal Tante,” jelas Vera.
“Kan udah tante katakan sama kamu, tapi kamu tidak pernah mendengar ucapan tante. Tante udah memberikan saran sama kamu agar kamu tetap bersabar jangan keburu menikah dulu sebelum harta papinya Reza jatuh ke tangan Reza.”
“Tapi Vera nggak percaya sama Reza, Tante. Vera khawatir kalau dia tinggal satu rumah dengan Nayla terus, pastinya dia akan melanggar janjinya dan bisa-bisa Nayla nanti hamil. Kalau Nayla sudah hamil mana mungkin Reza mau meninggalkannya dan menikahi Vera.”
“Makanya kamu jangan selalu negatif thinking pada seseorang. Kamu harus memberi kepercayaan pada Reza. Kamu harus percaya pada Reza bahwa Reza tetap setia sehingga kamu tidak sakit hati. Apalagi kamu tinggal satu rumah dengan istri pertamanya. Pasti kamu akan selalu melihat kedekatan mereka.”
“Vera sengaja menikah dengan Reza dan tinggal satu rumah dengan Nayla, supaya Vera dapat memantau mereka Tante.”
“Makanya tante katakan sama kamu. Kamu harus mempercayai Reza. Kalau kamu mikir Reza yang macam-macam maka apa yang kamu pikirkan pasti akan terjadi. Kalau kamu selalu mencurigai Reza pasti Reza semakin kesal terhadap kamu dan nanti dia akan berbuat nekat. Misalnya kamu selalu melarang dia untuk dekat dengan Nayla sementara Nayla juga istrinya yang sah. Lama-kelamaan Reza takutnya bosan sama kamu. Kalau dia sudah bosan sama kamu maka dia akan mendekati Nayla,” jelas tante Lisa.
“Hal itu nggak bisa dibiarkan Tante. Kalau sampai hal itu terjadi maka Vera tidak akan tinggal diam.” Vera terlihat sangat emosi.
“Kamu nggak punya hak untuk melarang mereka, Vera. Karena Nayla juga istrinya Reza. Jadi saran tante, kamu harus bersabar jangan terlalu emosi dan jangan terlalu cemburu. Semua gerak-gerik Reza jangan selalu kamu batasi karena hal itu akan membuat Reza semakin muak sama kamu. Kamu tau kan akhir dari semua ini. Kalau sampai Reza muak terhadap kamu maka dengan gampang dia akan menendang kamu dari rumah itu. Jadi kamu sebagai seorang istri harus banyak mengalah untuk mendapatkan tujuan kamu. Karena mengalah di sini bukan berarti kalah.”
Setelah tante Lisa memberikan nasehat yang cukup bijaksana akhirnya Vera dapat menerimanya dan dia berjanji untuk menuruti semua saran dari tantenya itu.
Setelah perasaan Vera sudah lebih tenang kemudian Vera pamit pada tantenya untuk pulang.
“Kalau begitu Vera pamit pulang dulu ya Tante.” Vera langsung memeluk tantenya.
“Kamu hati-hati ya di jalan. Ingat pesan tante, kamu jangan selalu terbawa emosi. Kamu harus banyak mengalah demi tujuan yang sudah kamu impikan.”
“Baik Tante,” ucap Vera sambil tersenyum.
Vera sudah merasa lebih tenang dari sebelumnya karena sekarang beban beratnya perlahan mulai berkurang setelah mendengarkan nasihat dari tante Lisa. Kemudian Vera pamit pada tantenya untuk pulang.
__ADS_1
***
Diliriknya jam yang ada di tangannya masih pukul dua siang sehingga dia mengurungkan niatnya untuk pulang ke rumah. Dia langsung pergi ke mall untuk shopping shopping.
Sampai di mall dia keliling mall mulai dari lantai satu sampai lantai lantai lima. Setelah cukup lelah berjalan akhirnya Vera mencari tempat duduk. Dia langsung masuk ke joyco untuk membeli minuman dan makanan ringan sambil beristirahat.
Saat Vera menikmati hidangan yang ada di depanmu tiba-tiba terdengar ada suara seseorang memanggilnya. Vera langsung mencari datangnya suara dan Vera langsung terkejut ketika melihat seseorang yang memanggilnya ternyata Rendy. Rendy adalah mantan kekasih Vera yang sudah lama putus.
Tiba-tiba jantung Vera berdetak kencang dan bibirnya terasa keluh untuk mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya terdiam sambil memandang Rendy dengan perasaan tidak percaya. Senyum Rendy yang manis membuat perasaan Vera semakin tidak karuan.
“Gimana kabar kamu Vera?” tanya Rendy menjabat tangan Vera.
“Seperti yang kamu lihat sendiri. Aku baik dan sehat.”
“ Kamu sendiri gimana kabarnya dan sejak kapan kamu di sini?” tanya Vera.
“Aku sudah dua minggu ini di Indonesia,” jelas Rendy.
Rendy hanya menggelengkan kepalanya.
“Kenapa mereka tidak ikut, Rendy?” tanya Vera heran.
“Panjang ceritanya Vera.” Rendy sepertinya tidak mau menceritakannya.
“Ya udahlah aku nggak mau membahasnya kalau kamu belum mau cerita tentang masalah kamu.”
“Nanti suatu saat aku pasti akan cerita. Lebih baik kita bicarakan tentang kita dan masa depan kita.”
__ADS_1
Mendengar penjelasan Rendy, Vera semakin penasaran. ‘Memangnya ada apa dengan rumah tangga Rendy. Kenapa dia sepertinya tidak mau menceritakan tentang keluarganya.’
Kemudian Rendy mengambil posisi duduk tepat di depan Vera.
“Aku boleh kan duduk di sini. Oh ya, kamu di sini dengan siapa?” tanya Rendy sambil melirik ke kanan dan ke kiri.
“Aku kemari sendiri Rendy.”
“Kamu sudah menikah Vera?” Vera langsung menganggukkan kepalanya.
“Kenapa kamu datang kemari sendiri, mana suami kamu?”
“Suami aku lagi kerja dan aku tadi baru aja selesai shopping. Karena kelelahan aku duduk dulu di sini.”
“Oh gitu. Anak kamu udah berapa Vera?”
“Aku baru aja menikah Rendy.”
“Baru menikah? Kenapa baru sekarang kamu menikah.”
“Karena ketemu jodohnya baru sekarang.”
“Kamu sih saat itu nggak mau menuruti permintaanku.”
“Udahlah Rendy tak usah dibahas masalah itu.”
Terlihat Rendy tersenyum sambil menatap Vera sejak tadi. Sedangkan Vera hanya banyak menundukkan kepala merenungi kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat itu hubungan keduanya sangat dekat karena Vera dan Rendi adalah teman semasa SMA dulu. Keduanya sejak SMA sangat kompak dan ketika sudah naik di kelas dua belas keduanya menjalin hubungan yang lebih dalam lagi yaitu berpacaran.
__ADS_1
Saat Vera dan Rendy masih berteman, belum pacaran tante Lisa tidak mempermasalahkan. Bahkan kalau mereka belajar kelompok dengan teman lainnya tante Lisa selalu bersikap ramah pada teman-temannya. Begitu juga dengan Rendy. Tetapi setelah mengetahui kalau Vera menjalin hubungan kasih dengan Rendy, tante Lisa langsung melarangnya.
Bahkan suatu hari pada saat pulang sekolah Vera tidak dijemput oleh pembantunya sementara saat itu cuaca sudah mendung sehingga Rendy yang merupakan kekasihnya mengantarnya sampai ke rumah tante Lisa. Tetapi sambutan tante Lisa membuat Rendy merasa terkejut. Rendy tidak menyangka kalau tante Lisa ternyata sangat membencinya. Padahal dari kelas sepuluh kalau mereka belajara kelompok di rumah tante Lisa, tante Lisa terlihat sangat baik dan ramah. Rendy merasa sedih dengan ucapan tante Lisa yang terlalu merendahkannya karena dia dari keluarga yang tidak mampu.