Aku Bukan Istri Bayaran

Aku Bukan Istri Bayaran
anaknya?


__ADS_3

Begitu sampai di rumah Rendy, Vera langsung masuk masuk ke dalam dan membawa buah-buahan yang dibelinya tadi. Dia langsung pergi ke dapur dan hendak membuatkan kopi panas buat Rendy. Begitu Rendy keluar dari kamarnya langsung mendekati Vera yang ada di dapur.


“Kamu mau masak apa Vera? tanya Rendy saat melihat Vera sedang menghidupkan kompor.


“Aku ingin membuatkan kopi panas untuk kamu.”


“Terima kasih Sayang karena sudah merepotkan kamu,” ucap Rendy memeluk pinggang Vera dari belakang.


Vera yang mendapat pujian dari Rendy hanya tersipu malu mendengarkannya. Sedangkan Rendy semakin gemas melihat Vera. Kemudian dia mencium pipi Vera membuat Vera merasa kegelian. Melihat Vera yang menggeliat kegelian Rendy semakin bernafsu. Dia langsung menarik tubuh Vera sehingga keduanya saling berhadapan. Setelah itu Rendy langsung mencium bibir Vera membuat Vera diam dalam kepasrahan. Kesempatan ini langsung dimanfaatkan Rendy dengan sebaik-baiknya. Rendy yang sudah lama tidak mendapatkan kehangatan dari seorang istri langsung bernafsu. Dia langsung membopong Vera dan dibawanya masuk ke dalam.


“Ren, kau mau apa?” tanya Vera saat Rendy membawanya masuk ke kamarnya.


Rendy hanya diam saja sambil tersenyum tanpa menjawab. Vera yang juga sangat bernafsu hanya diam saja. Bahkan saat Rendy melucuti pakaian Vera satu persatu dia diam saja. Keduanya yang sama-sama haus akan belaian kemesraan langsung memanfaatkan kesempatan ini.


Ciuman Rendy tidak di bibir saja tapi menjalar sampai ke bagian bawah sehingga ciuman itu semakin lama semakin panas membuat keduanya melakukan adegan yang lebih panas lagi. Tidak perlu waktu lama keduanya sudah hanyut dalam perbuatan dosa selayaknya suami istri.


Setelah cukup lama tidak melakukan aktivitas seperti itu membuat keduanya seperti orang yang sedang kelaparan. Keduanya tampak sangat rakus menikmati adegan ranjang yang sudah lama tidak pernah dilakukan. Terutama Rendy yang sudah beberapa bulan tidak pernah tidur dengan istrinya membuat dia sangat bersemangat dan Vera sebagai lawan mainnya sampai kesusahan dalam menghadapinya.


Akhirnya menjelang magrib pergulatan hebat itu baru selesai membuat keduanya langsung terkulai lemas tidak berdaya. Yang ada hanya deru napas yang saling berkejar-kejaran. Keduanya langsung tersenyum puas setelah menikmati adegan yang cukup melelahkan itu. Rendy langsung menggenggam tangan Vera sambil berkata, “Terima kasih Sayang, kamu telah membuiat aku bersemangat kembali.”


Mendengar ucapan Rendy, Vera hanya tersenyum dan keduanya langsung tertidur karena kelelahan sehabis bercocok tanam di ladang yang tandus.


***


Setelah habis magrib Nayla langsung pergi ke dapur menyiapkan makan malam buat suaminya. Reza yang baru keluar dari kamarnya langsung pergi ke dapur untuk membantu istrinya yang sedang menyiapkan makan malam.


Begitu sampai dapur dia langsung meletakkan piring dan gelas di meja makan. Nayla yang melihat Reza ikut membantunya berusaha melarangnya.


“Mas, biar aku aja yang menyiapkannya. Mas duduk aja.”


“Nggak apa-apa Nayla. Selagi aku bisa melakukannya, kan nggak salah aku membantu kamu.”


“Tapi Mas....”


Reza langsung mendekati istrinya dan langsung mencium bibirnya.


“Mas...” ucap Nayla terputus.

__ADS_1


Reza kembali mencium bibir istrinya sambil tersenyum.


“Sekali lagi kamu melarang aku, maka ciuman ini akan semakin panas...” Reza bercanda.


Akhirnya Nayla tidak berani berkata apa-apa lagi. Bahkan Nayla membiarkan Reza saat Reza membantu Nayla memasak sayur kangkung kesukaan Reza.


Setelah sayur kangkung selesai dimasak, keduanya langsung duduk di meja makan untuk menyantap hidangan yang sudah disiapkan.


“Mas, kenapa Vera belum pulang juga ya.”


“Mungkin sedang banyak pelanggan di salonnya,” ucap Reza.


“Tapi biasanya kalau pun banyak pelanggan jam segini dia pasti sudah pulang,” jelas Nayla.


“Mungkin juga jalanan macet. Udah jangan terlalu memikirkan dia. Dia kan udah dewasa jadi nggak perlu dipikirkan kali,” ucap Reza.


Padahal Reza sudah mengetahui kalau Vera tadi sewaktu pulang kerja pergi dengan seorang lelaki yang merupakan kekasihnya yang pernah dilihat papinya. Tapi sengaja Reza tidak memberitau Nayla akan hal ini karena dia juga tidak mau kalau Nayla mengetahui akan perselingkuhan Vera.


Walaupun Reza tidak menyukai Vera, tapi dia tidak mau mengumbar keburukan Vera pada Nayla. Reza tidak mau kalau sampai Nayla ikut membencinya. Cukup dia saja yang tau bagaimana jeleknya sifat Vera.


Nayla hanya tersenyum mendengar perkataan suaminya yang sangat memperhatikannya. Nayla merasa bersykur karena suaminya sangat memperhatikannya. Bahkan belakangan ini Reza tampak sangat menyayanginya.


***


Hampir jam tujuh lewat Vera baru terbangun dari tidurnya. Begitu dibuka matanya terlihat Rendy sedang tertidur pulas di sampingnya. Vera langsung bangkit dari tidurnya dan mengutip pakaiannya yang berserakan di lantai. Kemudian dia langsung memakai pakaiannya dan bersiap-siap untuk pulang.


“Rendy... Rendy, bangun!”


“Hemm... udah jam berapa sekarang?” tanya Rendy setengah sadar.


“Udah jam tujuh lewat. Aku pulang dulu ya,” pamit Vera yang sudah rapi.


“Kenapa kamu buru-buru pulang. Kita tidur lagi ya.” Rendy langsung menarik Vera dalam pelukkannya.


Vera langsung menolak dan bangkit dari tidurnya.


“Rendy, aku mau pulang sekarang. Aku nggak mau kalau Reza mengetahui akan kedekatan kita.”

__ADS_1


Akhirnya setelah Rendy sudah sadar penuh, dia langsung duduk dan bersandar di sisi tempat tidurnya sambil meperhatikan Vera yang hendak pulang.


“Memangnya kenapa kamu takut sama suami kamu?”


“Ya jelas aku takut kalau suami aku sampai tau kalau aku berselingkuh dengan kamu,” jelas Vera lagi.


“Kalau sampai suami kamu mengetahui akan perselingkuhan kita, ya udah langsung minta cerai dan kita langsung menikah,” ucap Rendy penuh semangat.


“Kan nggak segampang itu Rendy...”


“Kalau memang gampang, ngapain dibuat susah.”


Mendengar ucapan Rendy yang tampak seriu ingin menikahinya Vera langsung tersenyum. Dalam hatinya dia memang mengharapkan hal ini. Vera yang sudah kesal dengan Reza mengharapkan suatu saat Rendy akan menerimanya kembali.


“Lalu gimana dengan istri kamu.”


“Kamu jangan terlalu memikirkan istri aku.”


“Ya jelas aku pikirkan karena aku nggak mau dimadu lagi Rendy. Kalau aku bercerai dengan Reza karena alasan Reza sudah mempunyai istri, kan nggak mungkin aku menikah dengan kamu, sementara kamu juga punya istri. Itu namanya jeruk makan jeruk,” jelas Vera.


Mendengar candaan Vera, Rendy langsung tertawa.


“Kamu bisa aja.”


“Ya itu harus aku pikirkan juga Rendy. Jadi kamu jangan memberi aku harapan yang nggak pasti.”


Rendy langsung berdiri menghadap Vera. Dipenggangnya pundak Vera sambil berkata.


“Dalam waktu dekat perceraianku akan selesai dan aku akan menyandang status duda.”


Vera seperti tidak percaya dengan ucapan Rendy karena Rendy pernah mengatakan padanya kalau Rendy akan memperbaiki rumah tangganya yang sudah lama retak. Kenapa sekarang dia mengatakan kalau Rendy akan bercerai.


“Tapi Ren, bukankah kamu pernah mengatakan...” ucapan Vera terputus karena langsung dipotong oleh Rendy.


“Tapi sekarang harapan itu sudah tidak ada lagi karena istri aku telah mengandung anak dari kekasihnya itu.”


Vera langsung terdiam karena terkejut.

__ADS_1


__ADS_2