
“Kalau kamu nggak makan, nanti kamu sakit Sayang. Ayo kita makan.”
Akhirnya Vera makan malam bersama tante Lisa. Walaupun dia sangat kesal dengan tantenya tapi Vera merasa telah berhutang budi pada tante Lisa yang telah mengurus dan membesarkannya. Bagaimana pun pengorbanan tante Lisa harus dihargai.
Begitu selesai makan malam Vera langsung masuk ke kamarnya lagi. Dia yang sejak tadi memikirkan Rendy akhirnya mengirim pesan wa pada kekasihnya itu.
{Rendy maafkan atas ucapan tante aku tadi ya. Aku harap kamu bisa memakluminya dan jangan pernah diambil hati karena tante aku memang seperti itu. Dia kalau sudah ngomong tidak pernah memikirkan perasaan orang lain.}
Dengan jantung berdebar-debar Vera menunggu balasan dari Rendy. Vera khawatir kalau nantinya Rendy merasa tersinggung dan meninggalkannya sementara Vera sudah terlanjur mencintainya.
‘Kenapa pesanku sudah dibaca tapi tidak dijawab juga,’ batin Vera tidak tenang.
Vera yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Rendy hanya bisa menatap layar ponselnya. Pandangannya tidak lepas dari ponsel yang ada di tangannya. Tiba-tiba notifikasi ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Vera langsung membukanya.
{Nggak apa-apa Vera, aku nggak marah kok sama kamu. Bahkan aku yang merasa bersalah sama kamu.} jawab Rendy dalam pesannya.
Karena tidak dijelaskan alasan merasa bersalah akhirnya Vera mengirim pesan lagi.
{Memangnya kamu kenapa, kenapa kamu merasa bersalah?}
{Karena aku sudah terlalu jauh mendekati kamu. Bahkan aku tidak sadar diri telah merajut kasih dengan kamu yang berasal dari keluarga kaya, sedangkan aku dari keluarga yang miskin.}
{Bagiku harta tidak jadi masalah Rendy. Walaupun orang ketua kamu ekonominya lemah tapi bukan berarti kamu seperti itu juga. Tante aku pemikirannya memang sempit Rendy. Jadi aku harap kamu jangan tersinggung.}
{Vera, aku sudah putuskan. Lebih baik hubungan kita, kita akhiri sampai di sini saja ya sebelum kita mengalami sakit hati yang lebih dalam lagi karena kita sepertinya tidak mungkin untuk bersatu.}
__ADS_1
Membaca pesan wa itu Vera langsung menangis.
{Kenapa kita harus putus hanya karena ucapan tante Lisa?}
{Aku takut Vera. Sebelum hubungan kita lebih dalam lagi, lebih baik dari sekarang kita akhiri.}
{Nggak Rendy. Aku nggak mau.}
{Untuk apa kita melanjutkan hubungan ini kalau tante kamu tidak setuju. Kalau nanti kamu sudah kerja dan menjadi orang hebat pasti tante aku akan menyetujui hubungan kita.}
Rendy tetap pada keputusannya untuk mengakhiri hubungan mereka walaupun Vera tidak mau. Rendy tetap mengatakan putus dan akhirnya dengan rasa kecewa Vera harus menerima keputusan ini.
***
Hampir seminggu Vera tidak enak makan dan tidak enak tidur karena diputuskan oleh Rendy. Kalau di sekolah mereka pun tidak saling tegur sapa membuat Vera semakin sedih. Sepertinya Rendy sengaja untuk menghindarinya. Hingga pada saat acara perpisahan kelas dua belas sengaja Vera mengirim pesan pada Rendy akan bertemu untuk terakhir kalinya dan Rendy menyetujuinya.
Setelah puas ngobrol akhirnya keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah. Pada saat itu sudah sore dan terlihat langit mendung. Tidak lama kemudian hujanpun turun dengan derasnya. Akhirnya keduanya tidak jadi pulang dan menunggu sampai hujan reda.
Keduanya duduk di sofa di ruang tamu sambil menunggu hujan reda. Vera merasa kedinginan karena hujan turun begitu derasnya. Dia langsung melipat kedua tangannya di dadanya karena merasakan dingin. Rendy yang melihat Vera kedinginan langsung duduk di sampingnya. Dia kemudian memeluk pundak Vera dari belakang. Keduanya pun saling memandang sambil tersenyum.
Tiba-tiba Rendy mencium Vera. Awalnya Vera sempat menolak tapi atas kepintaran Rendy dalam merayunya akhirnya Vera pun pasrah. Bahkan ketika Randy melakukan yang lebih dalam lagi Vera hanya terdiam dan merelakan saat kesuciannya direnggut oleh Rendy. Semuanya terjadi begitu cepat membuat Vera merasa takut.
“Rendy, aku takut hamil.”
Rendy langsung menyandarkan kepala Vera di dadanya.
__ADS_1
“Kamu nggak perlu takut Vera karena aku pasti akan bertanggung jawab,” ucap Rendy sambil berusaha membuat Vera tenang.
“Tapi gimana dengan tante Lisa. Dia pasti marah besar Rendy.”
“Semua itu pasti harus kita hadapi. Kamu jangan khawatir, karena kalau kamu hamil anak aku maka tante kamu pasti akan setuju.” Rendy langsung menggenggam erat tangan Vera untuk menenangkannya.
Vera yang sejak tadi bingung setelah mendapat jawaban dari Rendy, akhirnya Vera mulai tenang.
***
Setelah sebulan berlalu, dengan perasaan cemas Vera membeli tespek dan memeriksa air seninya. Memang tidak ada gejala yang mengarah ke sana tapi Vera merasa takut kalau nantinya dia hamil. Jadi untuk memastikannya dia membeli tes kehamilan itu walaupun dia tidak mengalami rasa mual dan muntah.
Ketika melihat hasil tesnya ternyata negatif Vera pun merasa senang. Ternyata rasa kekawatirannya ternyata terlalu berlebihan.
***
Kemudian Vera melanjutkan ke perguruan tinggi sedangkan Rendy bekerja serabutan. Sejak kejadian di rumah nenek Rendy keduanya tidak pernah saling ketemu lagi. Vera sibuk dengan kuliahnya dan Rendy sibuk dengan pekerjaannya.
Setelah 3 bulan berlalu Vera mendengar kabar dari salah satu temannya bahwa Rendy merantau ke luar negeri. Kemudian Vera berusaha menghubungi Rendy tetapi nomornya sudah ganti sehingga mereka tidak pernah berkomunikasi.
***
Vera yang terkenal cantik langsung disukai banyak lelaki di kampusnya sehingga dia sering bergonta-ganti pacar yang semuanya berlatar belakang ekonomi menengah ke atas. Dari situlah Vera langsung berubah drastis. Vera menjadi gadis yang gila akan harta. Kalau ada pria yang menggodanya dan lebih kaya dari pacar sebelumnya, Vera akan menerimanya sehingga Vera dikenal di kampusnya cewek matre. Disitulah terbentuk kepribadian Vera yang selalu melihat lelaki dari hartanya karena dia banyak belajar dari tantenya.
Saat Vera kuliah di semester empat Rendy pulang ke kampung dan menemui Vera. Rendy yang sudah mempunyai modal untuk menikah kemudian menemui Vera dan mengajaknya untuk menikah. Tapi Vera menolaknya karena Vera beranggapan bahwa Rendy tidak punya uang banyak. Sementara pacar-pacarannya semuanya banyak uang. Bahkan punya mobil yang sering membawanya pergi ke sana sini.
__ADS_1
Setelah Vera menolaknya Rendy kembali lagi ke luar negeri. Ternyata baru beberapa bulan di luar negeri dia langsung menemukan seorang istri dan akhirnya Rendy pun menikah. Pada saat itu sebenarnya Rendy sudah menjabat sebagai manajer di perusahaan swasta di luar negeri. Tetapi dia tidak pernah cerita pada Vera karena dia ingin menguji ketulusan cinta Vera. Ternyata dari penilaian Rendy bahwa Vera melihat seseorang hanya dilihat dari hartanya saja.
Sejak saat itu rasa simpati Rendy langsung hilang. Dia tidak menyangka ternyata Vera sudah banyak berubah. Di luar negeri Rendy menjadi pengusaha yang sukses. Dia memiliki satu orang anak tapi belakangan ini rumah tangganya berantakan karena istrinya selingkuh dengan lelaki lain. Sehingga Rendy memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan bekerja di perusahaan cabang yang ada di Indonesia.