
Begitu selesai memakai pakaian kerja Reza langsung menuju ke meja makan untuk sarapan pagi. Terlihat sarapan pagi sudah terhidang di meja makan. Reza langsung mengambil duduk di hadapan Nayla.
“Vera mana Mas?” tanya Nayla yang melihat Reza sendirian ke ruang makan.
“Memangnya sejak tadi dia belum keluar kamar?”
“Dari tadi aku nggak melihatnya Mas,” jawab Nayla.
“Apa dia tidak membantu kamu buat sarapan pagi?”
Nayla hanya menggelengkan kepalanya.
“Ya udah, biar aku panggil dulu ya Mas biar kita sarapan sama-sama.”
Nayla langsung berjalan menuju ke kamar Vera.
“Tok.... Tok. Vera, ayo sarapan.” Panggil Nayla.
Tidak lama kemudian Vera pun keluar dari kamarnya. Keduanya berjalan beriringan menuju ruang makan. Reza yang sempat melirik pada kedua istrinya merasa heran karena keduanya tanpa akur, bahkan begitu sampai ruang makan tidak ada kata yang terucap dari bibir Vera.
Vera kemudian duduk di samping Reza. Saat ketiganya sudah duduk di meja makan, seperti biasa Nayla mengambil piring Reza yang masih kosong untuk diisi nasi dan lauknya tetapi keburu diambil oleh Vera.
“Nayla, biar aku aja yang ngambilkan makan Reza,” ucap Vera mencari simpati suaminya.
Karena Vera sudah mengambilkan makan buat suaminya kemudian Nayla menuangkan air putih hangat buat suaminya. Tapi Vera merasa tidak terima sehingga gelas yang sudah berisi air putih hangat tadi langsung diambil Vera dan dituangkan ke wastafel dan dia kemudian mengambil air putih hangat lagi untuk suaminya. Melihat kelakuan Vera yang seperti anak-anak Reza merasa tidak senang tapi dia berusaha untuk diam saja karena tidak mau memancing keributan.
“Ditambah lauknya ya Sayang?” ucap Vera sambil memberikan lauk ke piring Reza.
Reza hanya menuruti saja kemauan Vera tapi dalam hati kecilnya dia sudah bisa menilai bagaimana sikap Vera yang sebenarnya. Dari sini Reza dapat mengetahui bahwa sebenarnya Vera sengaja mencari simpati suaminya tetapi dengan mengorbankan Nayla. Sengaja Reza memberi kesempatan pada Vera untuk melakukan sesuai keinginannya. Padahal dalam hati kecil Reza, Reza sudah bisa memahami bagaimana isi hati Vera.
Sengaja Vera membuat Nayla merasa cemburu. Dia selalu bermesraan dengan suaminya di depan Nayla bahkan selesai sarapan pagi Vera langsung menyandarkan kepalanya di pundak Reza supaya Nayla merasa cemburu. Tetapi usaha Vera ternyata sia-sia karena Nayla sedikit pun tidak ada merasa cemburu sikapnya biasa saja. Tentu hal ini membuat Reza semakin kesal. Reza berpikir dengan Vera bermesraan padanya maka Nayla akan cemburu tapi ternyata tidak.
__ADS_1
Vera yang sengaja membuat supaya Nayla cemburu ternyata tidak berhasil karena sikap Nayla biasa saja. Sedikit pun tidak menunjukkan rasa kesalnya padahal di dalam hati Nayla yang paling dalam dia merasa cemburu dan sakit hati. Tapi Nayla berusaha untuk tetap kuat dan tegar.
***
Saat Reza akan berangkat kerja, dia pun pamit pada kedua istrinya. Vera dengan manja memeluk tubuh Reza sedangkan Nayla hanya mencium punggung tangan suaminya.
“Hati-hati ya mas Reza,” ucap Nayla di depan pintu melepas kepergian suaminya.
Vera yang juga berdiri di dekat Nayla langsung berkata pada suaminya.
“Reza, kamu jangan kemana-mana ya. Pulang kerja langsung pulang,” ucap Vera.
Tapi Reza tidak membalas ucapan Vera. Dia langsung buru-buru masuk ke dalam mobilnya.
Setelah Reza berangkat kerja Nayla langsung pergi ke dapur untuk membereskan meja makan yang masih berserakan, sedangkan Vera hanya duduk manis di depan TV sambil menonton siaran di TV. Melihat Vera yang begitu santai di ruang tengah sambil menonton TV Nayla langsung terpancing emosinya.
“Vera, kan udah aku katakan tugas kamu itu membersihkan rumah.”
“Kamu harus membersihkan rumah dulu. Setelah itu kalau sudah selesai semuanya baru kamu boleh bersantai-sampai di depan TV.”
Akhirnya Vera yang takut dengan ancaman Nayla pergi mengambil sapu dan membersihkan seluruh ruang di dalam rumah itu. Walaupun perasaannya sangat kesal tapi tetap dilakukannya karena dia takut kalau sampai Nayla mengadukan pada suaminya. Vera juga takut kalau nantinya Nayla akan mengadukan pada papi mertuanya. Sambil menggerutu di dalam hati Vera menyapu dan mengepel seluruh ruangan di dalam rumahnya walaupun tidak terlalu bersih. Ddengan wajah cemberut dibersihkan seluruh ruangan.
Setelah selesai membersihkan terlihat Vera sangat kelelahan karena dia tidak terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah. Dia kemudian rebahan di tempat tidur untuk menghilangkan rasa letihnya. Perasaan sangat kesal.
‘Apa aku sanggup melakukan ini setiap hari. Harus menyapu dan mengepel semua ruangan. Sampai kapan aku seperti ini. Tapi kalau aku tidak sabar maka aku akan kehilangan semuanya. Lebih baik aku mengalah saja membersihkan rumah ini walaupun sangat lelah. Tapi mudah-mudahan dengan kesabaran aku ini akan membuahkan hasil yang memuaskan. Begitu Reza mendapatkan harta kekayaan papinya maka aku akan menyuruh Reza untuk menceraikan Nayla,’ batin Vera.
Setelah kelelahan dalam membersihkan rumah Vera hendak pergi ke rumah tantenya. Dia langsung berdandan di depan cermin. Tidak lama kemudian dia pun keluar dari kamarnya dengan sudah berpakaian cantik.
Nayla yang melihat Vera sudah rapi langsung bertanya. “Kamu mau ke mana Vera?” tanya Nayla yang baru muncul dari dapur.
“Terserah aku lah mau ke mana. Kamu nggak perlu tau,” jawab Vera ketus.
__ADS_1
“Ya jelas aku harus tau kemana kamu pergi.”
“Aku mau pergi ke mana, itu bukan urusan kamu. Jadi aku harap kamu jangan pernah mencampuri urusan pribadi aku.”
“Aku juga nggak mau mencampuri urusan pribadi kamu. Aku hanya mau tau kamu pergi ke mana supaya ketika mas Reza bertanya aku bisa menjawabnya,” ucap Nayla.
“Kamu jangan kepedean Nayla. Mana mungkin Reza menelepon kamu. Pasti dia akan selalu menelepon aku kalau ingin menanyakan sesuatu.”
“Terserah kamu sajalah Vera. Kamu jangan menyesal kalau nanti mas Reza bertanya sama aku akan aku katakan yang sebenarnya.”
Vera yang sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa akan selalu bersabar supaya keinginannya tercapai akhirnya pemberitau Nayla.
“Katakan sama Reza kalau dia menelepon kamu dan menanyakan keberadaan aku, aku pergi ke rumah tante Lisa,” ucap Vera.
Setelah mengucapkan kata itu Vera langsung pergi.
***
Begitu sampai rumah tante Lisa, Vera langsung disambut tantenya.
“Kok tumben pengantin baru masih pagi sudah nongol?” tanya tante Lisa heran melihat raut wajah Vera yang cemberut.
Vera langsung duduk di sofa di ruang tamu.
“Vera kesal Tante,” ucap Vera manja.
“Kesal dengan siapa Sayang?” tante Lisa langsung mengelus rambut Vera lembut.
“Vera kesal dengan Nayla, Tante.”
“Memangnya dia melakukan apa sehingga kamu kesal,” ucap tante Lisa yang merasa heran dengan kedatangan Vera.
__ADS_1