Aku Bukan Istri Bayaran

Aku Bukan Istri Bayaran
Puas


__ADS_3

Sudah beberapa hari ini setiap malam sehabis magrib Reja selalu keluar dan pulangnya sampai larut malam. Bahkan Nayla sendiri tidak tau jam berapa Reza sampai di rumah karena Reza membawa kunci duplikat rumahnya sehingga dia tidak perlu membangunkan Nayla. Nayla berpikir kalau Reza keluar malam untuk menemui kekasihnya yang bernama Vera. Padahal Reza sering keluar malam karena dia merasa suntuk dan tertekan karena keinginan Vera untuk dinikahi telah disetujuinya. Waktu pernikahannya hanya tinggal menghitung hari.


Reza yang merasa tertekan sekaligus menyesal dengan keputusan yang telah dibuatnya bersama Vera akhirnya sering keluar malam untuk menenangkan pikirannya. Semakin dekat dengan hari pernikahannya Reza semakin tertekan, bukannya semakin bahagia.


Biasanya orang kalau akan menikah akan merasa bahagia, berbeda dengan Reza yang beban pikirannya semakin banyak. Dia memikirkan bagaimana caranya supaya pernikahannya dengan Vera tidak diketahui oleh papinya. Dia juga memikirkan bagaimana caranya supaya ketika mereka tinggal satu rumah dengan Nayla, tidak terjadi keributan di dalam rumah tetangga mereka. Dua hal inilah yang sekarang menjadi beban pikiran Reza.


***


Malam ini Reza bukan saja nongkrong di cafe, tapi dia mencoba untuk meminum minuman keras. Walaupun sedikit, dia yang tidak pernah meminum minuman keras begitu meminum kepalanya terasa pusing. Akhirnya Reza tertidur di cafe itu.


Ketika cafe itu akan tutup terpaksa Reza dibangunkan oleh pekerja di cafe itu.


“Mas bangun... Mas kami mau tutup.”

__ADS_1


Reza yang tertidur di kursi langsung terbangun dan dia baru tersadar ternyata dia sudah tertidur nyenyak di kursi itu. Kemudian dia buru-buru bangkit dan berjalan sempoyongan menuju ke mobilnya. Sampai di dalam mobil dia tidur lagi karena badannya seperti melayang saat berjalan sehingga dia khawatir akan terjadi sesuatu dalam perjalanan membuatnya dia tidur kembali di dalam mobil.


Setelah setengah jam tertidur dia kemudian terbangun. Dirasa tubuhnya sudah mulai enak dan tidak lemas lagi kemudian dia melajukan mobilnya.


Sampai di rumah seperti biasa dia membuka pintu sendiri karena dia membawa kunci duplikat. Begitu pintu dibuka dia langsung terkejut melihat Nayla tertidur di sofa di ruang tamu. Sebenarnya Nayla jam sepuluh tadi sudah tertidur nyenyak dan baru saja dia terjaga dari tidurnya. Kemudian dia pergi melihat ke kamar Reza apakah sudah pulang atau belum dan ternyata Reza belum pulang. Akhirnya Nayla pergi ke ruang tamu dan menunggu suaminya di ruang tamu sambil rebahan di sofa. Suaminya yang ditunggu-tunggu tidak kunjung tiba akhirnya tanpa sadar Nayla tertidur di sofa.


Melihat Nayla tertidur nyenyak di sofa Reza langsung mendekatinya dan memandang wajah istrinya. Setelah dipandangnya beberapa saat, Reza baru menyadari ternyata Nayla sangat cantik dan lembut. Dibandingkan dengan Vera jauh lebih cantik Nayla.


Begitu sampai tempat tidur, Reza langsung merebahkan Nayla dengan sangat hati-hati ke atas spring bed yang berukuran besar. Tiba-tiba Nayla terbangun dan saat membuka matanya yang ada di hadapannya adalah suaminya Reza. Keduanya saling memandang sehingga manik bola mata mereka saling beradu. Jarak antara keduanya juga sangat dekat membuat hembusan nafas Reza menerpah ke wajah Nayla.


Tiba-tiba Nayla merasakan jantungnya berdetak sangat kencang membuat dadanya naik turun menahan gejolak di dalam jiwanya. Begitu juga dengan Reza yang terpesona dengan kecantikan Nayla yang tidak pernah dirasakannya selama ini membuat Reza ingin melakukan hal yang lebih dalam lagi. Apalagi saat matanya memandang ke bibir Nayla yang merah merekah membuat Reza sebagai lelaki normal tidak dapat menahan hawa nafsunya. Dia langsung mencium bibir Nayla dengan lembut membuat Nayla sangat terkejut dan jantungnya hampir copot ketika mendapat sentuhan yang lembut dari suaminya.


Setelah puas mencium bibir Nayla kemudian ciumannya mendarat ke bagian leher dan kemudian turun ke bawah lagi. Semakin lama ciumannya semakin panas membuat Nayla merasa kegelian ketika bukit kembarnya tersentuh bibir Reza. Reza yang melihat reaksi dari Nayla merasa senang karena terlihat kalau Nayla baru kali ini mendapat belaian seorang pria. Kelihatan sekali kalau Nayla masih sangat lugu dan belum pernah dijamah oleh siapapun. Bahkan ketika akan melakukan aksinya lebih dalam lagi terlihat Nayla merasa ketakutan dan langsung menutup dadanya dengan telapak tangannya. Tapi Reza langsung memberikan sentuhan lembut membuat rasa takut Nayla berangsur-angsur hilang. Akhirnya Reza dapat menanggalkan semua pakaian Nayla. Setelah keduanya sudah tanpa busana Reza langsung melaksanakan kewajibannya sebagai seorang suami. Tidak perlu waktu lama aktivitasnya pun berakhir dan yang tersisa adalah senyum kepuasan. Reza merasa sangat puas dan senang dengan malam pertamanya.

__ADS_1


Begitu juga dengan Nayla. Walaupun merasakan sakit tapi ada rasa puas karena telah menyerahkan kesuciannya pada suaminya. Setelah selesai melakukan aktivitasnya keduanya langsung terkulai lemas di tempat tidur. Tidak lama kemudian Nayla bangkit dari tidurnya dan hendak menuju ke kamar mandi tapi begitu dia turun dari tempat tidur dia merasa terkejut karena di spreinya ada bercak darah segar. Saat tangan Nayla akan menyentuh darah itu tiba-tiba tangannya langsung dipegang oleh Reza. Nayla langsung terkejut karena dipikirnya Reza sudah tertidur nyenyak.


“Darah ini adalah bukti bahwa kamu masih perawan,” ucap Reza sambil tersenyum pada istrinya.


Nayla diam saja tidak menanggapi ucapan Reza. Hanya di dalam hati kecilnya dia merasa senang karena telah memberikan kesuciannya pada suaminya.


***


Terdengar suara ayam berkokok Nayla langsung terbangun dan membuka kedua matanya. Dia kemudian merasa terkejut ketika melihat suaminya tidur di sampingnya. Terlihat Reza masih tertidur pulas.


Setelah terdiam beberapa saat Nayla baru sadar bahwa tadi malam telah terjadi pergulatan hangat dengan suaminya. Nayla langsung tersenyum mengingat kenangan yang tak pernah terlupakan itu. Pengalaman pertama kali dijamah oleh seorang pria. Ada perasaan malu yang menyelimuti pikirannya kalau mengingat kejadian tadi malam.


Kemudian Nayla turun dari tempat tidur dan langsung pergi ke kamar mandi. Sampai di kamar mandi langsung dihidupkan air dari shower dan Nayla berdiri di bawah shower sambil menikmati kesejukan air di pagi hari. Badannya terasa segar ketika mendapatkan sentuhan dari air shower itu. Tidak seperti biasanya, pagi ini Nayla cukup lama di kamar mandi. Kenangan tadi malam telah menyita pikirannya karena setiap saat Nayla masih teringat dengan kejadian itu.

__ADS_1


__ADS_2