Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Kekasih Ideal 100%


__ADS_3

Setelah kepulangan orang tuanya, Jino segera menatap penuh selidik ke arah sang istri. Celine merasa salah tingkah di tatap oleh Jino.


"Kamu kerjain mama tadi, ya?" tanya Jino penuh selidik membuat Celine gugup.


Wanita cantik itu menggigit bibirnya tak berani menatap ke arah sang suami. Dia tidak tahu harus menjawab apa karena memang dia mengusili mertua kampretnya itu.


"Eng-gak!" bohong Celine berbalik ingin masuk ke dalam kamar guna menghindari sang suami.


Jino mencekal tangan sang istri lalu merangkul pinggang nya posesif mengikis jarak antara keduanya.


"Jangan bohong, nanti hidung kamu tambah mancung ke dalam!" balas Jino seraya menjepit hidung sang istri.


"Apaan sih, Mas. Mana mungkin aku bohong, kamu dengar sendiri kan tadi Tante Mela bilang jus nya manis!" elak Celine berusaha melepaskan pelukan Jino.


Namun, tak bisa karena pria itu memeluk nya erat.


"Tante Mela juga bohong, Sayang! Tinggal ngaku aja apa susahnya hemm? Kamu kerjain mama tadi, 'kan?" tanya Jino ulang membuat Celine mau tak mau menganggukkan kepalanya.


"Iya, maaf! Habis aku sakit hati denger omongan mama! Masa menantu sendiri di hina miskin!" sungut Celine berkata jujur mengeluarkan isi hatinya.


"Emang kamu miskin, 'kan!" seloroh Jino santai membuat hati Celine terasa sakit.


Wanita cantik itu menatap tajam wajah sang suami yang tampak tak merasa berdosa setelah berbicara hal menyakitkan bagi nya.


Jino membelai pipi sang istri, dia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik sang istri.


"Lahir dari keluarga miskin itu bukan aib! Jadi, untuk apa harus malu dan sakit hati saat di hina miskin? Cukup akui bahwa kamu memang miskin, tapi bukan berarti kamu terus hidup miskin! Banyak cara untuk bangkit dari kemiskinan dan menjadi kaya!"


"Salah satunya menikah dengan orang kaya! Seperti kamu saat ini. Makanya kamu harus banyak-banyak bersyukur! Karena dapat suami yang cinta mati sama kamu, kaya raya, tampan, baik, dan yang paling penting aku juga sayang sama keluarga kamu!"


Jino tersenyum angkuh memuji dirinya sendiri membuat Celine yang tadinya terpana dengan kata-kata bijak sang suami pun berubah menjadi kesal.


Celine mencubit pinggang sang suami yang sangat pandai memuji diri sendiri dan menyombongkan diri di hadapannya membuat Jino meringis kesakitan.


Ah.


"Sakit, Sayang! Ih … lama-lama kamu mirip kepiting, dikit-dikit main cubit!" dengus Jino melepaskan pelukannya dan mengelus pinggangnya yang terasa perih.


"Habis kamu sih, ngeselin banget jadi suami!" sungut Celine dengan raut wajah merajuk membuat Jino terkekeh geli.


"Emang bener kan! Harusnya kamu bersyukur, tidak semua wanita seberuntung kamu bisa punya suami yang nyaris sempurna seperti aku!"

__ADS_1


Lagi dan lagi Jino menyombongkan dirinya sendiri. Bersikap tengil membuat Celine mendengus kesal. Memang tak dapat di ragukan lagi kepercayaan diri sang suami yang terlalu over tinggi.


"Beruntung kalau kamu lagi baik begini, tapi buntung kalau kamu berubah jadi jahat!" ketus Celine teringat sosok Jino yang amat menyeramkan bila sedang marah.


Jino yang mendengarnya pun memutar bola matanya malas. Dia tak menampik perkataan Celine karena memang benar dirinya sangat menyeramkan bila sedang marah.


"Aku jahat kalau kamu buat aku marah, Sayang. Tapi, kalau tidak ya aku tetap baik!" jawab Jino santai seraya menarik tangan Celine membawa wanita cantik itu ke dapur.


"Kamu mau buat apa, Mas?" tanya Celine pada Jino yang kini membuka kulkas.


"Sarapan! Kita 'kan belum sempat sarapan tadi! Kamu mau sandwich, Sayang? Cuma ini yang ada, atau tidak kita sarapan di luar aja?" tanya Jino perhatian membuat hati Celine menghangat.


Suaminya itu bila sedang baik memang sangat perhatian dan romantis. Selalu mementingkan kesehatan dan pola makannya.


"Sandwich aja, Mas! Aku males keluar hari ini, nanti malam aja kita dinner di luar!" ujar Celine membuat Jino tersenyum penuh arti.


"Iya, nanti malam aja kita dinner!" balas Jino tersenyum manis.


'Sekalian cek in hotel!' tambah batin Jino tersenyum mesum.


Pria tampan itupun membuat sandwich sederhana untuk dirinya dan Celine. Tak lupa wanita itu menyeduh kopi untuk sang suami dan susu untuk dirinya.


Mereka menyantap sarapan dengan khidmat di halaman belakang rumah seraya menatap pemandangan indah hutan di belakang rumah Jino.


"Ini benar-benar seperti mimpi! Kehidupan ku yang dulunya miskin dan serba kekurangan berubah menjadi kaya dan serba ada!"


"Dulu sebelum mengenal Mas Jino, aku bekerja seperti babu yang tak kenal waktu! Gaji ku setiap bulan kugunakan untuk membayar uang kontrakan dan membantu Selena cuci darah!"


"Tapi, sekarang? Semuanya berubah, aku bekerja tanpa harus memikirkan itu semua! Karena ada Mas Jino yang menanggung semua beban keluarga ku!"


"Di satu sisi aku beruntung memiliki nya, namun di sisi yang lain aku takut terlalu bergantung padanya!"


Celine menatap wajah sang suami dari arah samping.


"Aku tahu aku tampan, Sayang! Pandang sesukamu, tapi ingat! Jangan pernah pandang pria lain seperti kamu memandang ku!" ujar Jino lembut menoleh ke arah Celine membuat pipi wanita itu merah merona karena ketahuan sang suami.


"Apaan sih, kamu! Narsis banget jadi manusia!" cicit Celine pelan membuat Jino tertawa kecil.


Cup.


Jino mengecup pelipis sang istri dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


"Jangan pernah tinggalin aku apapun yang terjadi!" pinta Jino tiba-tiba serius membuat Celine menatap dalam bola mata sang suami.


"Berjanjilah padaku, Celine!"


Bagai terbius dengan tatapan sang suami membuat Celine menganggukkan kepalanya.


"Aku janji!" jawab Celine lembut.


Jino menarik tengkuk Celine mencium lembut bibir sang istri. Celine membalas ciuman Jino dengan penuh perasaan.


Suasana pagi dan cuaca mendung juga sejuk membuat kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu semakin intens memberikan kehangatan satu sama lain.


***


Sedangkan di lain tempat, seorang wanita cantik dan seksi bertemu dengan seorang pria tampan dan gagah. Keduanya tampak serius dalam membahas rencana mereka.


"Aku sangat tertarik pada Celine! Aku sangat ingin memilikinya, mencicipi tubuhnya! Ah … aku sudah tidak sabar!" ujar pria itu tersenyum iblis.


"Sama, aku juga tidak sabar bisa memiliki Jino seutuhnya!" balas wanita itu tersenyum kejam.


Kedua manusia itu memiliki niat busuk untuk meretakkan rumah tangga Celine dan Jino. Saling tertarik pada milik orang lain membuat mereka terobsesi untuk memisahkan Celine dan Jino.


Yang pria menyukai Celine dah yang wanita tertarik pada Jino.


Entah apa rencana mereka berdua, yang jelas sangat tak baik untuk Celine dan Jino.


*


*


*


Bersambung.


Wkwkwkwk 🤣🤣 kali ini bukan hanya bibit pelakor, tapi pebinor pun author masukin.


Mari kita lihat sekuat dan sehebat apa sosok Jino juga Celine mempertahankan rumah tangga mereka!!


Tenang … aman bawang.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2