Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Bukan Sekedar Cinta


__ADS_3

Seperti yang di katakan oleh Jino tadi pagi, dia akan mengajak istrinya makan malam di luar. Celine berpenampilan anggun membuat Jino semakin jatuh dalam pesona istrinya.


"Mas, apa aku cantik?" tanya Celine t tsipu malu saat semua mata pengunjung restoran menatap ke arahnya.


Jino yang mendengarnya pun tersenyum kecil. Dia berbisik pelan di telinga sang istri.


"Kamu cantik, mirip Melisa!" bisik Jino membuat rona di pipi Celine seketika memudar. Hatinya sakit saat sang suami kembali menyamakan dirinya dengan Melisa.


Celine menghela nafas berat, dia berusaha tak memikirkan ucapan Jino, karena sadar tidak ada gunanya cemburu dengan orang yang sudah meninggal.


'Huff … udahlah, Celine. Tidak usah cemburu sama jenazah!' batin Celine berusaha sabar.


Jino menarik kursi untuk Celine, dia mempersilahkan sang istri untuk duduk membuat Celine kembali tersenyum. Dia merasa spesial dengan perlakuan Jino.


"Terima kasih, Sayang," ujar Celine pelan membuat Jino tersenyum kecil.


Pria tampan itu segera duduk di hadapan Celine. Tak berselang lama para pelayan pun tiba menyajikan makanan di atas meja mereka.


Celine terkejut saat melihat maknana yang di hidang adalah makanan kesukaan nya. Ada rendang, dendeng balado dan tauco Pete.


"Mas, i-ni gimana ceritanya kita makan di restoran bintang lima tapi makanan yang di sajikan seperti makanan di rumah makan Padang?" tanya Celine tak percaya membuat Jino tersenyum manis.


Faktanya di restoran tempat mereka datangi tak menyediakan menu kesukaan Celine. Dia sengaja memesannya terlebih dahulu pastinya dengan bayaran mahal.


"Aku tahu kamu tidak suka makanan mewah di restoran bintang lima, makanya tadi siang aku request koki di sini untuk menyiapkan makanan kesukaan mu!" jelas Jino santai membuat Celine merasa terharu.


Wanita cantik itu ingin menangis, matanya sudah berkaca-kaca karena kebaikan sang suami. Jino yang melihatnya pun berdecih sinis.


"Udah jangan nangis! Nanti kalau maskara mu luntur aku tinggalin kamu di sini, biar jadi tukang cuci piring!" ancam Jino membuat Celine tak jadi terharu.


Wanita cantik itu mengerucutkan bibirnya kesal karena Jino sangat menyebalkan. Suaminya itu memang paling tak suka melihat Celine menangis, tidak peduli itu tangis kebahagiaan atau kesedihan.


"Ck … dasar manusia nyebelin!" sungut Celine membuat Jino memutar bola matanya malas.


"Meski nyebelin aku kaya dan tampan, jadi tidak masalah!" jawab Jino santai seraya menyendok nasi ke dalam piring Celine.

__ADS_1


Pria itu yang melayani Celine, bukan sebaliknya. Meski sikapnya menyebalkan tetapi perhatian nya besar, itulah Jino.


Celine tersenyum mu saat semua pengunjung khususnya wanita memandang iri dirinya.


"Nih, makan yang banyak! Biar kamu makin montok!" ujar Jino membuat mata Celine terbelalak.


Apa katanya? Montok? Dengan kata lain Jino mengejek tubuhnya tepos?


"Mas, maksud kamu apa nyuruh aku makan banyak biar montok? Emang tubuh aku selama ini tipis macam triplek, huh?" tanya Celine pelan penuh penekanan membuat Jino menatap lekat wajahnya.


"Aku tahu selama ini kamu diet, Sayang! Kamu takut gemuk karena mengira aku akan cari yang lain 'kan? Apalagi selama ini kamu merasa jadi bayang-bayang Melisa, dia cantik dan tubuhnya seksi! Secara tidak sadar kamu ingin berpenampilan seperti Melisa."


Degg.


Jantung Celine berdetak kencang mendengar ucapan sang suami. Bagaimana bisa Jino tahu semua isi hati dan pikirannya?


"Dulu sebelum kamu tahu tentang Melisa, cara berpakaian mu sederhana tapi elegan! Namun, setelah kamu tahu tentang Melisa, perlahan kamu merubah gaya berpakaian mu menjadi lebih ketat dan seksi!"


Jino menggenggam tangan Celine lembut. Wanita cantik itu gugup, tangannya berubah menjadi dingin.


Cup.


Jino mengecup punggung tangan istrinya lembut dan sedikit lama membuat Celine terdiam sesaat.


"Just be yourself! Cukup wajah kamu yang mirip dengan Melisa, yang lainnya tidak perlu! Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, pakailah pakaian yang nyaman kamu pakai. Makanlah makanan sebanyak yang kamu suka, asalkan sehat! Tidak perlu menjadi Melisa sepenuhnya."


"Kamu cantik saat kamu menjadi diri sendiri!" Jino berkata lembut menatap hangat Celine membuat hati wanita itu seperti di siram air hangat.


"Ke-kenapa kamu tahu semua tentang ku, Mas? Bagaimana bisa kamu sadar perubahan ku secepat ini?" tanya Celine serius dengan suara bergetar menahan tangis.


"Karena aku cinta sama kamu, Sayang. Bukan hanya sekedar mencintai, tapi aku juga mencoba memahami dan mengerti dirimu! Aku selalu memperhatikan gerak-gerik mu baik dalam berpikir atau bertindak! Jadi, sekarang … kamu bebas makan apa saja, tidak usah diet karena itu tidak baik untuk kesehatan tubuh kamu!"


"Oh kalau kamu mau menjaga tubuh kamu agar tetap ramping, aku akan membawa mu ke dokter ahli gizi agar kamu bisa tahu makanan apa saja yang bisa kamu makan atau tidak. Terus aku akan mendatangkan mu instruktur yoga agar tubuh kamu lebih bugar!" jelas Jino panjang lebar membuat Celine benar-benar tak mampu berkata-kata lagi.


Tes.

__ADS_1


Celine meneteskan air matanya. Dia menangis karena kebaikan hati Jino. Suaminya benar-benar tulus mencintai nya, sedangkan Celine hanya bisa mencurigai Juni setiap saat.


"Aku benar-benar jatuh cinta sama kamu, Mas!" ucap Celine dengan suara serak membuat Jino tertawa.


Pria itu bangkit berdiri lalu mencondongkan tubuhnya ke depan mencium kening san istri dengan lembut.


"Udah, jangan nangis lagi! Nanti aku beneran tinggalin kamu di sini kalau riasan wajah mu luntur!" ancam Jino membuat Celine tersenyum dengan mata berair.


"Iya-iya!" Celine menghapus air matanya. Mereka berdua pun segera menyantap makan malam dengan penuh khidmat.


***


"Pelayan!" panggil pria tampan pada sosok wanita berpakaian pelayan.


"Iya, Pak!"


"Tolong berikan bunga ini untuk wanita cantik itu! Katakan ini dari kekasihnya. Tapi, jangan beritahu kalau ini pemberian saya!" ujar pria tampan itu serius seraya memberikan bunga sekaligus tips untuk wanita itu.


"Baik, Pak!"


Pria tampan itu tersenyum kecil menatap ke arah Celine dan Jino yang sedang asik menyantap makan malam.


"Drama akan di mulai! Aku ingin lihat berapa lama Celine bertahan dengan suami bipolar seperti mu, Jino! Ha ha … tentunya tidak akan lama karena tidak ada wanita yang mau hidup bersama dengan monster seperti kamu!" gumam nya tersenyum kejam.


*


*


Uhuyyy … author triple up nih, apa nggak ada yang mau vote atau kasih kopi biar kagak ngantuk?? 🌚🌚🌚


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2