Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Dendam Nayla


__ADS_3

Jino yang tadinya merasa sangat senang karena tak sabar ingin pulang bertemu dengan istrinya pun berubah kes dan murka ketika melihat Nayla berdiri menyandarkan punggungnya di pintu mobil nya.


Nayla yang melihat kehadiran Jino pun tersenyum lebar. Dia sudah lama menunggu kehadiran pria itu karena ingin berduaan dengan Jino.


"Hai, Ji–." 


Belum sempat Nayla menyapa Jino, pria itu sudah lebih dulu mencekik lehernya, dia terkejut menatap tak percaya Jino yang kini berada di hadapannya. Merasa sangat ketakutan dirinya sekarang.


"Ah … Ji, lepasin! Sa-sakit! Uhuk …" Nayla memukul tangan Jino berharap pria itu melepaskan cekikan nya. 


Jino menyatukan keningnya dengan kening Nayla. Pria tampan itu menatap murka Nayla, tak ada lagi rasa cinta dalam hatinya untuk wanita itu.


Begitulah Jino, bila sudah mencintai maka dia akan mencintai dengan tulus. Namun, saat cintanya dikhianati maka jangan harap Jino akan mencintai orang itu untuk dua kali.


"Kamu sengaja, 'kan, menelponku untuk membuat istriku cemburu dan marah! Kamu ingin merusak rumah tangga ku, 'kan?!" bentak Jino tanpa basa-basi menuduh Nayla.


Pria itu bukanlah pria bodoh yang begitu mudahnya jatuh cinta kembali pada wanita yang mengkhianati nya. Dia tahu betul maksud kedatangan Nayla dalam hidupnya pasti untuk merusak rumah tangga nya.


Nayla menangis karena Jino terlihat sangat menakutkan.


"Eng-gak," jawab Nayla susah payah dengan nafas yang tersengal-sengal. Saat Jino merasakan Nayla semakin lemah barulah pria itu menghempaskan Nayla ke lantai.


Uhuk uhuk.


Nayla terbatuk-batuk, dia menghirup udara dengan rakus untuk bernafas. Wanita itu menangis menatap ketakutan Jino yang terlihat sangat mengerikan.


Jino benar-benar seperti monster. 


"Kamu jahat, Ji?! Aku benci sama kamu?!" ujar Nayla seraya menangis sesenggukan menatap Jino yang berdiri di hadapannya dengan raut wajah mengerikan.


Jino tersenyum devil, pria itu menyeringai menatap lekat wajah Nayla yang memerah menahan amarah dan tangis.


Kemudian pria itu menekuk kaki kanannya mensejajarkan tinggi nya dengan Nayla. Dia mengusap puncak kepala Nayla dengan lembut.

__ADS_1


"Aku tidak peduli kamu benci atau cinta sama aku! Karena itu tidak berarti apa-apa bagiku … sudah aku bilang, jangan pernah temui aku! Tapi, kamu malah ngeyel. Begini kan jadinya … kamu hampir mati konyol  gara-gara aku?!"


Jino tertawa cekikikan seperti psikopat menatap Nayla dengan tatapan mengerikan nya. Wanita cantik itu benar-benar menangis dan ketakutan, dia menghindar agar Jino tak menyentuh kepalanya lagi.


"Hari ini kamu aku cekik?! Tapi, tidak menutup kemungkinan bila nanti saat kamu datang menemui ku atau mengganggu rumah tanggaku, leher jenjang mu ini akan lepas dari tubuhmu?!" bisik Jino dengan suara beratnya sesekali pria itu tertawa kecil.


Nayla yang mendengarnya pun merinding, tak menyangka pria yang dulunya memuja dirinya kini berubah menjadi pria monster yang amat menakutkan.


Dia mengira akan sangat mudah membuat Jino balikan dengannya. Hanya bermodalkan air mata dan rayuan, namun Nayla tak di beri kesempatan oleh Jino untuk menggoda.


"Kamu seperti monster," balas Nayla dengan suara bergetar menahan tangisnya.


Jino tertawa lepas mendengarnya.


" Ha ha … aku tahu itu?! Makanya jangan main-main dengan monster seperti ku. Bisa-bisa kamu mati tanpa ada seorangpun yang tahu!" balas Jino tersenyum iblis lalu bangkit beranjak masuk ke dalam mobilnya.


Tit.


"Minggir! Sebelum aku libas kamu!" ancam Jino membuat Nayla segera bangkit berdiri lalu menyingkir dari sana memberi ruang untuk Jino mengeluarkan mobilnya.


Setelah itu Jino mengedipkan matanya sebelah lalu memasang kacamata hitam dan menancapkan gas mobilnya meninggalkan Nayla di sana.


Pria itu tertawa senang dalam hati karena merasa bahagia sudah memberi pelajaran pada Nayla. Begitulah Jino bila sudah sangat marah. Dia tidak akan tenang sebelum membalas orang-orang yang membuatnya marah.


***


Nayla mendatangi apartemen milik teman tidurnya. Dia ingin mengatur rencana untuk menghancurkan Jino, saat ini bukan lagi merebut Jino. Dia tidak terima dirinya di perlakukan dengan kasar oleh Jino.


Cklek.


Seorang pria tampan baru saja keluar dari kamar mandinya. Sedikit terkejut ketika melihat Nayla sudah duduk di sofa ruang tamunya karena tak menyangka wanita itu mendatanginya magrib begini.


"Hey, Babe. Ada apa? Kenapa mukanya kusut begitu?" tanya si pria kini duduk di sampingnya.

__ADS_1


Pria itu terkejut melihat leher Nayla yang memerah. 


"Nay, leher kamu kenapa?" tanya nya lagi membuat Nayla mengepalkan tangannya erat.


"Ini ulah, Jino!" Nayla pun menceritakan semuanya pada pria itu tanpa ada yang ditutupi. Hatinya merasa murka karena Jino telah berlaku kasar padanya.


Dia tak terima dan berjanji akan membalas Jino.


"Aku mau menghancurkan nya! Kalau perlu aku celakakan istrinya agar dia tahu apa yang aku rasakan saat ini! Ah … aku benar-benar marah, Randy! Aku tidak tahan lagi kalau menunggu terlalu lama."


"Lebih baik kita lakukan rencana inti langsung. Tidak perlu lagi main sembunyi-sembunyi seperti ini!" tukas Nayla tak sabar.


Pria itu adalah Randy, teman kerja Jino yang menyukai Celine sedari dulu. Namun, Jino lebih dulu melamar Celine membuat Randy murka. 


Dia pun mengajak Nayla bergabung untuk merusak rumah tangga Jino. Dia akan merebut Celine dan Nayla merebut Jino.


"Baiklah, kalau begitu kita langsung ke rencana intinya!" balas Randy serius seraya menarik Nayla membawa wanita itu duduk atas pangkuannya.


"Tapi, sebelum itu … aku ingin kamu puaskan pusat inti tubuhku," bisik Randy sensual seraya mengecup leher jenjang Nayla membuat wanita itu m*ndesah.


Ah.


*


*


Kasihan banget si Nayla wkwkwkwk 🤣🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2