
Hati Jino seperti di tusuk ribuan jarum. Dari lubuk hati yang dalam berbisik melarang dan mencela keputusan Jino untuk menggugurkan kandungan istrinya.
Namun, ego, rasa takut, trauma masa lalu, juga bisikan iblis di dalam hatinya membuat nya buta.
"Ini tidak akan sakit, Sayang!" Jino segera memasukkan obat tersebut ke dalam mulutnya lalu mencium paksa bibir Celine.
Celine menutup bibirnya rapat, Jino merebahkan tubuhnya ke atas ranjang. Lalu menggigit bibir Celine hingga berdarah membuat wanita cantik itu membuka mulutnya.
Plak.
Celine memukul dada bidang Jino, mendorong dan mencakar wajah suaminya berharap pria itu menghentikan niatnya.
Hingga obat tersebut tertelan ke dalam kerongkongan Celine barulah Jino melepaskan ciuman tersebut.
Segera saja Celine menendang adik kecil Jino membuat pria itu terjungkal ke lantai. Celine memasukkan jarinya ke dalam mulut menyentuh kerongkongan nya berusaha memuntahkan obat tersebut.
Uhuk uhuk.
Berhasil!
Celine berhasil memuntahkan tiga butir obat, namun satu butir obat tak kunjung keluar.
Jino yang melihatnya pun terkejut.
"Sayang, jangan di muntah kan?!" bentak Jino murka.
__ADS_1
Brak.
Pintu kamar di buka paksa, Junior, Margaret dan lima bodyguard masuk ke dalam kamar. Jino tentu saja merasa terkejut melihat kedatangan orang tuanya.
"Ya Tuhan, menantu gembel ku?!" jerit Margaret panik ketika melihat penampilan Celine yang amat menyedihkan. Wanita itu terus memasukkan jarinya ke dalam mulut memaksa obat tersebut keluar.
"Kamu keterlaluan, Jino?!" bentak sang ayah lalu menghadiahkan Bogeman mentah ke wajah anaknya.
Margaret berusaha mencekal tangan Celine agar tak lagi memasukkan jarinya nya ke dalam kerongkongan.
"Hey, berhenti! Jangan sakiti dirimu sendiri!" pinta Margaret khawatir namun Celine menepis nya. Wanita itu menangis sesenggukan.
"Ah … anak ku! Hiks … anak ku!" Celine menangis seraya memukul tengkuknya agar satu obat lagi keluar.
Margaret tak tahu apa yang terjadi. Tetapi, yang dia tahu saat ini Celine harus di bawa ke rumah sakit.
Salah satu dari mereka segera menggendong Celine. Jino yang melihatnya pun tak terima istrinya di sentuh orang.
"Jangan sentuh istriku, sialan!" murka Jino ingin menyerang bodyguard tersebut namun Junior lebih dulu menendang perut anaknya.
"Kamu sudah kelewatan, Jino?! Kalau sampai terjadi sesuatu pada Celine, Papa akan paksa kamu melakukan terapi medis lagi agar bipolar mu itu sembuh!" bentak Junior marah.
"Aku tidak gila, Pa. Aku tidak butuh psikiater!" teriak Jino lalu ingin berlari mengejar istri nya.
Junior memberi kode pada bodyguard nya, segera saja salah satu di antara mereka mencekal.tangan Jino lalu menancapkan suntikan penenang ke leher Jino. Membuat pria itu ambruk tak sadarkan diri.
__ADS_1
"Ikat dia, jangan biarkan dia lolos!" titah Junior dingin.
"Baik, Tuan!"
***
Celine mencengkram perutnya yang terasa sakit, Margaret menangis karena khawatir. Dia memeluk Celine erat seolah memberikan kekuatan pada menantu miskin yang selama ini ia hina.
Margaret memang tak menyukai Celine karena miskin. Tetapi, bukan berarti dia bahagia melihat Celine di lukai anaknya.
"Bertahanlah, kamu miskin pasti kuat!"Ujar Margaret panik membuat Celine yang sedang kesakitan pun mengumpat kesal dalam hati.
'Apa hubungan nya miskin sama kuat, Juminten?' batin Celine mengumpat kesal.
*
*
*
Wkwkwkwk 🤣🤣 emang di kiranya orang miskin bukan manusia kali ya 🤣🤣
Jangan benci Jino ya, Bun. Soalnya nggak mudah jadi karakter Jino yang bipolar.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰