Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Ketakutan Celine


__ADS_3

Celine bangkit berdiri melangkah cepat mendekati sang suami lalu menghadiahkan tamparan keras pada pipi Jino membuat wajah pria tampan itu terpental ke samping menunjukkan tamparan tersebut amatlah keras.


Plak.


"Tega kamu suruh aku minum obat penggugur kandungan, Mas?! Tega kamu, Mas … tega kamu?!" bentak Celine dengan suara meninggi, bergetar suaranya menunjukkan amarah Celine amatlah besar.


Nafasnya naik turun saking marahnya pada sang suami. Hancur hatinya teringat bagaimana penantian nya menunggu kehadiran buah hati, lalu dengan gampang nya Jino berniat membunuh janin nya dengan cara licik.


Jino menggenggam tangan Celine. Mata pria itu memerah menahan tangis, dia berusaha tegar di hadapan istrinya.


"Sayang, aku hanya ingin kamu baik-baik saja! Nanti kalau kamu hamil, tubuh kamu akan terasa lemah, kamu akan mual-mual dan selera makan mu akan berkurang! Itu tidak baik untuk kesehatan mu … itulah ala–,"


Belum sampai Jino mengakhiri perkataan nya, Celine lebih dulu menyela dan menghempaskan tangan Jino.


"Itulah alasannya kamu menyuruhku minum obat penggugur kandungan begitu, Mas?! Apa kamu kira kalau aku keguguran aku bakal baik-baik saja? Kesehatan ku tidak akan bermasalah iya?! Goblok kamu, Mas?!"


"Ke mana otak kamu, huh?! Seharusnya kamu mikir kalau aku keguguran, bukan hanya janin aku yang mati, aku pun bisa mati karena pendarahan?!" umpat Celine dengan nada suara tinggi.


Wanita itu memukul dada bidang Jino dengan keras, dia meluapkan semua rasa kesal, marah dan kecewanya dengan cara memukul sang suami.


Celine menangis sesenggukan terus memukul Jino. Pria tampan itu menahan tangan Celine lalu mendorong Celine ke dinding dan menghimpit tubuh sang istri.


Dia mencengkram kedua tangan Celine. Pria tampan itu menyatukan keningnya dengan kening sang istri. Dia ikut menangis namun tampang Jino sangatlah mengerikan.


"Lepasin?!" teriak Celine berusaha memberontak namun Jino semakin merapatkan tubuhnya tak memberikan jarak dan peluang untuk Celine.


"Tidak?! Kamu harus dengerin perintah aku, Sayang. Kamu harus gugurin kandungan kamu! Aku tidak mau kamu sakit-sakitan karena mengandung anak aku seperti Melisa dulu, Sayang! Tolong ngertiin perasaan aku … aku tidak mau kamu kenapa-kenapa?"


Jino berkata dengan nada lembut, dia ikut meneteskan air matanya sama seperti Celine.


Jino ketakutan!


Jino trauma di tinggalkan oleh orang yang ia cintai.

__ADS_1


Celine yang mendengar alasan Jino pun murka. Dia berteriak keras di hadapan wajah Jino.


"AKU BUKAN MELISA, MAS?! AKU CELINE, WAJAH KAMI MEMANG MIRIP TAPI TAKDIR KAMI BERBEDA?!" jerit Celine memberontak berhasil mendorong Jino.


Dia menatap tajam ke arah Jino. Air matanya tak berhenti turun karena memang hatinya terasa sangatlah sakit. Kecewa Celine terhadap Jino sebab pria tampan itu kembali menyamakan dirinya dengan Melisa.


"Aku bukan Melisa, Mas?! Berhenti memikirkan yang tidak-tidak, mungkin wajah ku dan dia memang mirip, tapi masa lalu juga masa depan kami berbeda?!"


"Sampai kapanpun aku tidak akan menggugurkan kandungan ku walaupun kamu memaksa ku. Lebih baik kamu buang jauh-jauh pikiran negatif mu itu, Mas?! Bila memang suatu saat nanti aku meninggal karena pendarahan, itu sudah menjadi takdir ku!" tegas Celine dengan suara bergetar membuat Jino murka.


Pria tampan itu membanting semua skincare yang berada di dalam kamar mandi. Pria tampan itu sedang di liputi rasa takut dan trauma masa lalu.


Bayang-bayang wajah Melisa kesakitan selama masa kehamilan membuat pria tampan itu takut bila Celine merasakan apa yang mendiang istrinya rasakan.


Akk.


Brakk.


Celine pergi keluar kamar mandi karena merasa takut dengan amarah Jino yang meletup-letup.


Celine ketakutan, dia merasa terancam berada di dekat Jino. Wanita cantik itu takut sesuatu yang buruk terjadi pada kehamilan nya.


Buru-buru Celine mengambil ponselnya ingin menghubungi sang ayah agar menjemputnya.


"Mau apa kamu, Celine?!" tanya Jino dengan suara tinggi membuat Celine menatap takut dirinya.


"Aku mau pulang ke rumah ayahku, Mas?! Aku tidak mau tinggal bersama monster seperti mu?!" jawab Celine menatap takut Jino.


Namun, sebelum itu Jino sudah lebih dulu datang dan merebut ponselnya lalu menghancurkan ponsel Celine.


Brak.


"Jangan harap kamu bisa pergi dariku, Celine!" ujar Jino dengan nada dingin membuat Celine menutup mulutnya tak percaya menatap ponselnya yang hancur.

__ADS_1


Tiba-tiba ponsel Jino yang berada di meja nakas berdering. Jarak Celine dengan ponsel Jino sangatlah dekat. Dia dapat melihat nama 'Papa' tertera di layar.


Dengan cepat Celine mengangkat ponselnya lalu berteriak minta tolong.


"Halo–,"


"Papa, tolongin Celine?!" jerit Celine cepat membuat Jino segera merampas ponselnya lalu membuang ke sembarang arah.


"Sutt … don't cry my little girl! I will not hurt you," bisik Jino pelan seraya tersenyum psikopat membuat tubuh Celine bergetar ketakutan.


(Sutt … jangan menangis gadis kecilku! Aku tidak akan menyakiti mu)


Celine menggelengkan kepalanya berjalan mundur karena Jino melangkah mendekatinya.


Tangisnya tak lagi bersuara menandakan dirinya benar-benar ketakutan. Bahkan kerongkongan nya terasa tercekat tak mampu mengeluarkan suara apapun.


"Hiks."


Hap.


Jino memeluk erat tubuh Celine lalu berbisik di telinganya.


"Kamu minum obat ya, Sayang! Biar kamu tidak sakit, asal kamu tahu, aku tidak butuh anak … cukup kamu dan aku saja lalu kita hidup bahagia menua bersama," bisik Jino pelan membuat tubuh Celine bergetar hebat.


'Ya Allah tolong hamba,' batin Celine menjerit ketakutan.


*


*


Uuuh horor banget ini di Jino 🌚🌚


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2