
Saat sedang asik menyantap makan malam, seorang pelayan tiba-tiba datang memberikan karangan bunga untuk Celine.
"Mbak, ini ada bunga dari kekasihnya!" ujar pelayan itu kemudian berlalu begitu saja.
Degg.
Raut wajah Jino berubah masam. Pria tampan itu mengepalkan tangannya erat, dadanya bergemuruh hebat membayangkan lelaki yang di sebut kekasih Celine.
Berbeda dengan Celine yang salah tanggap, mengira bunga tersebut pemberian Jino. Dia tersenyum manis seraya menghirup aroma harum bunga tersebut.
"Kamu sweet banget sih, Mas! Pake acara nyuruh pelayan kasih aku bunga segala!" ujar Celine lebih dulu membuat Jino yang tadinya ingin mengamuk terpaksa mengurungkan niatnya.
Pria tampan itu tersenyum paksa.
"Iya!" Jino melonggarkan dasinya karena merasa gerah. Wajahnya merah padam meski senyuman manis terpasang di wajahnya.
Tangan Jino bergetar membuat sendok di tangannya goyang. Hal itu membuat Celine heran.
"Mas, are you okay?" tanya Celine khawatir melihat suaminya seperti sedang gelisah.
Tingkahnya persis seperti sedang menahan amarah. Karena memang Jino bila sedang berusaha menahan emosinya tangannya pasti bergetar. Akan berhenti bila Jino menghancurkan barang atau memukul orang.
__ADS_1
"Maaf, Sayang. Sepertinya kita harus pulang sekarang! Karena aku tidak enak badan!" ujar Jino dengan suara berat membuat Celine tak banyak tanya.
Dia hanya merasa bingung, gerangan apakah yang membuat suaminya berusaha menahan amarah seperti ini.
Apakah ada sesuatu yang salah? Atau ada orang yang membuat sang suami marah?
Tanda tanya besar dalam benak Celine.
"Baik, Mas. Aku pun udah kenyang, lebih baik kita pulang karena sepertinya sebentar lagi akan turun hujan! Lagian besok kita harus kerja, ada jadwal meeting dengan klien luar negeri!" jelas Celine panjang lebar membuat Jino menganggukkan kepalanya.
Pria tampan itu tidak banyak menjawab karena mood nya benar-benar rusak. Entah siapa yang berani mengirimkan karangan bunga untuk istrinya.
Apakah Celine selingkuh?
"Tidak mungkin Celine selingkuh, aku tampan, kaya dan baik! Aku tidak.punya kekurangan. Jadi, tidak mungkin dia selingkuh," gumam Jino pelan.
Pria tampan itu menggenggam tangan sang istri erat. Membuat Celine sedikit meringis karena pergelangan tangannya sakit.
"Mas, sakit!" lirih Celine membuat Jino sadar dan segera meminta maaf.
"Maaf, Sayang. Aku tidak sengaja," ujar Jino penuh sesal.
__ADS_1
Sebelum mereka masuk ke dalam mobil, Jino lebih dulu merampas bunga dari tangan Celine lalu membuangnya ke dalam tong sampah.
"Mas, kenapa di buang bunganya?" tanya Celine kaget.
"Aku tidak suka aromanya yang mirip kembang tujuh rupa!" jawab Jino santai lalu mendorong Celine masuk ke dalam mobil.
"Ih ada-ada aja kamu, Mas. Aku udah cium tadi, aroma nya wangi banget, kok! Jelas beda sama harum bunga kembang tujuh rupa!" sanggah Celine membuat rahang Jino mengeras.
"Aku bilang tidak suka ya tidak suka, Celine?!" sentak Jino dengan suara meninggi membuat Celine tersentak.
Wanita cantik itu menutup mulutnya berusaha menahan tangisnya. Baru saja dia bahagia karena perlakuan manis Jino tadi, namun harus kembali terluka karena bentakan suaminya.
Dia membuang wajahnya menatap keluar jendela. Tangannya masih di genggam erat oleh Jino, tak berniat untuk melepaskan tangan sang istri.
"Aku tidak bermaksud membentak mu, Sayang! Hanya saja saat ini aku ingin kamu patuh padaku. Sepertinya ada orang iseng yang ingin menggoyahkan rumah tangga kita," batin Jino merasa bersalah.
*
*
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏