Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Wanita Pembawa Luka


__ADS_3

Jino terkejut saat melihat wanita yang tak asing baginya. Dia tak menyangka bertemu kembali dengan wanita yang menyakitinya di masa lalu.


Wanita pemberi luka, setelahnya meninggalkan Jino dengan trauma besar. Sampai-sampai Jino melakukan percobaan bunuh diri karena depresi dan bipolar nya kambuh.


Hingga dia bertemu dengan Melisa, barulah Jino membaik karena kebaikan dan ketulusan Melisa mampu mengobati luka Jino.


Itulah sebabnya Jino sangat-sangat mencintai Melisa. Sebab wanita itu berarti baginya.


"Nayla," gumam Jino terkejut lalu berdiri. Segera saja dia berbalik ingin kembali masuk ke dalam mobilnya. Dia tak berniat membantu wanita pemberi luka itu.


Namun, hati kecilnya menjerit tak tega. Jino menghela nafas berat. Dia memejamkan matanya sesaat.


"Huff … anggap saja ini bentuk rasa empati ku sebagai manusia!"


Jino pun berbalik lalu menolong Nayla. Dia membawa wanita itu masuk ke dalam mobilnya.


Perlahan pemilik bulu mata lentik itu sadar. Dia menoleh ke arah Jino membuat pria itu terhenyak saat tatapan matanya bertemu dengan Nayla.


Ekhm.


Jino berdehem keras guna menghilangkan kecanggungan di antara mereka. Dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Mau ke rumah sakit atau ke mana? Aku akan mengantarmu," ujar Jino dengan nada dingin tanpa menoleh ke arah Nayla.


Wanita cantik itu pun tersenyum kecil, paham dengan raut wajah Jino yang masam.


"Antar ke apartemen ku saja," balas Nayla pelan nyaris tak terdengar.


Jino pun tak membalasnya lagi. Dia fokus mengemudikan mobil Fortune nya menuju apartemen milik Nayla.


Ada rasa aneh menjalar dalam hatinya ketika tiba di lokasi apartemen Nayla. Teringat dengan jelas bagaimana dulu dia sering ke sini. Menghabiskan waktunya bersama Nayla dengan hati berbunga-bunga karena Nayla adalah cinta pertamanya.


"Kamu bisa masuk sendiri?" tanya Jino datar membuat Nayla menganggukkan kepalanya.


Pria itu benar-benar cuek, bahkan dia tak bertanya mengapa Nayla sampai bisa pingsan.


"Terima kasih," balas Nayla pelan lalu keluar dari mobil Jino berjalan dengan langkah tertatih.


Jino menyalakan mesin mobilnya lagi, namun …

__ADS_1


Bugh.


Nayla terjatuh membuat Jino segera turun dari mobil dan mau tak mau ia menggendong Nayla ala bridal style. Sebuah senyuman samar terpasang di wajah Nayla saat jarak wajahnya dan Jino sangat dekat.


"Kamu masih saja peduli padaku! Dan aku sangat berterima kasih padamu," ujar Nayla pelan lalu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Jino karena tubuhnya tinggi seperti Jino.


Berbeda dengan Celine yang tingginya hanya sebatas pundak Jino.


Gleg.


Jino menelan ludahnya kasar. Dia mengeraskan rahangnya. Entah apa yang dipikirkannya tetapi itu bukanlah hal yang baik.


"Password nya," kata Jino saat mereka sudah tiba di pintu apartemen Nayla.


"121212," balas Nayla membuat Jino terhenyak lalu menatap ke arah nya. Tatapan mereka berdua bertemu, kata sandi apartemen Nayla masih sama seperti dulu saat mereka masih pacaran.


Tanggal tersebut tak lain adalah tanggal jadian mereka. Tanggal 12 Desember, tahun 2012.


Buru-buru Jino membuang jauh rasa senang nya karena Nayla masih mengingat tanggal jadian mereka. Rasa sakit yang di berikan oleh wanita itu sangatlah besar.


Cklek.


"Ke kamar aja, Ji." Nayla berkata pelan menyuruh Jino menghantarkan nya masuk ke dalam kamar.


Jino tak menuruti nya, dia kekeh meletakkan tubuh Nayla atas sofa panjang.


"Tidak sopan pria beristri masuk ke dalam kamar wanita lain dan tidak etis seorang wanita menyuruh pria beristri masuk ke dalam kamarnya!" tegas Jino dengan nada dingin membuat wanita itu terkejut.


Degg


Buru-buru dia menormalkan ekspresi nya. Jino tak berkata lagi, dia segera beranjak ingin segera meninggalkan apartemen Nayla.


"Jangan pulang dulu!" ujar Nayla dengan nada keras membuat Jino berhenti.


"Setidaknya ganti pakaian mu, nanti kamu sakit bisa sakit kalau pulang dengan pakaian basah!"


"Aku masih menyimpan beberapa pakaian milikmu di lemari!"


Jino mengepalkan tangannya erat. Pria tampan itu merasa sangat muak mendengar ucapan Nayla. Gara-garanya dia mengingat kembali masa-masa nya bersama dengan Nayla dulu.

__ADS_1


Manis di awal hubungan lalu berakhir dengan menyakitkan.


"Berhentilah bersikap seolah-olah kita berdua masih seperti dulu, Nay. Tidak usah memberi perhatian padaku, jangan juga mengkhawatirkan keadaan ku."


"Walaupun aku sakit, sudah ada istriku di rumah yang dengan senang hati merawat ku?! Ingat! Kita berdua tak lebih dari orang asing. Seperti katamu dulu! Kalau kita bertemu anggaplah seolah-olah kita tidak saling kenal!"


Jino berkata tegas menusuk ke dalam hati Nayla. Tak menyangka pria yang dulunya lembut dan baik bisa berubah menjadi pria kasar tak berperasaan.


"Lalu kenapa kamu mau menolong ku?" tanya Nayla dengan suara bergetar menahan tangisnya.


"Karena orang tua ku mengajarkan ku untuk menolong orang yang sedang membutuhkan pertolongan! Hanya itu … tidak lebih!" balas Jino dengan nada sarkas membuat Nayla mengepalkan tangannya erat.


Tanpa berkata-kata lagi Jino segera keluar dari apartemen Nayla. Dia mengabaikan suara teriakan Nayla, pria tampan itu mengeraskan rahangnya.


Prang.


Nayla melemparkan pot bunga kristal ke dinding sehingga menimbulkan suara pecahan kaca.


"Akkk …" teriak Nayla kesal karena Jino tidak memperdulikan nya.


***


Jino mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Bola matanya memerah teringat pengkhianatan Nayla dulu. Wanita itu pergi meninggalkannya dulu saat dirinya berada di titik terendah.


"I hate you, Nayla!" ucap Jino pelan dengan suara bergetar menahan amarah mencengkram erat setir mobilnya.


*


*


Maaf author telat up ya, Guys … selamat merayakan hari maulid Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.🥰🥰🌹🌹 Perbanyak sholawat agar kita berpeluanh mendapatkan syafaat Rasulullah di Padang Mahsyar nanti.


Oh iya … tolong follow t1k tok author yah @Nona Miskin. Banyak kata-kata mutiara di sana 🌹🌹🌹


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2