
Suasana makan malam terasa hening. Margaret yang biasanya selalu sibuk berbicara kini berubah menjadi pendiam. Dia masih teringat isi surat dari pria asing itu.
Wanita tua itu melihat Celine yang sedang menyuapi Jino makan. Memang anak dan menantunya tak segan menunjukkan keromantisan mereka. Semenjak Celine hamil, dia tak lagi malu.
Mungkin karena hormon kehamilan membuat perilaku Celine lebih berani dan berjiwa bebas.
"Mau tambah lagi, Mas?" tawar Celine lembut, di balas gelengan oleh Jino.
"Aku udah kenyang, Sayang," balas Jino seraya mengelus perutnya yang tampak sedikit membuncit karena ulah Celine.
Setiap Celine tidak menghabiskan makanan yang dia idamkan nya itu, Celine akan menyuruh Jino untuk menghabiskan nya.
"Ji, ada hal penting yang ingin Mama bicarakan. Sekarang kamu ikut mama ke halaman belakang!" ajak Margaret dengan serius membuat Jino mengernyit dagunya heran. Pria tampan itu merasa penasaran hal apa yang ingin ibunya bicarakan.
"Baik, Ma." Jino menganggukkan kepalanya lalu mengikuti langkah ibunya ke halaman belakang.
***
"Mama mau ngomong apa?" tanya Jino penasaran menatap ibunya serius.
Margaret memberikan kertas kusut kepada Jino. Membuat pria tampan itu pun langsung membacanya.
Mata Jino terbelalak membaca isi surat tersebut.
Dear, Celine.
Jaga baik-baik calon anak kita, Sayang. Tunggu aku datang dan aku akan membawamu pergi bersamaku. Kita akan hidup bahagia bersama anak kita.
Pria tampan itu mengepalkan tangannya erat, dia teringat kembali sosok yang memberikan bunga untuk Celine saat mereka dinner bersama tempo lalu.
"Kurang ajar?!" desis Jino geram dengan wajah memerah padam. Rahangnya mengeras, tangannya terkepal. Tak sabar ingin bertemu dengan pria itu untuk memberikan pelajaran karena telah berani main-main dengannya.
"Apa Celine punya selingkuhan?" tanya Margaret hati-hati sontak membuat Jino menggelengkan kepalanya.
"Aku yakin Celine tidak selingkuh, Ma. Aku sangat overprotektif menjaga, Celine. Bahkan ponselnya aku sadap! Tapi, tidak ada tanda-tanda Celine selingkuh. Yang paling penting aku juga percaya padanya!" tegas Jino yakin seribu persen kalau sang istri tak pernah selingkuh.
Logikanya menolak Celine selingkuh. Bayangkan saja Jino sangat ketat menjaga Celine, semua pergerakan Celine di pantau olehnya. Jadi, gak mungkin istrinya punya waktu untuk selingkuh.
Tiba-tiba pria itu teringat seseorang. Membuatnya merasa gerah dan terbakar emosi, dia akan mendatangi orang itu untuk memberi pelajaran.
Jino yakin bahwa orang itu yang telah mengganggu rumah tangganya.
__ADS_1
"Sepertinya aku tahu siapa yang mengirimkan surat ini, Ma!" ujar Jino dingin dengan tangan terkepal. Tatapan pria itu memerah menandakan amarah dalam dirinya meletup-letup.
"Siapa?" tanya Margaret penasaran.
"Dia …"
*
*
Jino masuk ke dalam kamarnya, pria tampan itu merasa gundah. Dia melihat sang istri sedang tertawa menonton kartun Naruto di ponselnya, duduk bersandar di tepi ranjang. Perhatian Celine langsung beralih menatap Jino yang baru masuk dengan wajah kusut.
Segera Celine meletakkan ponselnya di atas meja nakas. Dia merentangkan tangannya membuat Jino langsung masuk ke dalam pelukannya.
"Kenapa hemm? Apa ada sesuatu terjadi di kantor?" tanya Celine lembut seraya mengusap puncak kepala suaminya.
"Tidak ada," lirih Jino pelan membuat perasaan Celine tak enak. Suaminya ini tak boleh sedih karena dokter Smith pernah mengatakan :
Penderita bipolar sedih – maka sedihnya akan berlebihan. Bisa dua Minggu, atau yang paling parah mencoba menyakiti diri sendiri.
Bipolar bahagia – akan banyak berbicara, semangatnya berkali-kali lipat, suka tersenyum sepanjang hari.
"Mas, kamu lagi sedih ya?" tanya Celine khawatir tak mendapatkan jawaban dari Jino.
"Aku mohon jangan selingkuh, ya … jangan tinggalin aku! Bisa gila aku kalau kamu pergi dengan pria lain!" ujar Jino tiba-tiba membuat Celine hampir tertawa atau menangis.
"Ya Tuhan, Mas … kamu ini ada-ada aja! Mana mungkin aku selingkuh kalau punya suami baik seperti kamu!" bantah Celine jujur seraya menepuk punggung suaminya yang bergetar.
"Tapi, aku bipolar!" balas Jino dengan suara serak.
"Bipolar kamu 'kan sudah tidak bahaya lagi, Mas. Jadi, untuk apa dipermasalahkan lagi. Asal kamu tahu … aku tidak akan pernah ninggalin kamu hanya karena penyakit bipolar mu. Tapi, aku akan meninggalkanmu kalau kamu selingkuh!" tukas Celine jujur membuat Jino tersenyum lebar.
Dia segera melonggarkan pelukannya lalu menatap wajah Celine dengan tatapan berbinar. Jino tersenyum bahagia seolah mendapatkan pelita hidupnya kembali setelah mendengar ucapan Celine.
"Aku ini pria setia, Sayang. Tidak ada dalam kamusku selingkuh … juga peraturan keluarga besar ku tidak boleh ada yang selingkuh. Kalau ada langsung di coret dalam kartu keluarga!" tegas Jino sungguh-sungguh membuat Celine tertawa cengengesan.
"Satu lagi!"
"Apa?" tanya Jino heran.
"Kalau kamu miskin aku baru pergi ninggalin kamu!" canda Celine membuat Jino langsung tegang.
__ADS_1
"Serius?" tanya Jino dengan raut wajah tegang takut bila sewaktu-waktu bisnisnya bermasalah, menyebabkan kebangkrutan perusahaan.
Celine yang melihat wajah Jino tegang pun tertawa. Dia langsung mencium bibir suaminya.
Cup.
"Aku bercanda, Mas! Tidak mungkin aku meninggalkanmu hanya karena harta. Kamu 'kan hebat dan pintar, jadi walaupun kita miskin nanti, ya tidak bakal miskin-miskin amat!" jelas Celine membuat Jino tertawa senang lalu memeluk erat tubuh istrinya.
*
*
Usia kandungan Celine sudah 7 bulan. Margaret mengadakan pesta syukuran 7 bulanan untuk Celine. Di tambah Jino berhasil memenangkan tender besar membuat keluarga mereka diliputi kebahagiaan berturut-turut.
Pesta di adakan di gedung hotel milik sahabat Margaret. Banyak tamu undangan yang hadir mengucapkan selamat untuk nya karena tidak akan lama lagi menjadi nenek.
"Ini menantu kamu, Jeng?" tanya salah satu teman sosialita Margaret seraya melirik sinis Celine dari atas sampai bawah.
"Iya. Emang kenapa? Ada masalah?" tanya Margaret menatap tajam temannya itu.
"Eh tidak-tidak, Jeng. Aku hanya tanya saja!" ujar wanita tua itu seraya tertawa palsu.
Celine yang melihatnya pun merasa senang karena Margaret sudah menerimanya nya sepenuh hati. Tak lagi malu dengan statusnya yang berasal dari kasta rendah.
Seorang pelayan tak sengaja menumpahkan minuman ke gaun Celine membuat Margaret marah. Jino tidak melihatnya sebab sedang serius mengobrol dengan kolega bisnisnya.
"Kamu ini ya?!"
"Ma, sudah! Tidak apa-apa … kasihan dia, jangan di marahin!" bisik Celine membuat Margaret menghela nafas berat.
Dia pun mengusir pelayan tersebut dadi hadapannya. Sedangkan Celine meminta izin pergi ke toilet.
Celine merasa dirinya di ikuti dari belakang membuat wanita itu segera menoleh ke belakang dan …
Emm.
*
*
Waduh, siapa tuh??
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏