Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Kamu Setannya Mas?!


__ADS_3

Lima bulan berlalu pasca Celine masuk rumah sakit, pernikahan Celine dan Jino berjalan baik. Sikap Jino berubah menjadi lebih baik, peduli dan perhatian pada Celine. Canda dan tawa menghiasi pernikahan mereka berdua.


Celine benar-benar bahagia menikah dengan Jino. Pria tampan itu sangat tahu cara membuat hatinya senang, Celine kembali bekerja sebagai sekretaris Jino karena memang dia ingin menemani Jino bekerja.


"Ah …" Suara lenguhan panjang keluar dari mulut kedua insan yang sedang di mabuk asmara. Mereka berdua baru saja melaksanakan ibadah malam, Jino tersenyum kecil lalu menggulingkan tubuhnya ke samping.


"Kamu puas?" tanya Jino lembut seraya mengelus pipi sang istri yang berkeringat.


"Aku selalu puas, Mas. Kamu hebat banget!" puji Celine manja membuat Jino tertawa bangga.


"Oh tentu, soalnya 'kan aku selalu olahraga dan mereset gaya baru agar kamu tidak bosan!" balas Jino membuat Celine tersenyum malu.


Jino memang tak malu memperlihatkan kemes*man nya pada Celine. Tak jarang Jino bertanya posisi mana yang di sukai oleh Celine hal itu terkadang membuat Celine bersyukur.


Karena Jino memprioritaskan kepuasan batin dan lahir Celine. Tidak ada lagi air mata karena Jino, sudah tergantikan dengan senyuman manis juga tawa kebahagiaan.


"Udah ah … ngomong sama kamu bikin aku diabetes tahu, nggak!" sungut Celine pura-pura merajuk membuat Jino mengernyitkan dahinya.


"Loh, kok bisa diabetes?" tanya Jino heran.


"Iya bisa, karena mulut kamu terlalu manis, tidak baik untuk kesehatan aku!" canda Celine membuat Jino tertawa lepas.


Pria tampan itu selalu saja mudah tertawa mendengar lelucon sang istri. Merasa gemas membuat Jino langsung memeluk erat tubuh istrinya dan menggigit bahu Celine.


"Ah … jangan di gigit, Sayang! Sakit …" rengek Celine manja membuat tubuh Jino kembali menegang karena berhasrat untuk bercinta.


Sontak saja pria tampan itu menindih tubuh sang istri lagi dan kembali memulai serangan nakal yang mampu membuat Celine kembali melenguh.


Alhasil ronde kedua pun terjadi lagi membuat kamar pasangan suami istri itu kembali terdengar suara aneh dan manja.


"I Love you, Celine."


"I love you too, Mas."


***


Celine mendengus kesal saat melihat meja kerja suaminya kosong. Dia terlalu sibuk membantu Jino memeriksa laporan keuangan hingga tak menyadari sang suami telah keluar ruangan.


"Uh … kebiasaan, Mas Jino. Keluar nggak ngomong sama aku," gumam Celine mendengus kesal.


Wanita cantik itu pun beranjak keluar ruangan ingin mencari sang suami. Dia melihat Jino sedang berbicara dengan Randy, saat ingin memanggil Jino, Celine menghentikan langkahnya ketika mendengar topik pembicaraan suaminya.


"Gimana, kamu sudah jatuh cinta sama, Celine?" tanya Randy pada Jino yang sedang berdiri menatap jendela kaca transparan. Mereka melihat gedung pencakar langit yang berdiri di sebelah gedung mereka.


"Aku masih belum mencintai nya, Ran!" jawab Jino datar memandang lurus ke depan.

__ADS_1


Celine yang mengintip melalui tembok di samping mereka pun merasa sesak. Dia meremas dadanya yang terasa sangat sesak. Hatinya sakit di kala mendengar sang suami masih belum mencintai nya.


Padahal setiap malam mereka memandu kasih menghabiskan waktu bersama dalam keadaan suka. Perhatian Jino selama ini ternyata tidak tulus.


"Kamu jahat, Mas. Aku udah berusaha semampuku untuk menjadi istri yang baik, tapi kamu tetap tidak bisa mencintai ku," gumam Celine pelan lalu pergi meninggalkan Jino dan Randy.


***


Cklek.


Jino masuk ke dalam ruangan nya, dia melihat sang istri sibuk bekerja membuat Jino tersenyum kecil.


"Sayang, kita makan siang dulu, yuk! Ini aku udah belikan kamu pizza sama kelapa muda, masih seger karena aku beli langsung dari pemilik pohon kelapa nya tadi!" ujar Jino lembut seraya meletakkan bungkusan makanan di atas meja.


Dia sengaja keluar untuk membelikan pizza dan kelapa muda karena Celine ingin memakannya. Hanya saja dia tidak meminta izin pada Celine karena melihat sang istri terlalu sibuk bekerja.


Celine tak menghiraukan Jino, dia tetap menatap ke arah layar komputer. Hatinya masih sakit mendengar pembicaraan sang suami dengan Randy tempo lalu.


'Enak aja kamu mau baik-baikin aku, Mas. Udah basi karena aku tidak akan luluh lagi. Sekarang aku sudah tahu di mana posisi aku di dalam hatimu, jadi biarlah seperti ini. Aku akan terus mengabaikan mu sampai kamu sadar bahwa telah kehilangan perhatian ku.'


'Kehilangan istri yang tidak kamu cintai, sekaligus istri yang selalu menjadi bayang-bayang masa lalu mu,' batin Celine marah.


Jino merasa aneh dengan.perubahan sikap Celine. Istrinya itu tampak dingin, bola matanya sembab seperti baru saja selesai menangis.


"Babe, are you okay?" tanya Jino penuh perhatian mendekati sang istri dan menyentuh pundaknya.


Celine menepis tangan Jino kasar membuat sang suami tersentak. Dia tak menyangka Celine akan bersikap kasar padanya.


"Don't touch me!" tegas Celine dingin melarang Jino menyentuh dirinya.


"Sayang, apa sesuatu terjadi saat aku tidak ada? Apa mama datang ke sini dan marahin atau hina kamu lagi? Ceritakan padaku hemm?" Jino berusaha menahan emosinya, dia tidak ingin langsung marah pada Celine karena telah berjanji akan mengontrol emosinya agar tak meletup-letup.


"Ketimbang kamu bertanya kepada ku, alangkah baiknya kamu mengintropeksi diri kamu sendiri, Mas! Apa yang sudah kamu lakukan sehingga aku berubah seperti ini?!" desis Celine menatap tajam ke arah Jino membuat pria itu lagi dan lagi terkejut.


Istrinya yang lembut dan manja kini berubah menjadi singa betina yang sedang marah karena anaknya di ganggu manusia.


Emosi Jino berada di ambang batas kesabaran nya. Dia bersiap-siap untuk meledakkan nya sekarang apabila Celine kembali kasar padanya.


"Aku tidak merasa bersalah karena aku tidak melakukan hal yang menyakiti kamu!" balas Jino pelan berusaha menekankan perkataan nya.


Tangannya bergetar, kepalanya berdenyut sakit karena amarahnya bersarang di kepala saat ini. Tak hanya darah tinggi, Jino juga mengidap penyakit bipolar di mana suasana hatinya gampang berubah-ubah tergantung lingkungan nya seperti apa.


Celine berdecak sinis, Jino benar-benar hebat dalam memakai topeng hingga bersikap seolah-olah tak pernah melakukan kesalahan.


Faktanya baru saja dia menyakitinya tadi dengan mengatakan tidak mencintai Celine.

__ADS_1


"Yeah … memang begitulah kamu, tidak pernah merasa bersalah walau sebenarnya kamu salah! Bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja. Padahal kita sedang tidak baik-baik saja!" sentak Celine menunjuk dada bidang Jino.


Cukup?!


Sudah cukup Jino menahan amarahnya. Dia sudah tak sanggup lagi karena kepalanya sudah teramat sakit.


Akkk ..


Brak.


Jino membanting semua barang yang ada di hadapan nya. Pria tampan itu menendang kursi kebesaran Celine hingga terdorong ke belakang.


"Akk … jangan buat aku marah, Celine! Katakan dengan jelas apa sebenarnya mau kamu? Kesalahan apa yang sudah aku lakukan sehingga membuat kamu berubah seperti ini?!" bentak Jino tak mampu menahan emosinya lagi.


Celine memejamkan matanya, dia berusaha menahan gemuruh dalam dadanya karena merasa ketakutan setiap kali Jino meletup-letup seperti ini.


"Do you love me?" Celine bertanya tentang perasaan Jino terhadap nya.


"Of course, i love you, Celine! Bukankah setiap malam habis kita bercinta aku tidak pernah bosan bilang i love you … jadi setan dari mana yang merasuki mu sampai kamu bertanya apakah aku cinta sama kamu?!" teriak Jino menggelegar seraya mengacak rambutnya frustasi.


Tangan nya bergetar ingin menghancurkan barang. Tetapi dia tahan ketika melihat sorot mata ketakutan Celine. Jino adalah tipikal yang bila sedang marah maka menghancurkan barang karena kalau tidak dia bisa memukul orang yang sudah membuatnya marah.


Jino tidak ingin memukul Celine. Sudah cukup istrinya masuk rumah sakit sekali karena ulahnya.


"Kamu setan nya, Mas?!" Ingin sekali Celine berteriak demikian tetapi tidak berani, bisa-bisa di bunuh oleh Jino karena saat ini sang suami sedang marah besar.


"Kenapa diam? Jawab aku Celine?!" Jino mencengkeram erat pundak Celine membuat wanita cantik itu meringis kesakitan.


"Kamu?! Kamu setan nya, Mas." Tak sanggup lagi menahan emosinya akhirnya Celine mengeluarkan isi hatinya yang dia tahan sedari tadi.


"What the f@ck, Celine?!" umpat Jino.


*


*


Wkwkwkwk author mau ngakak karena si Celine. BTW tenang aja ya … si Jino memang begitu dia, cerita ini ada plot twist nya jadi kalau mau menghakimi Jino sekarang silahkan.


Wkwkwkwk 🤣🤣


Jino : awas kalian semua kalau menghujat ku?! Ku sembelih batang leher kalian semua 🔨🔨🔨🔨😎😎


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2