Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Kemarahan Celine


__ADS_3

Mampir juga ke novel author yang baru. ceritanya kagak kalah seru tentang pernikahan muda.



...----------------...


Celine baru saja selesai membersihkan dirinya, dia sedang bersandar di tepi ranjang menatap langit-langit kamar. Setelahnya dia bangkit berjalan kembali menekan tombol di belakang rak buku.


Celine masuk ke dalam ruang rahasia Jino. Dia menatap intens patung lilin Melisa.


"Kamu sangat cantik! Pantas saja Mas Jino susah move on dari kamu!" gumam Celine pelan seraya menyentuh pipi patung Melisa.


Hingga tangan Celine usil menyentuh dada patung Melisa. Lalu menyamakan dengan ukuran dadanya.


"Wow … dada mu lebih besar dari dada ku! Apa ini beneran ukuran dada mu, atau cuma khayalan Mas Jino? Tapi, kok bisa besar ya? Padahal suami kita sama. Apa jangan-jangan Mas Jino kurang mengadon punya ku makanya kecil begini?"


Celine merasa iri dengan porsi tubuh Melisa yang nyaris sempurna. Wanita cantik itu mengira Jino tidak ******* dadanya dengan benar sehingga tidak besar seperti Melisa.


Di tengah-tengah lamunan nya Jino tiba-tiba masuk lalu menyuruhnya minum obat.


"Sayang, sini keluar dulu, kamu makan malam setelahnya minum obat!" titah Jino membuat Celine segera keluar dari ruangan tersebut.


Jino tidak lagi memarahi Celine, dia hanya menyuruh istrinya itu untuk tak menghancurkan barang milik mendiang Melisa. Bagaimanapun dia pernah mencintai Melisa.


"Iya, Mas." Celine segera menghampiri suaminya yang berdiri seraya menenteng nampan makanan.


Dia tersenyum manis, hatinya merasa hangat karena sang suami sangat memperdulikan dirinya.


"Aku maunya disuapin kamu!" rengek Celine membuat Jino tersenyum kecil.


"Baiklah, karena aku suami yang baik. Aku akan menyuapimu … itung-itung ibadah membantu orang sakit makan!" jawab Jino santai membuat Celine mencubit pinggang nya karena merasa kesal dengan jawaban suaminya.


"Nyebelin banget sih," ketus Celine dengan nada kesal membuat Jino tertawa.


"Ya sudah ayo makan," ajak Jino membuat Celine segera duduk di tepi ranjang. Suaminya itu menyuapi nya dengan telaten dan penuh kesabaran.


Degg.


Jino menelan ludahnya kasar ketika mengambil obat Celine. Dia menyerahkan obat tersebut pada sang istri dan memilih keluar dari kamar karena takut hatinya lemah dan menggagalkan rencananya.

__ADS_1


"Kamu minum obat ini ya, Sayang. Aku turun ke bawah dulu mau bawa piring kotor ke wastafel!" ujar Jino lembut membuat Celine mengangguk kepalanya.


"Iya, Mas."


Jino melangkah keluar dari kamarnya dengan hati yang terasa sesak. Nafasnya tercekat di tenggorokan, setetes air mata keluar dari pelupuk matanya.


"Maafkan Papa, Sayang," gumam Jino pelan menahan rasa sesak dalam hatinya.


Saat tiba di dapur, pria tampan itu langsung menangis sesenggukan. Dia mengacak-ngacak rambutnya frustasi.


Teringat ucapan dokter di rumah sakit tempo lalu bahwa sang istri sedang hamil muda yaitu masih berumur 3 Minggu. Rasa takut dan trauma pada masa lalu karena istrinya meninggal di sebabkan pendarahan membuat Jino takut bila Celine hamil.


Dia tidak ingin Celine keguguran dan kehilangan nyawanya lalu pergi meninggalkan Jino. Cukup Melisa yang pergi bersama buah hati Jino.


Di tambah tubuh Melisa yang berubah kurus semenjak hamil karena tidak berselera makan apapun. Bahkan, meminum air putih saja dapat menyebabkan Melisa muntah-muntah.


Masih terekam dengan jelas dalam benak Jino bagaimana raut wajah pucat pasi Melisa yang sedang berusaha menahan sakit pendarahan menjelang kematiannya.


"Ah … aku tidak mau kenapa-kenapa, Sayang! Maafkan aku, Celine. Maafkan Papa, Baby. Papa harus menyingkirkan kamu sebelum kamu menyingkirkan Mama dari kehidupan Papa!" tangis Jino pecah di dapur.


Pria itu bersandar di dinding, menangis menyembunyikan wajahnya di lutut. Dia membeli obat penggugur kandungan yang mahal dan terjamin khasiat nya.


Agar tidak menyakiti Celine. Namun, Jino bodoh karena tak sadar bahwa itu akan menyakiti Celine lebih dalam.


***


Selepas kepergian Jino, Celine ingin meminum obat nya. Namun, dia merasa heran karena tak pernah melihat obat yang bentuknya seperti ini.


"Ini kayaknya beda deh sama obat sakit kepala yang biasanya aku dan Mas Jino minum!" gumam Celine pelan merasa asing dengan obat tersebut.


"Apa ini obat baru ya? Ah … lebih baik aku cari di google aja, siapa tau dokternya salah kasih obat! Dokter kan manusia, jadi bisa salah dan lupa," gumam Celine bermonolog dengan dirinya sendiri.


Dia memotret obat-obatan tersebut lalu mencari khasiat obatnya di google.


Degg.


Jantung Celine rasanya berhenti berdetak. Nafasnya tercekat di tenggorokan, butiran kristal turun begitu saja membasahi pipinya tanpa bisa di tahan.


"I-ini obat penggugur kandungan …" Celine menutup mulutnya tak percaya.

__ADS_1


Dia segera bangkit dari ranjang menuju cermin riasnya lalu membuka laci dan mengambil tespek kehamilan.


Celine berlari ke kamar mandi lalu membuang air kecil nya, tak lupa ia menampung urin nya dan memasukkan tespek ke dalamnya.


Hingga tak berselang lama Celine dapat melihat hasilnya — garis dua merah.


"Aku positif hamil," gumam Celine dengan bibir bergetar.


"Lalu obat penggugur kandungan tadi, apa artinya Mas Jino tahu kehamilan ku dan ingin menggugurkan nya," tangis Celine pecah di dalam kamar mandi.


Hatinya remuk mengetahui fakta bahwa sang suami ingin membunuh anak yang di kandungnya.


"Hiks … jahat kamu, Mas. Apa salah anak kita? Sampai kamu tega mau membunuh nya!"


***


Jino masuk ke dalam kamarnya hati-hati. Dia melihat ranjang nya kosong, lalu mendengar suara Isak tangis dari kamar mandi membuat Jino khawatir.


"Apa obat itu menyakiti, Celine?" tanyanya pada diri sendiri lalu berlari ke kamar mandi.


Cklek.


Pintu kamar mandi terbuka dan dia dapat melihat Celine menangis sesenggukan bersandar di dinding kamar mandi.


"Sayang," panggil Jino khawatir.


Celine menoleh ke arah Jino. Matanya memerah karena menangis, dia menatap benci Jino.


"JANGAN MENDEKAT?!" bentak Celine histeris membuat tubuh Jino menegang.


"PERGI KAMU IBLIS?!" jerit Celine lagi membuat dada Jino terasa sesak dan dunia nya seperti berhenti.


*


*


Maaf telat up karena author baru bangun tidur wkwkwkwk 🤣


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2