
Eumm
Celine memberontak saat seseorang membekap mulutnya. Dia menginjak kaki orang itu, terdengar suara ringisan kesakitan. Celine berhasil melepaskan Dirinya lalu segera menjauh dari orang tersebut.
Dia menatap pria berbaju hitam dan memakai masker juga topi hitam. Pria itu menatap tajam ke arahnya karena marah sebab Celine menginjak kakinya. Wanita itu gemetar ketakutan saat merasakan alarm bahaya dari tatapan pria itu.
"Siapa kamu? Kenapa ingin menculik ku?" tanya Celine dengan suara bergetar ketakutan sebab dia tak bisa lari karena jalan di belakangnya buntu. Mereka sedang berada di toilet perempuan.
Pria itu tidak menjawab melainkan berjalan mendekati Celine. Wanita yang sedang hamil muda itu panik dan mengeluarkan ponselnya dari tas kecilnya. Dia menekan tombol 1, panggilan cepat ke nomor telepon Jino.
Brak.
Pria berbaju hitam itu menendang pergelangan tangan Celine membuat ponsel Celine terhempas ke lantai. Lalu ia tarik tangan Celine, ingin membekap mulut wanita itu lagi, tadinya Celine pintar, ia tidak menghirup sapu tangan milik pria itu karena tubuhnya refleks begitu saja menahan nafas.
"Akk … tolong?! Jangan menculik ku … hiks … aku tidak salah apa-apa!" Celine terus memberontak, ia menggigit lengan pria itu membuat si pria kesakitan dan tanpa sengaja menghempaskan tubuh buah Celine kasar.
Bugh.
Membuat wanita itu terhempas ke dinding dengan keras, Celine terkejut dan tak lama meringis kesakitan saat perutnya terasa sakit dan seperti dicengkram erat.
Ah.
Celine meringis kesakitan, luruh ke lantai. Pria berbaju hitam itu menelan ludahnya kasar. Bukan ini yang dia inginkan, tak pernah bermaksud menyakiti wanita yang sedang hamil itu.
"Sakit … hiks … tolong anakku," lirihnya kesakitan dengan bibir gemetar dan kering.
Raut wajah Celine berubah pucat pasi, keringat dingin membasahi keningnya. Darah mengalir dari sela-sela pahanya membuat wanita itu merasa sangat kesakitan.
"Ma-maaf!" Pria itu segera keluar dari toilet karena takut bila ada orang yang memergokinya. Rencananya gagal dan dia tidak bisa mendapatkan Celine untuk tuannya.
__ADS_1
***
Jino yang sedang asik mengobrol dengan kolega bisnis nya pun tersenyum senang kala salah satu istri kolega bisnis nya ingin bertemu dengan Celine.
"Pak Jino, bolehkah kami bertemu dengan istri Anda? Kamu bosan mendengar obrolan bisnis Anda dan suami kami!" canda wanita itu ramah membuat Jino dan para pria lainnya tertawa kecil.
"Baik, sebentar. Saya akan memanggil istri saya!" Jino pun segera mencari keberadaan istrinya, sebelumnya dia melihat Celine berbicara dengan ibunya.
Jino pun segera menghampiri ibunya yang sedang asik berbicara dengan teman-teman sosialita nya.
"Ma, Celine di mana?" tanya Jino pelan dengan suara berbisik.
"Celine tadi ke toilet! Tapi, sampai sekarang belum balik!" ujar sang ibu membuat Jino merasa sangat khawatir.
"Kenapa Mama tidak ikut dengan, Celine. Nanti kalau dia kenapa-kenapa gimana? Celine itu lagi hamil, Ma. Untuk jongkok saja dia sudah tidak bisa!" omel Jino merasa kesal pada ibunya membuat Margaret merasa bersalah sekaligus malu.
"Iya maaf, Ji. Mama lupa!" balas Margaret pelan.
Segera Jino menerima panggilan tersebut. Dia tersenyum senang, namun senyuman itu pudar saat mendengar suara istrinya meminta tolong.
"Akk … tolong, jangan menculik ku! Aku tidak salah apa-apa … hiks …"
Degg.
Tubuh Jino menjadi tegang, jantungnya berdegup kencang. Tangan nya bergetar, seolah dunia Jino berhenti untuk sesaat. Margaret yang melihat anaknya terdiam pun merasa penasaran.
"Ji, kamu kenapa? Celine ngomong apa?" tanya Margaret penasaran seraya menepuk pundak anaknya membuat Jino tersadar.
"Ma, Celine dalam bahaya. Panggil sekuriti untuk ke toilet wanita!" ujar Jino cepat dengan suara bergetar lalu berlari cepat menuju toilet wanita.
__ADS_1
Margaret terkejut mendengarnya, perasaan khawatir dan bersalah bercampur menjadi satu. Segera dia memanggil beberapa sekuriti untuk pergi menuju toilet wanita.
Para tamu undangan menjadi khawatir saat melihat sekuriti berlarian. Tanda tanya besar timbul dalam benak mereka.
"Apa yang terjadi?"
"Kenapa sekuriti nya berlari ke arah toilet wanita?"
*
*
Brakk.
Jino membuka kasar toilet wanita dan tubuhnya bergetar hebat saat melihat istrinya duduk bersandar di dinding toilet dengan darah keluar dari sela-sela pahanya.
"Sa-sayang," panggil Jino gemetar seolah merasakan Dejavu teringat kembali masa lalunya bersama dengan Melisa.
Celine menoleh menatap lemah suaminya. Matanya bengkak dan memerah karena menangis, wajahnya pucat pasi.
"Mas, a-anak kita," lirih Celine dengan suara serak dan terbata-bata.
*
*
Tembus komentar 100 author langsung up kilat.
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰