Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Jino Menangis?


__ADS_3

Celine membuka matanya perlahan, wanita cantik itu menatap ke sekeliling nya dan ternyata dia sedang berada di rumah sakit.


Eughh.


Celine melenguh membuat Jino yang sedari tadi berdiri melamun menatap lurus ke luar jendela pun segera menoleh ke arah sang istri.


"Kamu sudah sadar, Sayang? Apa ada yang sakit?" Jino bertanya lembut, guratan kekhawatiran melingkar di wajah tampan nya.


Pria tampan itu mendekati brankar Celine, menghempaskan bokongnya di atas bangku penjaga lalu menggenggam tangan sang istri.


"Kepala ku cuma sedikit pusing, Mas. Terus lidah aku pahit! Pengen permen yang asem itu loh, Mas. Apa namanya ya? Tamarin … iya, aku pengen permen tamarin, Mas!" rengek Celine dengan suara serak membuat wajah Jino merah padam.


Pria tampan itu tersenyum palsu, dia mengelus pipi sang istri.


"Iya, nanti kita beli ya! Tunggu kamu agak mendingan dulu, baru kita pulang sekalian beli permen Tamarin!" ujar Jino lembut membuat Celine mengernyitkan dahinya.


"Emang aku sakit apa sih, Mas? Kok, bisa tiba-tiba pingsan kayak tadi, selama aku dewasa baru kali ini aku pingsan … eh dua kali sama yang kemarin, waktu kamu hukum aku di gudang!"


Celine bertanya heran karena dirinya tidak pernah sakit hingga tumbang.


"Kata dokter kamu cuma kecapekan saja, Sayang! Palingan nanti minum obat langsung sembuh sakit kepalamu," ujar Jino seraya tersenyum kaku.


Celine menganggukkan kepalanya, dia menghela nafas lega karena takutnya memiliki sakit parah, tapi ternyata tidak.


"Alhamdulillah, berarti tidak ada yang harus aku khawatirkan, lebih baik kita pulang sekarang aja ya, Mas? Aku tidak betah di rumah sakit!" pinta Celine manja seraya mencium punggung tangan Jino.


Pria tampan itu menganggukkan kepalanya. Dia tersenyum lembut membuat Celine semakin cinta karena suaminya selalu ada setiap dia butuh.


"Kalau begitu aku minta izin dokter dulu ya!"


"He'um."


***


Di perjalanan pulang tak lupa membelikan Celine permen tamarin sesuai permintaan sang istri. Celine merasa sangat senang, tiba-tiba dia mengelus perutnya yang rata.

__ADS_1


"Aku tidak sabar untuk hamil, Mas! Gimana ya rasanya nanti? Kata orang pasti ibu hamil bakal mual-mual dan ngidam yang aneh-aneh!" kata Celine tiba-tiba membuat tubuh Jino menegang.


Pria tampan itu melonggarkan dasinya, tiba-tiba wajahnya berubah pucat pasi, tak berniat menimpali perkataan sang istri.


Celine menarik tangan Jino membawanya ke perutnya. Hal itu membuat Jino tanpa sadar menatap dirinya.


"Semoga saja dedek bayi nya cepat-cepat hadir ya, Mas! Biar keluarga kita lengkap," tambah Celine tersenyum manis menatap wajah tampan sang suami.


Degg.


Jantung Jino seperti di cengkram kuat, hatinya seperti di tusuk ribuan jarum tajam. Tak sanggup menatap sang istri, dia segera membuang wajahnya ke arah jendela. Spontan Jino menarik tangannya dari perut Celine.


Celine merasa sedih melihat perubahan wajah suaminya.


"Mas, jangan marah ya! Aku tahu kamu pasti kecewa sama aku … sama aku juga kecewa sama diri aku sendiri karena sampai sekarang belum hamil! Tadi, aku kira pingsan karena hamil muda, tapi ternyata pingsan karena kecapekan!"


Celine mengira suaminya bersikap dingin karena kecewa padanya, sudah berbulan-bulan menikah tapi tak kunjung hamil.


Jino yang mendengarnya pun langsung menarik Celine masuk ke dalam pelukannya. Dia memeluk erat tubuh sang istri seolah-olah tak ingin lepas.


"Aku cuma ingin kamu sehat dan terus bersama ku hingga bisa menua bersama! Itu saja sudah cukup … bisa melihat kamu tersenyum setiap hari saja itu sudah merupakan anugerah terindah untukku, Sayang!"


Apakah suaminya itu menangis?


Kenapa?


Apa alasannya?


Celine ingin melonggarkan pelukannya, namun tak bisa karena Jino sudah lebih dulu mengeratkan pelukannya.


"Mas," bisik Celine pelan seraya mengelus punggung suaminya.


"Aku cuma mau kamu baik-baik saja! Aku tidak mau kamu celaka, Sayang!" Suara Jino semakin parau membuat Celine khawatir.


Dia masih tak mengerti ke arah mana pembicaraan suaminya. Namun, dia tahu kalau suaminya takut bila suatu yang buruk terjadi padanya.

__ADS_1


Jino sangat mencintai nya dan tidak ingin berpisah dengannya.


"Iya, Mas. Aku baik-baik saja, kok! Kamu dengar sendiri kan kata dokter tadi aku cuma kecapekan! Tidak ada penyakit lain!" Suara Celine terdengar lembut berusaha menenangkan Jino.


Hingga mobil mereka masuk ke dalam pekarangan rumah. Barulah pelukan mereka terlepas. Jino segera menghapus kasar air matanya tak ingin lemah di hadapan sang istri.


"Ih, ternyata suamiku juga bisa nangis! Tapi, baru kali ini aku lihat pria menangis tapi ganteng!" Celine menggoda suaminya seraya menjepit pipi sang suami.


Sontak saja Jino tersenyum malu mendengar gombalan sang istri. Namun, segera dia mengganti raut wajahnya dengan raut wajah angkuh.


"Ck … mau gimana lagi? Memang dari dalam kandungan udah ganteng, Sayang. Jadi, kamu harus ber–,"


"Bersyukur! Ck … udah ah! Capek ngomong sama kang Narsis, bisanya cuma puji diri sendiri!" ketus Celine dengan nada kesal lalu membuka pintu mobil.


Jino menatap punggung Celine yang sudah pergi masuk ke dalam rumah. Sedangkan dia masih berada di dalam mobil.


"Fang, apa obatnya sudah kamu beli?" tanya Jino pada Fang yang masih setia berada di dalam mobil.


"Sudah, Pak." Fang menyerahkan bungkusan obat kepada Jino. Pria tampan itu merem*s bungkusan obat tersebut.


"Pak, apa sebaiknya Anda urungkan saja niat Anda! Karena kalau sampai Nyonya Celine sadar akan apa yang Anda lakukan, beliau pasti marah besar dan kecewa pada Anda!" ujar Gang hati-hati membuat Jino terdiam sesaat.


"MAS? BURUAN TURUN?!" teriak Celine dari dalam rumah membuat Jino segera turun tanpa menjawab perkataan Fang.


Fang menghela nafas berat. Dia merasa bingung dengan jalan yang di pilih oleh tuan mudanya.


"Semoga pernikahan Anda selalu di rahmati Allah, Pak!" gumam Fang berdoa untuk kebaikan tuan nya.


*


*


Mau up lagi nggak?? Kalau mau komentar nya yang banyak, dong!! Biar author semangat.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2