
Seorang wanita cantik tampak sedang bersenggama dengan seorang pria tampan bertubuh kekar. Wanita itu memejamkan matanya menikmati sentuhan pria di atasnya.
"Kau sangat nikmat!" bisik pria itu sensual seraya terus menyatukan tubuhnya dengan tubuh sang wanita.
"Benarkah? Nikmat tubuhku atau tubuh Celine?" tanya sang wanita setengah m*ndesah membuat pria itu semakin semangat.
"Untuk saat ini lebih nikmat tubuhmu, tapi aku yakin tubuhnya akan lebih nikmat karena dia sedang hamil!" balas pria itu dengan suara berat nya terus memompa tubuh sang wanita.
Wanita itu tertawa kecil, dia mengalungkan tangannya pada leher pria itu. Lalu mencium bibirnya rakus dan panas, ciuman itu pun terlepas.
"Aku juga lebih penasaran bagaimana rasanya bercinta dengan Jino. Dia pria yang sangat jual mahal, dari dulu aku menggodanya tapi tidak bisa! Mungkin kalau dia tidak menikah dan menghamili istrinya, aku bakal terus mengira kalau dia pria impoten!" ujar wanita itu tertawa kecil membuat pria tampan itu pun ikut tertawa.
"Yeah … dulunya aku juga mengira dia impoten, karena saat SMA aku mengajaknya nonton b*kep bareng, tapi dia tidak mau! Karena takut dosa … bukankah dia sangat munafik?"
Pria itu merasa kesal mengingat masa lalunya. Dia merasa iri dengan kehidupan Jino yang tampak sempurna. Di kelilingi gadis cantik, padahal pria itu tidak tertarik sama sekali dengan mereka.
"Benar … dia munafik! Berlagak baik dan suci, padahal sholat nya saja sekali setahun. Hanya waktu lebaran saja! Ha ha."
Wanita itu menambahkan membuat pria tersebut ikut tertawa.
"Aku sangat tidak sabar ingin merebut istrinya!" d*sah pria itu dengan suara bergetar karena hampir mencapai pada puncaknya.
"Aku juga tidak sabar memiliki Jino. Kita harus cepat-cepat melancarkan rencana kita."
Ahh.
Tubuh mereka berdua berdua bergetar hebat menunjukkan betapa hebatnya puncak kenikmatan yang mereka rasakan.
***
__ADS_1
Jino keluar dari kamarnya, Celine benar-benar kesal pada Jino dan mengabaikan suaminya itu. Jino pun ikut kesal dan memilih menelpon dokter Smith untuk bertanya tentang kehamilan Celine. Sebab pria paruh baya itulah yang menjadi dokter pribadi keluarga mereka.
Jino : Halo, Dok. Aku ingin bertanya apakah aku bisa menjenguk anak ku yang berada dalam perut, Celine? Apa itu aman? Kepalanya tidak kepentok, kan?
Jino bertanya tanpa basa-basi membuat Dokter Smith hampir tersedak ludahnya di seberang sana.
Dokter Smith : Ekhm … boleh! Tapi hanya 2 kali dalam seminggu dan jangan terlalu kasar atau cepat. Sebab kehamilan Celine baru awal trimester.
Raut wajah Jino berubah cerah, dia segera mengakhiri panggilan tersebut tanpa mengatakan apapun. Lalu Jino masuk ke dalam kamarnya guna memberikan kabar gembira pada istrinya bahwa mereka bisa bercocok tanam.
Brak.
Jino melompat ke atas kasur dengan penuh semangat membuat Celine yang sedang tertidur pun terjaga menoleh menatap wajah tanpa dosa suaminya yang kini tersenyum polos.
"Ck … apaan sih, Mas?" tanya Celine dengan suara parau karena mengantuk.
Jino memeluk erat tubuh Celine dari belakang. Dia mengecup leher jenjang Celine lembut membuat tubuh wanita cantik itu menegang. Walau dirinya masih sangatlah mengantuk.
"Aku udah tanya sama dokter Smith tadi dan ternyata boleh melakukan 'itu'." Jino menindih tubuh Celine lalu mencium rakus bibir istrinya.
Celine pun menyambut nya dengan rakus. Gelombang hasrat yang tertahan selama sebulan ini. Jino melakukan nya dengan tergesa-gesa karena si 'Ucup' minta di puaskan.
Ah.
Celine melenguh saat ciuman Jino Tiba
a di lehernya. Dia memejamkan matanya menikmati sentuhan sang suami hingga rasa kantuk itu kembali menyerang membuat Celine terlelap di tengah-tengah badai hasrat Jino.
Jino mengernyitkan dahinya saat merasakan keanehan. Tubuh Celine seperti patung yang tidak membalas cumbuan nya.
__ADS_1
Dia mendongak menatap ke wajah Celine dan ternyata sang istri malah terlelap. Sontak saja Jino merasa kesal dan tak terima sebab si 'Ucup' sudah on fire. Siap menembak sasaran.
"Lah, Sayang? Kok kamu malah tidur sih? Sayang … bangun, dong. Tadi kan kamu yang minta 'itu'."
Jino mengguncang tubuh Celine, berharap sang istri bangun. Namun, jangankan bangun, membuka mata pun tidak. Celine benar-benar terlelap.
"Aku mau tidur, Mas. Besok aja jenguk dedek nya. Karena sekarang dedeknya udah tidur, tidak mau di ganggu!" gumam Celine pelan lalu mendorong Jino dari atas tubuhnya dan berbalik tidur memunggungi Jino.
Wajah Jino merah padam seperti kepiting rebus. Dia benar-benar tak habis pikir dengan sikap random istrinya.
Tadi minta jatah? Tapi, giliran di kasih jatah malah tidur?!
Ah … kepala atas Jino sakit, sedangkan kepala bawah Jino berdenyut.
"Sayang, bukan dedeknya yang ngantuk, tapi kamu!" bantah Jino tak terima menoel pipi sang istri berharap Celine terjaga.
"Nah, itu kamu tahu! Udah ah … kita tidur aja, Mas. Ini udah malam!" balas Celine kesal lalu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya seolah memberi kode pada Jino, "Jangan ganggu aku."
Jino mengumpat kesal dalam hati. Pria itu terpaksa lari ke dalam kamar mandi untuk senam lima jari sebab si 'Ucup' minta ditidurkan kembali.
"Sial, terpaksa aku duet bareng Tante Lux!" umpat Jino memejamkan matanya seraya bermain dengan Tante Lux.
*
*
Wkwkwkwk ngakak 🤣🤣 siapa yang pernah nolak suami sampai kepalanya berdenyut angkat tangan cing 🤭🤭
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏