Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Maling Teriak Maling


__ADS_3

Sebulan berlalu pasca sadarnya Celine dan Jino. Keduanya sudah pulang kembali


ke rumah karena keadaan mereka sudah membaik. Jino maupun Celine sudah bisa berjalan normal.


Hanya saja Celine harus ekstra menjaga kesehatan nya karena dia operasi Caesar. Tak boleh melakukan pekerjaan berat, sebab mampu menyebabkan bekas jahitan nya terbuka kembali.


Putri kecil mereka di beri nama Syakira — artinya wanita yang bersyukur atas kasih sayang Tuhan. Ditambah nama belakang nya Jine – singkatan dari nama Jino dan Celine.


"Sayang, aku pamit keluar dulu ya!" pamit Jino pada Celine yang sedang menyusui Baby Syakira.


"Ke mana, Mas?" tanya Celine penasaran karena penampilan Jino saat ini sangat rapi.


"Aku tidak tahu, karena aku ikut papa pergi," balas Jino acuh tak acuh. Dia menghampiri Celine dan melabuhkan ciuman di kening istrinya.


"Cium aku papa," ucap Celine menirukan suara anak kecil membuat Jino menggigit bibirnya.


Dia merasa gugup karena tak berani menyentuh sang anak. Dirinya trauma dan merasa bersalah karena ingatan saat ingin membunuh anaknya dulu terlintas begitu saja.


"Ji! Ayo pergi," ajak Junior mengeraskan suaranya di luar kamar membuat Jino bernafas lega.


Tanpa mengecup kening putrinya dia pun langsung keluar kamar.


"Aku pergi dulu, Sayang."


Celine menghela nafas berat, dia sedih melihat bayinya yang tidak mendapatkan perhatian dari ayahnya. Dia paham kalau Jino merasa bersalah dan selalu gemetar bila menyentuh putrinya.


Bayangan masa lalu saat pria itu ingin membunuh Syakira yang masih berada dalam kandungan terlintas begitu saja saat berhadapan dengan putrinya.


"Sabar ya, Sayang. Kelak papa kamu pasti akan mencium kening dan memeluk kamu, sama seperti papa yang lain. Dia begitu karena gugup saja!" bisik Celine pada putrinya yang sedang menyusu pada nya.

__ADS_1


***


Suara teriakan dan tangisan menggema dalam ruangan tersebut. Keduanya disiksa karena perbuatannya yang hampir saja membunuh ibu hamil dan bayinya.


"Ahh … sakit, hentikan?!" jerit seorang wanita saat tubuhnya dicambuk.


Dia menangis penuh penyesalan, andai waktu bisa diputar pastilah dia tidak akan berani merusak rumah tangga mantan kekasihnya.


"Hentikan sialan?! Awas saja kalau aku lepas, kalian semua akan aku bunuh?!" ancam pria di sebelah wanita itu.


Wajahnya babak belur dipukuli orang-orang tak dikenal. Padahal dia dan wanita itu sedang liburan di labuan bajo, tiba-tiba mereka berdua diculik dan disekap di tempat yang entah di mana.


"Sebelum kamu membunuh mereka, aku yang akan membunuhmu terlebih dahulu, Randy!" desis Jino yang baru saja tiba.


Wajah pria itu merah padam, matanya mengembun karena tidak menyangka dalang dibalik penyerangan terhadap istrinya itu adalah sahabatnya sendiri, yang bersekongkol dengan mantan kekasihnya.


Jino kecewa berat.


Ternyata benar kata orang bahwa orang yang berkemungkinan besar menghancurkan mu adalah temanmu sendiri, karena mereka tahu kelemahanmu.


Randy membuang wajahnya ke lain arah, tak sanggup melihat sorot mata kecewa Jino saat menatapnya. Dia sadar telah melakukan hal hina yaitu mengkhianati sahabatnya sendiri.


"Ji … hiks … lepasin aku, Ji. Aku tidak salah! Aku di paksa oleh Randy untuk merusak rumah tangga mu, please! Tolong lepasin aku!" rengek Nayla melempar semua kesalahannya pada Randy.


Memang benar kalau Randy mengajak Nayla kerjasama, namun tidak sampai memaksa. Bahkan ide untuk menculik Celine yang sedang hamil pun ide Nayla.


Randy menatap tajam wanita di sampingnya. Tidak menyangka kalau Nayla akan melemparkan kesalahan pada dirinya.


Rahang Jino mengeras mendengar rengekan Nayla. Bukannya iba malah dia merasa geram, segera dia menghampiri wanita itu lalu menghadiahkan tamparan keras di pipi Nayla.

__ADS_1


Plak.


Wajah Nayla terpental ke samping menandakan tamparan Jino amatlah keras. Dia lupa sedang berhadapan dengan siapa.


Jino si pengidap bipolar dan darah tinggi. Bila marah maka akan menjadi monster, tak segan menyakiti siapapun yang menurutnya salah.


"Diam kau ular! Aku tidak berbicara denganmu!" desis Jino menatap tajam Nayla.


Maling teriak maling, itulah kalimat yang sangat cocok bagi Nayla.


Junior segera menenangkan putranya agar tak lepas kendali. Jangan sampai Nayla jadi mayat keesokan harinya.


"Tenanglah, Ji. Jangan sampai lose control! Bagaimanapun dia wanita, sama seperti istri dan anakmu!" bisik Junior pelan seraya terus mengelus pundak putranya.


"Gender nya saja yang sama, Pa. Sama-sama wanita tapi dia berbeda, karena mukanya dua dan perkataan nya berbisa! Tidak layak papa samakan dia dengan istri juga anakku," balas Jino dengan sarkas tanpa bisik-bisik membuat Nayla geram mendengarnya.


'sialan,' batin Nayla mengumpat marah.


*


*


Wkwkwkwk si Nayla macam kagak tahu berhadapan sama siapa aja 🤣🤣🤣


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2