
Celine membuka matanya perlahan, pandangan nya buram, dia berusaha menjernihkan matanya agar pandangan nya tak lagi buram. Celine menelisik ruangan yang ia tempati.
Sadar bahwa dirinya berada di rumah sakit membuat Celine teringat kejadian sebelum dia pingsan. Segera dia meraba perutnya yang masih terasa perih. Sontak Celine menangis sesenggukan mengira anaknya sudah pergi.
"Anak ku … hiks." Suara tangis Celine membuat Margaret yang sedang terlelap langsung terjaga. Wanita tua itu terkejut melihat Celine menangis.
"Anak mu baik-baik saja! Tidak usah histeris begitu!" celetuk Margaret seraya berjalan mendekati ranjang Celine.
Celine menatap ke arah mertuanya yang kini berada di sampingnya. Tampak wajah lesu Margaret dan lingkaran mata panda menunjukkan Margaret kekurangan jam tidur.
"Anakku baik-baik saja? Apa dia masih ada dalam perut ku, Ma?" tanya Celine dengan suara bergetar menatap Margaret penuh harap.
Hati Margaret merasa sedih karena melihat menantu nya menangis. Meski tak menyukai Celine karena miskin, tetap saja dia masih memiliki rasa empati sebagai manusia.
"Iya dia masih ada dalam perut mu! Jangan takut, dia tidak bakal ke mana-mana karena masih belum punya kaki! Jadi, tidak bisa kabur dari perut mu!" seloroh Margaret membuat Celine menangis haru karena merasa bersyukur sekaligus lega sebab sang anak masih bertahan dalam perutnya.
"Huwaa … aku kira dia sudah pulang ke pangkuan Ilahi, Ma!" tangis Celine pecah membuat Margaret gelagapan tak tahu harus berbuat apa. Saraf motorik nya refleks memeluk Celine berusaha menenangkan menantunya agar tak lagi menangis.
"Sutt … jangan nangis! Anak mu tidak akan pulang ke pangkuan Ilahi, karena Tuhan belum memanggil nya!" ujar Margaret blak-blakan membuat Celine semakin menangis sesenggukan.
"Huwaa."
Margaret yang mendengar suara tangis Celine pun merasa kesal.
"Hey, berhentilah menangis, nanti baju ku bisa basah karena air matamu … asal kamu tahu, nih baju merk Dior, harganya 35 juta. Lebih mahal dari air mata mu …" Margaret mengomel membuat hati Celine semakin rapuh.
Wanita cantik itu menutup mulutnya agar tangisnya tak lagi pecah. Dia menjauhkan tubuhnya dari Margaret karena tak sanggup lagi di hina oleh mertuanya.
Margaret memang ASBUN alias asal bunyi.
"Maaf, Ma!" lirih Celine pelan dengan suara tersendat karena menangis.
Margaret berdecak kesal, dia merasa serba salah berhadapan dengan Celine yang cengeng.
__ADS_1
"Ini minum dulu!" titah Margaret seraya memberikan minuman untuk Celine. Wanita itu pun meneguknya hingga tandas.
"Terima kasih, Ma!" lirih Celine pelan dengan suara parau membuat Margaret tak tega.
"Ck … sini aku peluk! Hari ini aku izinkan air mata miskin mu itu membasahi baju mahal ku! Tapi, tidak lain kali …kecuali tuh mata kalau nangis yang keluar mutiara baru aku izinin!" dengus Margaret menarik Celine masuk ke dalam pelukannya.
Celine yang mendengarnya pun ingin sekali mengumpat kesal sang mertua, namun tak berani.
'Dasar mertua luknut, dikiranya aku duyung yang kalau nangis keluarnya mutiara bukan air mata,' batin Celine kesal.
Dia menangis dalam pelukan Margaret. Wanita tua itu mengomel dengan kata-kata kasar, sedangkan tangannya tak berhenti mengusap lembut puncak kepala Celine.
Mulut dan tangan nya bertolak belakang. Junior yang mengintip melalui kaca kecil di pintu hanya bisa terkekeh kecil melihat kelakuan istrinya.
"Dari dulu mulut kamu memang berbisa, Ma. Tapi, hati kamu lembut seperti kapas!" gumam Junior pelan mengeluarkan ponselnya lalu memotret momen tersebut diam-diam.
Dia ingin menggoda istrinya nanti saat berdua.
Celine menghirup ingus nya membuat Margaret memasang tampang jijik. Dia membentak Celine.
"Dasar jorok! Udah miskin, jorok pula!! Untung wajah mu cantik jadi jorok dan miskin mu itu masih tertolong karena tertutupi dengan kecantikan mu!" umpat Margaret dengan kata-kata menyakitkan membuat Celine yang tadinya menghirup ingusnya agar tak merembes keluar mengenai bahu mahal Margaret pun kesal.
'Dasar mertua sombong, nih makan ingus ku!' batin Celine marah.
Hikkkk
Celine membuang ingus nya keluar mengelap nya dengan baju mahal Margaret membuat wanita tua itu langsung mendorong tubuh Celine kencang hingga terjungkal ke belakang.
Bugh.
Celine terhempas ke atas brankar karena dorongan Margaret.
"Akk … dasar menantu sialan! Di kasih empedu mintanya usus, di kasih baju malah di kasih ingus!" teriak Margaret merasa amat jijik.
__ADS_1
Celine yang sedang menangis pun tak mampu menahan tawanya. Dia tertawa terpingkal-pingkal karena merasa puas telah membalaskan dendam yang dulunya ia tahan.
'Ha ha … rasakan pembalasan ku,' batin Celine tertawa lepas.
"Ha ha … maaf, Ma! Aku tidak sengaja!" ucap Celine di sela-sela tawanya membuat Margaret murka ingin menjambak rambut Celine.
"Kamu ya!" Margaret mengeraskan rahangnya ingin menjambak rambut Celine, namun sebelum itu Junior lebih dulu masuk memeluk istrinya.
Pria tua itu juga tak mampu menahan tawanya melihat kejahilan menantu nya. Dia tak marah melainkan bahagia karena Celine membalas Margaret.
"Lepasin, Pa! Ahh … aku ingin menjambak rambut menantu gembel itu! Berani sekali dia membuang ingus di baju Dior ku! Dasar jorok!" teriak Margaret memberontak membuat Junior dan Celine semakin tertawa.
"Sabar, Ma. Sabar … ini ujian!" ujar Junior seraya tertawa lebar membuat Margaret semakin kesal sedangkan Celine semakin tertawa.
"Ahh … persetan dengan ujian!"
"Ma, mengucap Ma … mengucap!" balas Junior seraya mencium pipi istrinya guna meredam amarah Margaret.
"Mengucap-mengucap! Kamu kira aku sakaratul maut, huh?!" amuk Margaret membuat Junior dan Celine semakin kencang tertawa.
*
*
*
Wkwkwkwk 🤣🤣🤣 ngakak sama si Celine, selalu saja diam-diam menghanyutkan.
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
__ADS_1