Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Diam-diam Menghanyutkan


__ADS_3

Sudah seminggu Jino dan Celine pindah ranjang. Hubungan mereka renggang karena jarak yang tercipta di antara mereka. Tidak dapat di pungkiri bahwa Jino merindukan Celine, tetapi ego nya sangatlah besar.


Dia merasa kesal bagaimana jahatnya Celine meninggalkan nya saat hampir berada di puncak kenikmatan. Alhasil Jino olahraga lima jari di dalam kamar mandi.


Diam-diam Celine telah mengajukan gugatan cerai karena wanita cantik itu sudah tak ingin bersama dengan Jino. Dia tidak ingin menjadi bayangan Melisa.


Meski rasa cintanya pada Jino amatlah besar. Tetapi, dia harus mundur dari pernikahan ini guna memberikan waktu bagi Jino untuk berpikir jernih.


Saat ini Celine sedang berada di sebuah restoran mewah. Dia bertemu dengan pengacaranya untuk menggugat cerai Jino di pengadilan agama.


"Mohon kerjasamanya, Pak!" Cassandra berjabat tangan dengan pria paruh baya itu.


"Baik, Buk. Saya akan melakukan yang terbaik!" jawab pria itu dengan suara bariton nya.


"Terima kasih."


"Kalau begitu saya permisi dulu." Celine menganggukkan kepalanya. Wanita cantik itu menyandarkan punggungnya di kursi, dia menatap ke luar jendela transparan restoran tersebut.


Dia merasa gamang dengan perasaan nya. Antara ingin bertahan dan pergi meninggalkan.


"Apa ini benar?" tanyanya pada diri sendiri.


"Diana?" panggil seseorang membuat Celine menoleh menatap sosok pria tampan yang berdiri di hadapannya.


Wanita cantik itu melebarkan bola matanya saat melihat pria itu yang tak lain adalah kakak kelasnya duluan.


"Kak Gibran!" pekik Diana membuat pengunjung lain menatap ke arah mereka.


Diana dan Gibran tersenyum kikuk. Keduanya pun memilih duduk berhadapan menatap satu sama lain dengan pandangan rindu.


Rindu sebagai teman.


"Kakak apa kabar?" tanya Celine ramah.


"Alhamdulillah aku baik, Di. Kamu sendiri apa kabar? Makin cantik aja kamu ya!" puji Gibran tulus membuat pipi Celine bersemu merah.


Diana adalah panggilan Gibran untuk Celine di masa SMA dulu. Pria itu menyukai Celine diam-diam. Namun, Celine tidak peka dan belum ingin pacaran kala itu.


"Kabar ku baik juga, Kak. Apa bener aku cantik?" tanya Celine memasang ekspresi manis membuat Gibran berdebar-debar tak karuan.


"Iya, tentu! Kamu udah glow up, sama sepertiku! Bukankah aku juga semakin tampan dan gagah?" Gibran menaik turunkan alisnya menatap dalam bola mata Celine.


Sontak saja wanita cantik itu menganggukkan kepalanya setuju bahwa Gibran semakin tampan.

__ADS_1


"Bener, kakak sudah semakin tampan! Bahkan parfum kakak tercium sampai ke sini, pasti parfumnya mahal!" puji Celine membuat Gibran tertawa cengengesan.


Pria tampan itu dulunya cupu, dia merupakan anak panti asuhan. Saat kuliah dia magang di perusahaan ayah kandungnya, di sana dia bertemu dengan keluarganya tanpa sengaja alhasil pertemuan haru pun tak terelakkan.


Kehidupan Gibran berubah total setelah bertemu keluarga nya. Dia di angkat menjadi CEO perusahaan milik orang tuanya.


"Ya, begitulah! Kehidupan ku berubah semenjak bertemu dengan keluarga ku kembali …" Gibran menceritakan semuanya pada Celine membuat wanita itu merasa terharu.


Dia tahu bagaimana peliknya kehidupan Gibran dulu. Untuk makan saja susah, tetapi lihatlah sekarang? Pria tampan itu tampak sangat gagah dan bertubuh kekar.


"Alhamdulillah, Kak. Aku ikutan seneng dengernya! Akhirnya kakak bertemu dengan keluarga kakak!"


Mereka berdua mengobrol ringan bersama, bernostalgia teringat masa sekolah dulu. Tak jarang keduanya tertawa bersama seperti pasangan kekasih pada umumnya.


Celine sampai tak sadar ada seseorang yang menatapnya tajam sedari tadi. Jino tak sanggup lagi menahan gemuruh dalam dadanya.


Dia segera berjalan menghampiri Celine dan menarik tangan wanita itu kasar, memaksa Celine berdiri.


Ak.


"Mas Jino!" Celine terkejut ketika melihat suaminya berada di sana. Entah apa yang akan terjadi, tetapi Celine yakin suatu yang buruk akan terjadi tak akan lama lagi.


"Lepaskan tangan, Diana!" sentak Gibran menarik tangan Celine.


"Lepaskan tangan istriku sebelum aku mematahkan tanganmu!" desis Jino pelan dengan suara bergetar menahan amarah.


Degg


Sontak saja Gibran melepaskan tangan Celine ketika mendengar fakta mengejutkan. Dia tak menyangka kalau Celine akan menikah.


Di lihatnya jari manis Celine dan Jino terpasang cincin pasangan membuat Gibran sadar bahwa Jino berkata benar.


"Mas, kamu makan siang di sini juga?", Celine tersenyum kaku guna menutupi rasa gugupnya. Dia takut sang suami meledak di sana dan membuat orang-orang mengabadikan momen tersebut.


"Iya, Sayang! Aku sengaja ke sini ingin memberikan kejutan untukmu!" balas Jino tersenyum devil.


"Tapi, sepertinya tempat ini tidak terlalu bagus! Aku akan membawa mu makan siang di tempat lain! Di mana hanya ada aku dan kamu di sana!" lanjut Jino dengan suara beratnya membuat Celine menelan ludahnya kasar.


Wanita cantik itu paham betul apa yang di maksud oleh Jino.


"Terima kasih karena sudah mau menemani istri saya sebelum saya datang, Tuan Gibran Laksmana Raja!" ujar Jino tersenyum sopan guna menutupi kemarahan nya.


Tanpa menunggu jawaban dari Gibran, Jino segera menarik tangan Celine melangkah cepat keluar dari restoran. Celine berusaha mengikuti langkah sang suami yah sangat cepat.

__ADS_1


"Mas, pelan-pelan jalannya! Kaki ku sakit!" pinta Celine meringis kesakitan sebab tumitnya terasa lecet.


Jino berhenti sebentar lalu membopong Celine ke atas bahunya membuat Celine terkejut sekaligus pusing.


Plak.


"Mas!" jerit Celine malu karena Jino menampar bokongnya di depan orang banyak.


"Dasar istri nakal! Diam-diam menghanyutkan, diam-diam menggugat cerai suami ke pengadilan!" sentak Jino membuat Celine menelan ludahnya kasar.


Dia terkejut tak menyangka sang suami mengetahui pergerakan nya. Oh demi apapun, Celine ingin lari dari Jino karena takut suaminya akan bertindak gila.


"Mas a-aku aku!" Celine tak bisa berkata-kata lagi memberikan alasan padan Jino karena memang nyalinya menciut di hadapan sang suami.


"Aku aku apa, huh?! Tidak usah banyak alasan, kita selesaikan di rumah!" Jino memasukkan Celine Ke dalam mobil, dia mendorong istrinya ke samping dan masuk duduk di sebelah sang istri.


"Kita pulang ke rumah, Fang!" titah Jino membuat sopirnya segera menyalakan mobil menancap gas menuju arah rumah Jino.


Selama perjalanan suasana dalam mobil berubah dingin dan mencekam. Jino berulang kali menyentuh lehernya seolah ingin mencekik diri sendiri. Matanya memerah menandakan dia sedang tak baik-baik saja.


Dadanya bergemuruh ketika mendapatkan laporan dari pengacara Celine yang ternyata adalah orangnya bahwa Celine ingin menggugat cerai dirinya.


Tanda tanya besar dalam benak Jini tentang alasan Celine ingin bercerai dengan nya.


"Mas jangan menyakiti dirimu sendiri!" Celine menahan tangan Jino yang sedari tadi mencengkram lehernya sendiri.


Tak.


Jino menepis tangan Celine kasar. Pria itu menatap tajam ke arah sang istri seolah-olah ingin melahap nya hidup-hidup.


"Apa peduli mu padaku, huh?!" bentak Jino marah menatap kecewa sang istri karena berniat menggugat cerai dirinya.


"Mas, a-aku!"


*


*


Maaf telat up,


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰

__ADS_1


__ADS_2