Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Rindu Tak Bertepi


__ADS_3

Semua orang terdiam saat Celine bertanya tentang Jino. Mereka tidak tahu harus menjawab apa, karena kondisi Celine baru saja sadar dari koma nya. Mereka takut Celine drop keadaan nya.


"Kenapa diam? Mas Jino di mana, Ma, Pa … Kakak kamu ke mana, Siska?" tanya Celine dengan suara bergetar.


Memori tentang wajah pucat pasi Jino terbayang di dalam benaknya. Dia merasa sangat gelisah dan khawatir. Untuk berdiri saja suaminya tak sanggup kala melihat dirinya pendarahan.


Sorot mata Jino penuh luka, kesedihan, marah dan kekhawatiran kala itu masih terekam jelas dalam kepalanya.


"Mas Jino di mana? Kenapa kalian diam saja?! Aku mau Mas Jino!" Celine meninggikan suaranya, dia menatap semua orang yang berada dalam ruangannya.


Tak ada satupun yang menjawab. Tanpa sadar butiran kristal membasahi pipi Celine. Seperti tertusuk duri halus, hatinya merasa sakit.


"Jino koma, Cel!" jawab Margaret hati-hati membuat Celine terkejut.


Degg.


Sejenak Celine merasa waktu berhenti. Wanita cantik itu mencoba mencerna apa yang terjadi.


Suaminya koma? Sang pujaan hati menutup matanya untuk sementara.


Terjebak di dalam ilusi mimpi yang tidak tahu kapan akan membuatnya kembali membuka mata.


Kenapa?


Kenapa Tuhan menjadikan kisah cinta mereka rumit seperti ini?


Mengapa ada orang jahat yang tega melukai dirinya?


"Koma," gumam Celine pelan nyaris tak terdengar.


"Kok bisa? Apa traumanya kambuh?" tanya Celine lagi dengan suara yang lebih jelas.


Margaret menganggukkan kepalanya lemah. Wanita tua itu juga ikut menangis, dia menceritakan tentang keadaan Jino pada Celine, membuat wanita itu merasa bersalah.

__ADS_1


Andai saja waktu itu dia kuat dan bisa melawan, pasti dirinya tidak akan pendarahan.


Andai saja dia tidak ke toilet pasti semua ini tidak akan terjadi.


"Aku ingin bertemu dengan Mas Jino, Ma. Bawa aku ke ruangannya!" pinta Celine dengan suara bergetar menahan tangisnya.


Hati Celine dipenuhi rasa rindu tak bertepi. Ingin sekali bertemu dengan sang pujaan hati.


Jino merupakan sosok suami istimewa. Rupanya gagah bak raja, hatinya baik bak dewa.


Dia pandai memperlakukan Celine, hingga membuat wanita itu merasa menjadi ratu di dunia nyata.


Celine merindukan sosok suaminya. Dia ingin bertemu dengan Jino guna melepaskan kerinduannya.


***


Celine masuk ke dalam ruangan rawat Jino. Hatinya remuk, jiwanya seolah hancur. Dia melihat suami gagahnya kini terlihat lemah terbaring di atas ranjang.


Celine memegang dadanya yang terasa sangat sakit melihat keadaan suaminya yang memilukan.


Pernikahan mereka tidak diganggu oleh orang ketiga. Melainkan takdir yang membuat kisah rumah tangga mereka rumit.


"Ma, tolong tinggalkan aku dengan Mas Jino!" titah Celine dengan suara parau.


Margaret pun keluar dari ruangan tersebut setelah mendorong kursi roda Celine mendekati ranjang Jino.


"Mas … aku datang!"


Celine berkata lembut, sekuat tenaga bersikap tegar karena masih ingin berbicara banyak dengan suaminya.


"Aku rindu sama kamu, makanya aku berjuang untuk bangun dari koma."


"Mas … anak kita udah lahir loh, jenis kelaminnya perempuan. Kata Mama dia cantik seperti aku!"

__ADS_1


"Kita udah jadi orang tua … ayo bangun dan lihat kalau aku berhasil melahirkan seorang putri untukmu."


"Tidak perlu takut aku tinggalkan, karena aku tidak akan meninggalkanmu!"


"Bangunlah, Mas. Agar kita bisa berdoa bersama, meminta tanggal kematian kita disamakan. Biar tidak ada yang ditinggalkan nantinya. Kita sama-sama meninggalkan dunia ini."


Bibir Celine bergetar, air matanya yang sedari tadi ia tahan kini turun membasahi pipinya.


"Mas, bangun … hiks … jangan egois! Kamu enak-enakan di alam mimpi tak bertepi mu itu. Sedangkan aku sendirian di sini, merawat anak kita sendiri."


"Padahal kita membuatnya berdua! Ayo bangun, Mas. Kalau kamu tidak mau bangun! Aku bakal tinggalin kamu dan pergi dari suami lain."


"Agar putri kita bisa punya papa baru dan aku tidak jadi janda satu anak!"


Celine menangis seraya memeluk erat lengan Jino. Dia tidak sadar bahwa pria yang di peluknya sudah membuka matanya.


Bahkan, suara detak jantung yang sedari tadi berbunyi tidak dihiraukan nya. Karena larut dalam tangisnya.


"Ja-jangan nangis … aku tidak suka."


Degg.


*


*


Author mewek woiii hiks ..


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️

__ADS_1


__ADS_2