Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Kedatangan Siska


__ADS_3

Di rumah sakit Celine termenung seorang diri, dia teringat tentang kejadian tempo lalu. Wanita cantik itu merasa sangat ketakutan membayangkan hal jahat yang di lakukan Jino padanya.


Perlahan air matanya kembali menetes, bahkan suaminya itu tak datang menjenguknya guna meminta maaf dan melihat keadaan nya.


Perasaan getir dan hatinya terasa remuk.


"Kenapa kamu tega melakukan itu semua, Mas? Kamu ke mana? Kenapa tidak datang mengunjungi ku? Apa segitunya kamu benci anak kita sampai-sampai kamu tidak mau datang melihat keadaan kami?"


Celine berkata pelan seraya mengelus perutnya yang masih rata. Dia merasa kesepian, jujur saja walau dirinya marah dan takut pada Jino. Tetapi, hatinya masih terpaut satu dengan hati Jino.


Masih ada rasa cinta yang besar dalam hatinya. Terlepas perlakuan jahat Jino yang menyisakan trauma mendalam di hati Celine.


Suara pintu terbuka membuat Celine menoleh ke arah pintu dan ternyata adik iparnya datang menjenguk dirinya.


Siska — adik Jino masuk ke dalam ruangan dengan tatapan sinis. Dia berjalan bak model lalu meletakkan rantang makanan di atas meja, kemudian menghempaskan bokongnya di sofa.


Celine yang tadinya sedih pun merasa kesal melihat adik iparnya yang tidak ada sopan santun.


"Kenapa bisa sakit?" tanya Siska cuek membuat Celine ingin membuka mulutnya, namun Siska segera berbicara kembali.


"Aku …"


"Oh, aku tahu … jangan-jangan."

__ADS_1


"Jangan-jangan apa?" tanya Celine penasaran.


"Jangan-jangan …" Siska menatap tajam ke arah Celine membuat wanita itu bergidik ngeri.


"Jangan-jangan apa, Sis?"


"Jangan-jangan kamu sakit karena tidak sehat!" ujar Siska cepat membuat Celine menjatuhkan rahangnya.


Wanita itu merasa sangat kesal sebab Celine sangat menjengkelkan. Persis seperti Margaret yang setiap hari mengomeli dirinya.


"Ya di mana-mana orang sakit, pasti tidak sehat, Siska. Kamu ini gimana sih? Di bilang goblok, tidak mungkin. Karena kamu berpendidikan!" celetuk Celine kesal membuat Siska marah.


Berani-beraninya menantu miskin itu menghina harga dirinya. Ini tidak bisa di biarkan, Siska berdiri berdecak pinggang menatap tajam ke arah Celine.


"Oho … udah berani kamu membalas perkataan ku, ya … udah merasa kaya kamu! Iya? Makanya berani ceplas-ceplos sama aku?" Siska menatap tajam Celine membuat wanita yang sedang hamil muda itu geram.


Mungkin karena ada anak Jino di dalam perutnya yang mendongkrak keberanian Celine.


"Lalu aku harus apa? Diam saat di hina! Atau tertawa saat harga diriku di injak-injak oleh mu. Seharusnya kamu berperilaku sopan di hadapanku, Siska! Karena aku kakak ipar mu. Terlepas aku miskin atau kaya."


Celine berkata tegas menatap tajam Siska membuat gadis manis itu terkejut. Dia tak menyangka kakak ipar miskin nya itu sanggup membalas perkataan nya dengan tegas dan lancar.


Sedangkan Celine menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru saja keluar dari mulutnya.

__ADS_1


'Gila … kenapa bisa aku berani seperti ini? Apa karena ada darah daging Mas Jino dalam perut ku. Wih …benar-benar keren, baru saja hamil benih suami kaya sudah membuat aku merasa kaya dan berani!' batin Celine takjub dengan keberanian nya.


"Ka-kamu …"


"Apa? Kalau kamu datang ke sini hanya untuk menghina harga diriku, lebih baik kamu keluar sana. Sebelum aku kesal dan mengadukan mu pada Mas Jino, biar kamu di banting ke lantai lagi!" sentak Celine lagi dan lagi terkejut dengan keberanian dirinya.


Siska yang mendengarnya pun tertawa lepas. Dia benar-benar tak menyangka kakak ipar miskin nya kini sudah berani membalas perkataan nya.


"Telepon aja, Kak Jino. Dia tidak akan bisa ke sini karena saat ini dia di kurung dalam ruang isolasi bawah tanah!" ujar Siska seraya terkekeh kecil membuat Celine terkejut.


Degg.


"Apa maksud mu?" tanya Celine dengan suara bergetar.


*


*


*


Si Siska ngeselin banget ya, Bund.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️


__ADS_2