Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Celine Pingsan?


__ADS_3

Jino masuk ke dalam kamarnya, dia melangkah mendekati ranjang. Celine tidur dengan menyelimuti seluruh tubuhnya. Perlahan dia masuk ke dalam selimut dan melihat wajah sembab sang istri.


Jini menyingkap selimut tebal yang menggulung tubuh Celine. Dia tahu sang istri pura-pura tidur.


"Maafin aku, Sayang. Tadi aku tidak sengaja bentak kamu!" ujar Jino pelan berusaha meluluhkan hati sang istri.


Celine mengerucutkan bibirnya, dia membuka matanya perlahan lalu menatap tajam wajah tampan suaminya.


"Alasan klasik, selalu bilangnya tidak sengaja! Tapi, besoknya di ulangi lagi!" balas Celine dengan suara parau. Dia masih kesal karena Jino tiba-tiba membentak nya hanya karena masalah bunga.


Cup.


Jino mengecup bibir Celine karena gemas. Kembali Celine merasa kesal karena suaminya sangat pandai melakukan tarik ulur dalam hubungan mereka.


Celine tak bisa marah lama-lama pada Jino, ada saja tingkah suaminya itu yang membuat hatinya luluh.


"Aku kan manusia, Sayang. Bukan malaikat yang tidak punya salah dan dosa! Aku minta maaf karena udah salah, ya … meskipun besoknya aku ulangi lagi! Tapi, kan aku selalu minta maaf sama kamu."


"Harusnya kamu bersyukur, punya suami yang tidak gengsi mengakui kesalahannya seperti aku! Di luar sana banyak istri yang sakit hati karena punya suami yang tidak mau minta maaf kalau salah!"


Jino meminta maaf, namun tersirat kesombongan di dalam kata-katanya. Seolah dirinya adalah suami langka yang hanya 1 di dunia.


Nah, kan? Lagi dan lagi Celine di buat kesal dengan tingkah suaminya. Selalu saja punya waktu untuk memuji diri sendiri membuat Celine terkadang muak.


Walau sebenarnya apa yang dikatakan oleh Jino benar. Meski pria itu sering membentak dan berkata kasar padanya bila marah, tetapi saat sadar pria itu segera meminta maaf padanya.


"Kamu ini! Selalu saja punya cara untuk mempromosikan diri kamu sendiri, Mas. Dikit-dikit kamu suruh aku bersyukur! Seharusnya kamu juga banyak bersyukur karena punya istri cantik, penurut, baik dan berhati lapang seperti aku!" sentak Celine dengan nada kesal seraya memukul dada bidang suaminya.

__ADS_1


Sontak saja Jino tertawa di buat sang istri. Dia menjepit pipi Celine gemas.


"Tentu saja aku bersyukur punya istri sebaik kamu! Buktinya aku setia sama kamu! Meski di luar sana banyak wanita-wanita penggoda yang berusaha menjeratku ke dalam pesona mereka. Aku tetap tidak tergoda!"


"Karena aku ingat kalau ada sosok istri yang baik, cantik dan penurut sedang menunggu ku di rumah!" jelas Jino panjang lebar membuat pipi Celine merona.


Wanita cantik itu mencubit gemas pinggang suaminya membuat Jino meringis pelan.


"Awas aja kalau sampai kamu tergoda sama mereka, Mas. Jangan harap kamu bisa dapat jatah malam lagi!" ancam Celine galak membuat Jino tertawa.


"Ha ha … ada-ada aja kamu, Sayang. Ya tidak mungkinlah aku tergoda sama mereka! Kalau ada yang halal untuk apa yang haram? Ck … udah ah! Stop marahan nya. Aku memang pemarah orangnya, tapi kamu tidak usah khawatir! Aku tipikal pria yang setia!" ujar Jino tak ingin membahas hal yang tidak penting lagi.


Pikirannya sudah rumit memikirkan siapa yang mengirimkan bunga untuk istrinya. Dia harus segera mencari tahu, agar tidak ada ular yang merusak tanamannya.


"Mas, kamu sudah tidur?" tanya Celine kesal.


"Ih kamu curang! Tadi, aku tidur tapi kamu gangguin. Sekarang giliran aku bangun, malah kamu yang tidur!" sungut Celine berusaha membangunkan Jino.


Namun, sepertinya suami nya itu benar-benar tak ingin berbicara lagi.


"Mas … jangan tidur! Kita pillow talk dulu," rengek Celine berusaha menggoyangkan tubuh sang suami.


Jino memunggungi Celine membuat wanita itu melongo. Ternyata suaminya itu benar-benar terlelap, bahkan terdengar suara dengkuran halus.


"Ck … kebiasaan kamu, Mas. Kalau udah tutup mata langsung pulas beneran, macam lilin mati!" dengus Celine kesal mau tak mau ia juga harus tidur.


Jino memiliki kebiasaan bila sudah menutup mata langsung tidur. Dia tidak akan bisa mendengar lagi karena sudah berada di alam mimpi.

__ADS_1


Celine menarik tubuh Jino agar tidur terlentang. Setelahnya dia tidur memeluk erat tubuh Jino menyembunyikan wajahnya di ketiak Jino yang di tumbuhi bulu. Aroma maskulin tubuh Jino membuat wanita itu nyaman hingga terlelap.


***


Celine dan Jino kini berada di ruang meeting. Mendengar dan melihat presentasi yang di berikan oleh anak buah Jino. Suaminya itu tampak tersenyum puas karena suka pada presentasi tersebut.


Berbeda dengan Celine yang tidak bisa fokus pada presentasi. Karena kepalanya terasa pusing dan perutnya seperti di aduk. Keringat dingin membasahi kening Celine. Wajahnya tampak pucat.


"Mas," lirih Celine pelan mencengkram lengan Jino membuat pria tampan itu segera menoleh ke arahnya.


Degg.


"Sayang, kamu kenapa? Wajah kamu pucat sekali?" tanya Jino dengan raut wajah terkejut. Bahkan, karyawan yang berada di sana ikut melihat ke arah Celine.


"A-aku." Pandangan Celine buram dan hampir ambruk ke lantai, namun Jino segera menahan tubuh istrinya.


"Celine?!" pekik Jino panik seraya menepuk pipi istrinya.


*


*


Wihhh … kira-kira apa yang terjadi ya, guys?? What happen to bebeb Celine?


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏


__ADS_2