
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah tiga bulan usia kandungan Celine. Selama itu juga dia mendapatkan perhatian lebih dari keluarga Jino. Margaret adalah orang yang paling perhatian pada Celine melebihi Jino.
Namun, mulut wanita tua itu masih saja suka asal bunyi. Kadang kala dia berkata kasar pada Celine, namun wanita itu tak lagi sakit hati karena sudah terbiasa dan paham betul karakter Margaret yang cuma jahat mulutnya tapi baik hatinya.
"Hey, Missqueen … coba minum susu ini!" Margaret memberikan susu untuk Celine yang sedang duduk di sofa menonton televisi.
"Mbak, apa tidak bisa memanggil Celine dengan nama?" tanya Tante Mela dengan nada kesal karena tak enak hati pada Celine.
Sedangkan wanita hamil itu tersenyum manis dan meminum susu pemberian Margaret.
"Tidak apa-apa, Tante. Aku malah senang di panggil Missqueen karena itu panggilan kesayangan mama untuk aku!" balas Celine seraya mengelap bibirnya yang basah karena susu.
Margaret yang mendengarnya pun berdecak kesal. Dia masih saja jual mahal tak mau tampak akrab dengan Celine. Walau sebenarnya hatinya sudah luluh dan menerima Celine sepenuhnya.
Tetap saja dia merasa malu bila baik pada Celine. Sebab sebelumnya dia menentang Jino menikahi Celine.
"Ekhm … terserah kamu saja! Gimana susunya, enak?" Margaret bertanya serius membuat Celine menganggukkan kepalanya senang sebab susu yang di berikan Margaret memiliki rasa mangga.
Sebelumnya susu ibu hamil yang di minum oleh Celine rasa vanila, namun dia berkata ingin meminum susu rasa mangga.
Margaret yang mendengarnya pun mengomel tak suka.
Eh … tahu-tahunya sekarang Margaret membeli susu ibu hamil varian baru rasa mangga untuk Celine.
"Enak banget, Ma. Aku suka rasa mangga nya!" balas Celine semangat membuat Margaret tersenyum puas. Dia mengipasi dirinya dengan kipas mahal lalu tersenyum angkuh.
__ADS_1
"Tentu saja enak, aku sengaja membelinya dari PT nya langsung. Kebetulan pemilik PT itu punya sahabat kuliahku dulu, jadi dia menggratiskan susu itu … tapi, aku tidak mau yang gratis karena aku orang kaya. Harga diriku merasa terhina! Jadinya, aku membelinya dengan harga yang mahal!" balas Margaret angkuh membuat Tante Mela dan Celine hanya bisa melongo.
Mereka berdua adalah orang miskin yang sangat suka barang gratis. Merasa sedih dan tak terima saat mendengar Margaret menolak susu gratis.
"Kenapa di tolak, Ma? Padahal gratis loh?" tanya Celine tak terima.
"Hey … tentu saja aku tidak mau cucu ku minum susu gratis! Bisa mencret nanti dia!" jawab Margaret lantang membuat Celine memijat kepalanya kesal.
Tante Mela hanya bisa tertawa hambar mendengar alasan kakak iparnya. Benar-benar langka memiliki kakak ipar modelan Margaret.
"Dedek bayi nya tidak mungkin mencret, Ma. Lahir aja belum, bagaimana bisa mencret!" ujar Celine kesal membuat Margaret ikutan jengkel.
"Udah ah … capek ngomong sama orang Missqueen seperti kalian berdua! Hanya orang-orang kaya saja yang paham kenapa aku menolak barang gratis. Aku lebih baik tidur siang dulu aja!" ketus Margaret bangkit melangkah meninggalkan Celine dan Tante Mela di ruang televisi.
"Ih … kenapa bisa sih Tuhan menciptakan orang seperti mama? Ngeselin banget!" desis Celine membuat Tante Mela tertawa.
Tante Mela meneguk pundak Celine membuat wanita hamil itu menganggukkan kepalanya setuju.
"Iya ya … kayak ular jadinya ya, berbisa!" balas Celine membuat Tante Mela tertawa.
***
Jino tersenyum senang. Dia baru saja membeli rujak buah untuk istrinya. Pria tampan itu mengemudikan mobilnya sendiri karena Fang — sopirnya sedang sakit.
"Celine pasti suka aku bawa pulang rujak buah!"
__ADS_1
"Hemm … apalagi ya yang harus aku beli? Sate ayam apa dia suka ya? Ahh … beli aja deh, kalau dia tidak suka, aku bisa kasih untuk pelayan di rumah," gumam Jino pelan menepikan mobilnya di pinggir jalan.
Dia membeli sate di tempat langganan keluarga Celine. Apa Jino menyukai nya? Jawabannya tidak … karena perut Jino sangat sensitif. Dia tidak bisa makan sembarangan, sama seperti Margaret. Berbeda dengan Siska dan Junior yang masih bisa makan apa saja.
Setelah membeli sate, Jino mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, sebab hujan deras turun dan jalanan licin.
Degg.
Jino terkejut saat melihat seseorang pingsan di tengah jalan. Tidak ada pengendara lain di sana karena jalan yang di lewati oleh Jino merupakan kawasan elite.
Buru-buru Jino turun dan menolong orang tersebut.
"Hey, are you ok–,"
Jino melebarkan matanya saat melihat wajah orang tersebut tak lain adalah wanita yang pernah menyakitinya di masa lalu.
"Nayla," gumam Jino terkejut.
*
*
Hehe … sekarang kita mulai masukin pebinor dan pelakor nya yah 🤭🤭😎😎
Bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏