
Malam hari pun tiba, acara ulang tahun selesai. Celine memilih mengistirahatkan tubuhnya di kamar Jino saat lajang dulu. Suaminya masih berada di luar kamar guna mengantarkan para kerabat yang ingin pulang.
Tak berselang lama pintu kamar terbuka. Celine tidak membuka matanya karena mengira Jino yang masuk.
"Uhh … mama tidul!" gumam Syakira dengan suara imutnya.
Sontak saja Celine membuka matanya lebar. Dia menoleh ke arah pintu, terlihat sosok Syakira yang masih memakai gaun kembang dengan pita besar di bagian pinggang nya.
Rambut bocah balita itu dikepang dan bibirnya di pakai lipstik berwarna pink.
"Mama tidak tidur, Sayang. Ayo sini naik ke atas ranjang!" ajak Celine dengan raut wajah berbinar.
Sontak saja Syakira tersenyum lebar. Dia berlari naik ke atas ranjang dengan sudah payah karena tubuhnya pendek. Di bangunoleh Celine, barulah Syakira sanggup naik ke atas ranjang.
"Kaki mama sakit yah?" tanya Syasya dengan suara imutnya membuat Celine mengernyitkan dahinya.
"Siapa yang bilang?" Celine bertanya balik pada Syakira. Membuat bocah balita itu tersenyum lebar.
"Oma yang bilang! Tadi, Oma suluh Syasya pijitin kaki mama. Biar nggak bengkak!" jelas Syakira dengan aksen anak kecil yang belum sempurna berbicara.
Sontak saja hati Celine berubah hangat. Walaupun Syakira dirawat oleh mertuanya, tetap saja Margaret menanamkan kecintaan terhadap dirinya dan Jino dalam diri Syakira.
Walau mereka jarang bertemu, tetapi ikatan batin tetap terjalin, karena Syakira tetaplah bocah balita yang manja pada ibunya bila bertemu.
"Ihh … kaki mama benelan bengkak! Pasti sakit ya, 'kan, Ma. But it's okay! Syasya bakal sembuhkan Mama!"
Syasya memijat lembut kaki Celine yang bengkak efek dari kehamilan nya. Tubuh wanita itu sangatlah gemuk semenjak kehamilan keduanya. Terkadang dia merasa tidak percaya diri saat Jino meminta jatah.
Tetapi, suaminya itu sangat pandai merayu dan meyakinkan Celine bahwa dirinya tetap cantik seperti dulu. Bahkan, Jino tampak semakin cinta padanya, terbukti pria itu lebih memilih bekerja di rumah. Daripada kantor, karena tidak ingin jauh dengan istrinya.
"Hemm … enak banget pijitan kamu, Sayang! Siapa yang ajarin?" tanya Celine tersenyum manis seraya membelai puncak kepala putrinya.
"Oma … Syasya sering pijitin pinggang Oma yang seling sakit karena capek main kuda-kudaan baleng Syasya!" lapor Syasya membuat Celine tertawa pelan.
__ADS_1
Untung saja Syakira tidak tinggal bersamanya.. bila tidak entah apa yang akan terjadi karena sangat tidak memungkinkan baginya main kuda-kudaan dengan Celine.
Untuk berjongkok saja Celine sudah tidak mampu lagi karena perutnya sudah besar.
"Syasya seneng tinggal bareng Oma?" tanya Celine lembut.
"Seneng, Oma dan Opa baik. Sayang sama Syasya, Aunty Siska juga, tapi Syasya kesel sama aunty karena selalu marahin Syasya gala-gala Syasya makan coklat banyak-banyak."
Syasya mengangkat sepuluh jarinya, menunjukkan seberapa banyak coklat yang dimakan nya. Celine tertawa gemas melihat keimutan putrinya.
Pintu kamar terbuka dan kali ini Jino yang masuk. Sontak saja pria itu tersenyum cerah ketika melihat putri tercintanya berada di dalam kamar.
"Princess papa ada di sini rupanya!" Jino bergegas menghampiri Syasya, ikut bergabung dengan istrinya. Dia memeluk erat tubuh putrinya lalu melabuhkan ciuman bertubi-tubi di wajah bulat Syasya.
"Rindu papa, nggak?" tanya Jino pura-pura cemberut membuat Syasya langsung naik ke atas punggung ayahnya. Dia memeluk erat leher Jino.
"Jangan lindu, Papa. Lindu itu belat, biar Syasya aja!" ujar Syasya membuat Jino dan Celine tertawa lepas karena putrinya baru saja meniru Dilan.
"Waduh, kamu dengar dari siapa rindu itu berat, Sayang?" tanya Jino gemas mencubit pipi gembul putrinya.
Mereka bertiga menghabiskan waktu bersama. Raut wajah bahagia terpasang di wajah ketiganya, Celine yang tadinya lelah dan ingin istirahat pun hilang sudah rasa lelahnya setelah melihat wajah putri kecilnya.
Senyuman anak adalah obat bagi orang tua. Begitulah yang di rasakan oleh Celine, rasa lelahnya menguap begitu saja.
Dia melihat wajah Jino yang bahagia, bercanda dengan Syasya membuat hatinya hangat.
Tidak menyangka bahwa pernikahan nya akan awet hingga 6 tahun. Padahal dulu mereka kerap kali berdebar dan Celine sering sakit hati karena Jino membandingkan nya dengan Melisa – mendiang istri pertama Jino.
Namun, dia juga bersyukur karena Jino sepenuhnya berubah. Walau sesekali mengulangi pujian untuk Melisa, namun Celine tidak marah lagi.
Sebab Melisa adalah masa lalu dan dia adalah masa depan Jino. Keduanya adalah wanita yang dicintai oleh Jino di waktu berbeda.
Syasya tidur di tengah-tengah mereka karena kelelahan. Jino tersenyum manis membelai pipi Celine. Keduanya tidur saling berhadapan.
__ADS_1
"Terima kasih karena sudah mau menerimaku yang punya penyakit bipolar dan darah tinggi. Maaf kalau kadang aku menyebalkan dan membuat ku menangis karena lisan ku. Tapi, percayalah kalau aku benar-benar cinta sama kamu!"
Jino berkata dengan suara pelan, matanya mengembun karena terharu dengan keteguhan hati Celine yang mau bertahan di sisinya.
Dia adalah monster bila sedang marah, namun Celine masih mau bersamanya.
"Seharusnya aku yang bilang terima kasih karena sudah mau mencintai ku sedalam ini. Padahal aku adalah gadis miskin yang punya tampang mirip dengan mantan istrimu saja," balas Celine pelan meneteskan air mata haru.
Jino menghapus nya segera.
"Mungkin di awalnya aku cinta sama kamu karena wajahmu mirip dengan Melisa. Tapi, makin ke sini aku sadar kalau aku sudah jatuh cinta dengan kepribadian mu! Bisa dibilang aku suka wajahmu 20 persen dan kepribadian mu 80 persen!" balas Jino cepat membuat hati Celine hangat.
Keduanya pun tersenyum bahagia. Begitulah hidup, tidak ada yang tahu seperti apa masa depan. Celine pernah berniat pergi dari kehidupan Jino pun sampai saat ini masih bertahan dengan segala kelebihan dan kekurangan pria itu.
Walau sesekali dia sempat terluka hati dan fisik karena amarah Jino yang tak bisa di tahan. Namun, langsung terobati dengan penyesalan dan permintaan maaf Jino.
Hingga di ukur 2 tahun pernikahan mereka, Jino berubah total dan penyakit bipolarnya sembuh. Alhasil pernikahan mereka sekarang dipenuhi oleh suka dan bahagia.
*
*
TAMAT.
Alhamdulillah, akhirnya cerita ini tamat juga. Maaf kalau banyak kurang dan cacat dalam cerita ini. Author hanya manusia biasa yang punya banyak dosa dan khilaf.
Ambil segala yang baik dan buang yang buruk. Semua kebaikan datangnya dari Allah, dan keburukan datang dari author sendiri.
Salam hangat dari author untuk kakak pembaca semua. Peluk jauh 🥰🤗🤗🤗
Mau ekstra part kah??
Yukk komentar di bawah ini.
__ADS_1
Terus ikuti kisah author yah. Mohon doa dan dukungan nya. Love you all.