Aku Bukan Masa Lalu Mu

Aku Bukan Masa Lalu Mu
Permintaan Celine


__ADS_3

"Apa maksud kamu?" tanya Celine dengan suara bergetar membuat Siska menelan ludahnya kasar karena tersadar akan apa yang baru saja ia katakan.


Seharusnya gadis itu tak mengatakan hal itu pada Celine. Sebab orang tuanya sudah melarang terlebih dahulu, karena tak ingin membuat Celine banyak pikiran saat sedang hamil.


'Mati aku … oh Siska! Seharusnya kamu bisa menjaga mulutmu, jangan main ceplas-ceplos aja,' batin Siska mengumpat kesal dalam hati.


"Apa maksud kamu, Siska? Mas Jino di kurung dalam ruang isolasi bawah tanah? Kenapa bisa? Apa yang terjadi?, Jawab, Siska?!" bentak Celine keras karena merasa khawatir dengan keadaan suami nya.


Bagaimanapun rasa cinta di dalam hati Celine membuat wanita itu merasa getir dan sedih mendengar kabar suaminya.


"Kak Jino harus di rawat! Penyakit bipolar nya sudah parah. Dia di kurung dalam ruang isolasi agar tidak menyakiti orang lain dan dirinya sendiri."


Siska menjelaskan nya dengan suara pelan karena merasa gugup. Gadis cantik itu paling tidak pandai berbohong.


Degg.


Jantung Celine terasa sangat sakit mendengar kabar pilu suaminya. Dia merasa bersalah karena telah berpikiran buruk tentang Jino. Padahal sekarang suaminya sedang sakit parah.


"Bipolar? Mas Jino punya penyakit bipolar? Sejak kapan? Kenapa tidak ada yang memberitahuku?" Celine bertanya cepat dengan suara bergetar menahan tangis.


Wanita cantik itu merasa sangat khawatir dengan keadaan suaminya.


"Iya, Mas Jino punya penyakit bipolar dari dulu. Itulah sebabnya dia kalau baik, baik sekali. Tapi, kalau marah bisa berubah jahat seperti monster."


Siska bergidik ngeri membayangkan masa lalunya, saat sang kakak membanting nya ke lantai membuat tubuhnya lebam dan remuk, terpaksa harus di rawat inap.

__ADS_1


Untung saja kala itu ada orang tuanya di rumah, kalau tidak bisa mati dia di bunuh Jino.


"Aku kira dia marah-marah hanya karena darah tinggi!" gumam Celine parau meneteskan air matanya.


"Yeah … Kak Jino juga punya darah tinggi. Jadi wajar kalau dia marah, langsung mengamuk. Kak Jino paling tidak bisa menahan diri bila sedang marah!" balas Siska seraya mengusap tengkuknya.


Tak berselang lama, Margaret dan Junior masuk ke dalam ruangan nya. Sudah 5 hari Celine di rawat inap dan dokter mengatakan sudah tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Keadaan janin dan Celine semakin membaik.


"Hari ini kamu sudah bisa pulang!" ujar Margaret datar walau dari sorot matanya tersirat kebahagiaan.


"Ma, Pa. Aku ingin bertemu dengan Mas Jino!" balas Celine cepat membuat mereka semua terkejut.


"Tapi, Jino lagi di luar kota," bohong Margaret.


"Mama bohong, Mas Jino saat ini lagi di ruang isolasi bawah tanah rumah kalian 'kan? Please, Ma … aku mau ketemu Mas Jino!" pinta Celine penuh harap.


"He he … aku tidak sengaja keceplosan tadi, Ma, Pa!" Siska tersenyum paksa membuat Margaret langsung menjambak rambutnya.


Akk.


"Sakit, Ma!" pekik Siska kesakitan.


"Mulut kamu ini ya … memang dari zaman Fir'aun sampai akhir zaman tidak bisa jaga rahasia! Mama dan papa sengaja bohong bilang kakak mu lagi keluar kota, eh kamunya malah bongkar rahasia!" dengus Margaret kesal membuat Junior turun tangan melerai pertengkaran istri dan anaknya itu.


"Sudah, Ma …sudah! Malu sama menantu!" ujar Junior seraya memeluk istrinya membawa ke samping kanan. Sedangkan Siska berada di samping kiri.

__ADS_1


***


Dokter Smith tersenyum lega saat Jino membuka matanya. Jino baru saja melakukan hipnoterapi dan itu sangat berpengaruh pada kesembuhan Jino.


"Bagaimana perasaan mu sekarang?" tanya Dokter Smith.


"Lebih plong," balas Jino datar membuat dokter Smith tersenyum senang.


Saat mereka mengobrol tiba-tiba pintu ruangan di buka membuat mereka berdua segera menoleh ke arah pintu.


Degg.


"Mas Jino."


"Celine."


*


*


Wihh … udah ketemu aja nih 🔥🔥🔥


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰

__ADS_1


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🥰


__ADS_2