
"**Rin, kamu kok diam? apa aku salah ya terlanjur sayang sama kamu?" tanya Adi yang langsung membuyarkan lamunan Arini "Oh enggak kok Di, kamu ga salah namanya manusia normal wajar kali kalo punya rasa sayang" jawab Arini "Lalu apa jawaban mu tentang perasaanku Rin?" Arini terdiam ia bingung harus menjawab apa karena saat ini ia sendiri saja masih bingung dengan perasaannya. Arini menghela nafasnya " Di aku bukannya tidak menyukai mu apalagi tidak menyayangi mu, tapi untuk saat ini aku masih bingung dengan perasaanku, aku belum mempunyai jawaban atas pertanyaan mu itu, yang aku tau kini aku tidak ingin kehilanganmu Di" jawab Arini.
__ADS_1
" Ahh tidak papa Rin tak usah di paksakan, dekat denganmu begini saja aku sudah sangat senang" Balas Adi " Tapi aku akan selalu menunggu jawaban mu itu Rin, Kalau pun nanti kamu lebih memilih orang lain aku akan tetap menjadi temanmu" kata Adi sambil mengecup kening Arini dan memeluknya. Arini tersentak mendapati ciuman Adi itu.
__ADS_1
Setelah mengungkapkan perasaan yang sudah dipendamnya selama ini Adi mengantarkan Arini pulang, sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam, "Aku kecewa karena kau tak menerima ku Rin, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja, aku akan berhenti mengejar mu sampai nanti pada akhirnya kau telah memilih orang lain bukan aku" gumam Adi dalam hati sambil melajukan motornya. Sesampainya di depan gerbang kost Arini, " Rin besok aku jemput kamu yah?" Adi mengulangi pintanya tadi "Anak ini masih saja ngotot" kata Arini dalam hati sambil tersenyum " ya udah deh jemput aku habis subuh, soalnya nanti pasti bakalan rame banget Di" jawab Arini " Oke, kalo gitu aku balik dulu Assalamu'alaikum" " hati\-hati, walaikumsalam" jawab Arini.
__ADS_1
Seperti biasanya Arini selalu bangun tepat bersamaan suara adzan berkumandang, lalu ia segera mandi dan menunaikan sholat subuh. Setelah sholat subuh Arini mengemas keperluannya untuk pergi ke acara perpisahan nya itu. Tingg..(suara pesan masuk) pesan itu dari Adi yang menyuruhnya keluar dari kostnya karena Adi sudah menunggunya di depan Gerbang kost-kostan. Arini segera keluar menemui Adi. Namun saat sudah berada diluar pagar Arini tidak menemukan wujud Adi, diliriknya ke kanan-kiri tak ada, yang ada hanya orang pulang sholat dari masjid. "Adi mana sih" gumam Arini, Lalu tiba-tiba dari belakang Adi menepuk bahunya "Astaghfirullah" Arini spontan berbalik melihat siapa yang mengejutkan nya itu. "Aaaa Adi, bikin jantungan aja" kata Arini dengan nada manjanya " hahahah maaf deh, ya udah ayok ntar kamu dapat antri paling terakhir lagi" ajak Adi " Tunggu motor kamu mana Di?" tanya Arini karena ia tak melihat motor matic yang biasa Adi pakai menjemput nya, " Aku ga bawa motor Rin, gak papa yah?" tanya Adi " Oh ya udah gpp, kita pesan Grab aja ya tunggu biar aku yang mesanya" Kata Arini sambil mencari-cari driver Grab. "Ga usah Rin, aku udah mesannya deluan kok" jawab Adi "Ya udah mana?" tanya Arini lagi, ayok Grabnya udah nunggu di simpang gang tuh" jawab Adi sambil menunjuk sebuah mobil BMW mewah berwarna hitam sudah terparkir di depan Gang kost Arini**.
__ADS_1