AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 22


__ADS_3

**Pukul 19.45 menit keluarga Dul sudah datang dan Arini sangat gugup saat ini, didalam kamarnya Arini tak henti\-hentinya berdoa agar Acaranya berjalan lancar. "Kak ngapain sih komat\-kamit, lagi baca mantra ya?" Goda Yanti karena ia juga sebenarnya tahu kalo kakaknya itu sedang gugup " Ih apaan sih kamu dek, kakak lagi baca doa tau" jawab Arini dengan nada yang cukup pelan karena ia tak ingin keluarga calon suaminya mendengar perdebatan nya itu. "Hahahah ya sudah ayo keluar, emak nyuruh aku jemput kakak" " Dek apa kakak sudah terlihat baik?" tanya Arini "kakak sudah terlihat cantik kok" jawab Yanti yang membuat Arini senang karena adiknya itu sangat jarang mau memujinya.


Arini dan Yanti kini sudah berjalan menuju ruang tengah, saat mereka sampai disana semua mata menatap nya karena kagum dengan kecantikan Arini, ia memang sangat jarang ber makeup tapi sekali bermake-up Arini terlihat sangat cantik. "Wah ini calonmu Dul?" tanya bibi Dul selaku wali nya. Abdul hanya tersenyum malu-malu " cantiknya calon kakak ipar ku" sambung adik perempuan Dul, membuat Arini salah tingkah. Acara nya pun di mulai, saat Abdul ingin menyematkan cincin ke jari manis Arini, tiba-tiba ia menolaknya sehingga membuat orang yang berada disana heran dan bertanya dalam hati Apakah Arini menolak Dul. "Ah maaf bang aku belum sempat memberi tahumu, Bahwa aku tidak suka menggunakan perhiasan apapun kecuali jam tangan" kata Arini "Sebelumnya kami minta maaf, anak kami memang dari kecil sangat membenci perhiasan, ia bisa muntah jika mencium bau nya" jelas Nur karena tak ingin keluarga Dul salah faham.


"Oh ya, kalau begitu bagaimana orang akan tahu bahwa Arini sudah bertunangan jika tak mengenakan cincin?" tanya bibi Dul. suasana hening...


"Ah sudahlah bi, aku tak mau memaksakan Arini agar mengenakan cincin, aku yang salah tak bertanya kemaren malam karena saking bahagianya" ucap Dul mencairkan suasana hening itu. "Ya kurasa tak masalah yang penting Arini bisa menjaga hatinya untuk Abang" sambung adik perempuannya Dul.

__ADS_1


Lalu mereka kembali membicarakan hari pernikahan Abdul dan Arini. Keluarga Dul memberi tahu bahwa Minggu depan akan melangsungkan resepsi pernikahan dan pada hari Jumat nya melakukan ijab kobulnya. "Apakah tidak terlalu cepat buk?" tanya Rahmat pada bibi Dul. "Saya rasa buat apa lagi menunggu lama-lama nanti menimbulkan fitnah, lebih cepat lebih baik" jawab bibi Abdul. Bapak Arini menatap nya seakan bertanya apakah putrinya setuju Minggu depan ia akan menikah. "Iya Bi, Rini siap kok" jawab Arini sambil senyum malu-malu dan menundukkan kepalanya. "Alhamdulillah" sahut keluarga Dul bersamaan.


Setelah Acaranya selesai keluarga Dul pamit pulang, tapi Dul masih tetap ingin Tinggal karena ingin menanyakan bagaimana konsep pernikahannya besok.


"Pak, saya minta izin untuk bicara berdua sama Rini di luar?" Dul meminta izin pada calon mertuanya itu "Oh silahkan Dul" Rahmat mempersilahkan calon menantunya itu.


"Ya sudah aku ingin memakai adat Jawa sama Batak apa kamu mau?" tanya Arini "Biar Adil kita pakai semua Adatnya ya" "Hahh semua adat bang" Arini terkejut "Maksudku Adat Jawa&Batak juga Adatku Arini Adat Ocu heheheh" kata Dul sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Oh aku kirain tadi bang, oke kalo gitu" "Arini!" Dul kembali memanggil namanya "Iya bang" "Aku sudah tak sabar ingin memiliki mu" kata-kata Dul membuat Arini merinding "Hahahah iya bang sabar ya seminggu lagi kok" jawab Arini sambil tertawa. Setelah lama membahas konsep pernikahannya Dul pun berpamitan pulang dan Arini masuk untuk beristirahat karena badannya terasa cukup lelah hari ini**.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2