
***15 menitan mereka berdua menyelesaikan ritual mandinya, Karena mereka memang hanya melakukan kegiatan Mandi tanpa Ada kegiatan tambahan 😂*.
Pukul 19.15 wib Arini Dan Dul sudah selesai bersiap-siap mereka pun berlalu meninggalkan rumah menuju tempat makan yang Tak begitu jauh. Sesampainya di tempat tujuan mereka langsung memesan makanan. Sambil menunggu pesanan datang mereka berdua hanya diam sampai tiba-tiba "Brruukkkk ( Sepiring pasta mendarat di Dada bidang Dul)" "Ah maaf Saya tidak sengaja mas" ucap seorang perempuan seksi sambil mengusap-usap Dada Dul.
__ADS_1
Arini yang melihatnya langsung terbakar api cemburu "Sudah biar aku saja" ucap Arini menepis tangan wanita tersebut "Oh maaf mbak, pasti mbak pacarnya ya, Saya minta maaf, Saya gak sengaja" Arini Langsung memotong perkataan perempuan seksi itu "Aku istrinya" kata Arini ketus. "Udah Rin gak usah marah-marah, lagian gak Kotor kok" Dul buka suara ia takut masalah nya Akan menjadi panjang. Namun Arini yang tersulut api cemburu sontak merasa bahwa suaminya itu membela perempuan tersebut. "Kamu kok belain dia sih bang?" ucap Arini dengan nada lirih.
"Aku gak belain dia Rin, udahlah aku gak papa kok" ucap Dul lembut karena ia tahu istri kecilnya itu sedang cemburu. Mood Arini untuk makan seketika hilang dikarenakan API cemburu Dan emosi sudah memenuhi hatinya. Tanpa membalas perkataan Dul Arini Langsung beranjak pergi meninggalkan meja tempat duduknya dengan Dul. Dul yang melihat Arini pergi langsung buru-buru mengejar istrinya itu, namun lengannya di tahan oleh wanita seksi yang menumpahkan pasta tadi "Mau kemana mas kok buru-buru? Sebagai gantinya biar aku temani deh makannya, Oh iya lupa Kenalin nama aku Syifa Aulia" ucap Syifa panjang lebar sambil mengacungkan telapak tangannya, "Maaf Saya tidak Ada waktu" tanpa basa-basi Dul langsung meletakkan uang seratusan ribu di atas meja untuk membayar makanan yang sudah ia pesan tadi Dan langsung berlalu meninggalkan Syifa tanpa membalas jabatan tangannya.
Tiba-tiba dari belakang Ada seseorang yang memukul pundak Dirga yang membuat cengkramannya terlepas "Aahhh, siapa kau? berani-beraninya ikut campur urusan ku" Dirga langsung berbalik Dan didapati nya seorang lelaki tapi bukan Dul, "Bang hamzah, antar aku pulang" Arini Langsung berlari kebelakang punggung hamzah. "Jangan macam-macam sama dia, FAHAM!!" gertak hamzah yang langsung menarik lengan Arini Dan menuntunnya Naik me dalam Mobil pribadinya.
__ADS_1
Di dalam Mobil Arini diam seribu bahasa, karena ia bingung harus mulai dari Mana percakapannya, Baru tadi sore ia bertemu hamzah Dan beradu mulut dengan nya, Arini takut pria di sampingnya itu jengkel dengan sikapnya tadi.
"Dek bos kok jalan sendiri malam-malam gini, emangnya bang bos kemana kok gak ngantarin?" hamzah memulai percakapan "Emmm anu..itu...." " Kenapa? lagi Ada masalah?" hamzah menebak namun dibalas dengan anggukan saja oleh Arini. "Kalau Ada masalah jangan suka kabur-kabur gitu dek bos ntar Kalau kejadian seperti tadi terjadi lagi, terus gak Ada yang nolongin gimana?" "Ih ga usah panggil dek bos- dekbos, panggil Rini aja, ya Kalau bang hamzah gak ikhlas nganterin aku ya udah turuni aja aku disini" jawab Arini dengan nada jengkelnya "Bukan gak ikhlas, cuma ngasih Tau aja, ya udah mau di anter kemana nih?" Tanya hamzah "Kerumah orang tuaku aja bang, nanti aku kasih tahu jalannya**"
__ADS_1