AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 32


__ADS_3

*Arini terbangun dari tidurnya karena mendengar suara adzan subuh berkumandang. Dilihatnya Dul masih terlelap di dekapan nya, Arini senang sudah bisa memberikan mahkotanya untuk suami yang teramat ia cintai itu. Di elus-elusnya pipi Dul yang masih asik dengan tidurnya, Arini menciumi semua bagian wajah suaminya itu. Dan Arini berniat ingin beranjak ke kamar mandi untuk melakukan mandi wajibnya namun ternyata badannya tak kuat untuk berdiri, bahkan *********** nya terasa begitu perih dan sakit. Dan ia merebahkan tubuhnya kembali. Merasakan gerakan Arini Dul terbangun, dan memeluk tubuh Arini "Apa kamu kesusahan untuk berjalan sayang?" bisik Dul dengan suara serak khas bangun tidurnya "Aku rasa sih iya bang, soalnya aku ga kuat untuk ke kamar mandi" ucap Arini.


Langsung Dul berdiri dan mengangkat tubuh istrinya yang polos itu, mereka sama-sama polos saat memasuki kamar mandi, dan mereka pun mandi bersama. Setelah mandi Arini berusaha agar bisa jalan untuk berwudhu menunaikan sholat. Dul yang melihat ketegaran istrinya itu sangat bangga karena memiliki istri yang taat beribadah walaupun ia saja sudah susah membawa tubuhnya, padahal Dul sudah menyuruh nya agar tidak sholat dulu karena merasa kasian dengan kondisi Arini yang melemas. Tapi ia masih tetap mengusahakan agar ia bisa sholat. Dan merekapun sholat berjamaah, setelah seperti biasa Arini mencium punggung tangan suaminya dan Dul mencium lembut kening istrinya. "Arini tak usah memasak hari ini!" ujar Dul sambil merebahkan tubuh Arini di ranjang. "Loh kalau aku tak masak kita mau makan apa bang?" tanya Arini "nanti Abang bakal minta tolong Mia untuk memasak disini" " Tak usah lah bang, jangan merepotkan kak Mia, Arini bisa kok masak beneran" ucap Arini sambil tersenyum tipis.


Lalu ia mencoba agar tetap kuat berjalan menuju dapur untuk memasak makanan untuk suaminya itu. Lagi-lagi Dul merasa semakin jatuh cinta karena Arini lebih kuat dan tegar dari apa yang difikirkan nya.

__ADS_1


Setelah asik memasak akhirnya Arini selesai menyiapkan sarapan untuk suaminya itu. Dan Dul sedari tadi duduk di meja makan mengawasi istrinya karena khawatir jika terjadi sesuatu pada istri kecilnya itu. Mereka pun sekarang sarapan bersama, "Rin, nanti aku mau kerja ya, kamu ga papa kan aku tinggal sendirian, apa aku mengantarkan mu ke rumah ibuk dan bapak agar kamu tidak kesepian, dan selepas kerja aku akan langsung menjemputmu?" tanya Dul panjang lebar karena ia tak ingin Arini merasa kesepian. "Tidak perlu bang, aku akan tetap dirumah mengurusi rumah ini karena itu kewajiban ku" Dul pun meng iyakan kata Arini. Arini mengantarkan suaminya yang akan berangkat mencari nafkah ke depan pintu, dan Dul pun tak ingin melewatkan kesempatan ia mencium kening Arini dan mencium kilas bibir Arini tapi Arini cepat melepaskan ciuman mereka karena suaminya sudah ingin lebih karena Arini takut akan ada tetangga yang akan melihatnya.


Setelah suaminya pergi bekerja Arini pun langsung memberes-bereskan rumah mulai menyuci baju, mengepel, menyapu, merapikan kamarnya dll semua dilakukannya sendiri, walaupun baru kali ini ia merasakan pekerjaan rumah tangga keseluruhan, karena selama ia gadis ia hanya akan memasak dan menyuci saja tapi lain hal nya sekarang, Arini harus melakukannya sendiri karena sudah tak ada lagi berbagi tugas seperti biasa ia lakukan bersamaYanti adiknya.


.

__ADS_1


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2