
**Arini kini sudah berada di kamar Dul yang lumayan luas dan rapi itu, "masukkan lah bajumu ke dalam lemari itu!" perintah Dul sambil menunjuk lemari besar di samping lemarinya. Arini langsung memasukkan baju\-bajunya ke dalam lemari tersebut. Sementara Dul keluar kamar menuju dapur,, ia berniat memasakkan makanan untuk istrinya itu. Setelah selesai memasukkan baju\-bajunya Arini pun keluar kamar mencari keberadaan Dul. "Bang, kamu dimana?" teriak Arini "aku di dapur sayang" Arini langsung menuju dapur mendengar suara suaminya itu. "Bang kamu masak?" tanya Arini sambil tersenyum berjalan mendekati nya. "Iya aku tahu kamu pasti laparkan? makanya aku buatkan nasi goreng" ucap Dul sambil mengaduk\-aduk nasi goreng yang masih di dalam kuali.
__ADS_1
Tiba-tiba Arini memeluknya dari belakang membuat Dul deg-degan sekaligus senang. "Bang maafkan aku ya, jika nanti aku belum bisa menjadi istri yang baik untukmu, kamu jangan marah apalagi meninggalkan aku ya" ucap Arini tanpa sadar menetes kan air matanya. Lalu Dul mematikan kompornya dan melepaskan pelukan Arini untuk mengambil piring, lalu ia meletakkan piring yang sudah berisi nasi goreng buatannya itu ke meja makan, Arini merasa semakin sedih karena pelukan dan perkataan nya tak di respon oleh suaminya itu. Dul kembali lagi menuju dapur, dilihatnya sang istri masih saja berdiri dan diam dalam tangisnya ia langsung menggendong tubuh mungil Arini dan mendudukkan nya di atas kursi meja makan. Kini Dul sudah berlutut di hadapan Arini "Sayang, jangan berkata seperti itu lagi, karena akulah yang ingin menikahi mu bahkan disaat usiamu saja masih sangat belia, jadi aku yang akan bertanggung jawab membimbing mu menjadi istri terbaik di dunia untukku, aku tidak akan pernah meninggalkan mu, karena bagiku pernikahan hanya sekali seumur hidup" jelas Dul sambil mengusap air mata Arini. Arini langsung memeluk Dul dan tak sungkan mencium kilas bibir lelaki yang sedang berada di depannya itu. "Sudah-sudah jangan menggodaku sekarang, nanti malam saja" ucap Dul menggoda Arini dan merekapun makan bersama.
__ADS_1
Sehabis makan merekapun langsung mencuci piring kotornya "Oh iya Rin, gimana kalo sekarang kita buka kado pernikahan kita?" ajak Dul "Baiklah bang".
__ADS_1
Mereka berdua menuju ruang tamu yang sudah penuh dengan kado-kado dari orang dan teman-teman terdekat mereka. Dul tertarik ingin membuka sebuah kado yang berukuran mini berwarna merah muda di raihnya kotak itu dan segera membukanya mata Dul terbelalak saat melihat isinya adalah sebuah CD film Dewasa yang sangat Hots lalu di bukanya surat yang terdapat di dalamnya " Den sangajo agia ang kado tu, supaya wa'ang bisa belajar Dul caronyo meniduri batino hahahaha😂 (isi surat tersebut)" yang artinya ia sengaja memberikan kado CD film dewasa itu agar Dul bisa belajar bagaimana caranya bercinta. "Sial anak ini, dia fikir apa aku tidak normal apa?" gumam Dul kesal karena kado dari temannya itu. Arini yang melihat suaminya sedang kesal menghampiri nya, "kamu kenapa bang? kok ngomong sendiri?" tanya Arini "Oh tidak kok sayang, aku hanya membaca nama-nama pengirim kado" jawab Dul berbohong sambil menyembunyikan CD itu di belakangnya. Arini yang melihat tingkah aneh suaminya itu langsung mendekati seolah-olah ia ingin mencium Dul tapi saat Dul menutup matanya dengan cepat Arini merebut benda yang ada di tangan Abdul. Dan Arini pun tak kalah terkejutnya melihat isi kado tersebut dan membaca isi suratnya. "Bang apa kamu tidak pernah pacaran sama sekali sampai-sampai temanmu menghadiahkan sebuah CD film Dewasa seperti ini untuk mu?" tanya Arini dengan senyum menggoda nya. yang membuat Dul semakin malu karena selama ini memang benar kalo dirinya tak pernah berpacaran seperti teman-teman nya, bukan karena ia tak laku bahkan Dul adalah pria yang terbilang cukup sempurna fisiknya tapi prinsip nya, yang ingin sukses dulu baru mencari pacar, tapi saat kepergian kedua orang tuanya ia tak ada minat untuk berpacaran yang ada di fikirannya bagaimana caranya membesarkan adik dan mengurusi aset-aset peninggalan orang tuanya**.
__ADS_1