
Tanpa fikir panjang Dul langsung melaju mencari sang istri ke rumah mertuanya. Sesampainya di rumah orang tua Arini Dul tidak melihat sepeda motor yang biasa Arini kendarai, tapi ia masih mencoba berfikir positif. "Assalamualaikum mak" Dul langsung masuk tanpa mengetuk pintu. "Walaikum salam" sahut Yanti yang sedang asik menonton TV di ruang tamu "Dek kakakmu mana?" tanya Dul pada Yanti.
"Lah gak tau bang, emangnya kakak gak dirumah apa?" tanya yanti balik " tadi pas Abang pulang kerja kakakmu gak dirumah, biasanya dia selalu izin dulu kalau mau keluar" jawab Dul dengan nada cemasnya, "Udah di telpon bang?" tanya yanti " udah dek, tapi gak di angkat"
"Dia juga gak ada kesini Dul, biasanya kalo mau kesini pasti ngabarin dulu" sambung ibu Arini yang datang dari belakang. "Mungkin main kerumah temennya kali bang, terus lupa ngabarin Abang" ucap Yanti menenangkan Abang iparnya itu.
"Kamu tau dimana aja rumah temennya? ayo kita cari dek!" ajak Dul yang semakin cemas
"Iya bang, aku pakai jilbab dulu" jawab Yanti.
__ADS_1
Dikediaman Dirga pukul 17:58
" Ahh sakit kali kepalaku yaallah" Arini tersadar dari pingsannya dan belum menyadari keberadaan nya dimana.
ia menggeliat seperti orang baru bangun tidur tanpa memperhatikan sekitarnya yang sudah ada sepasang mata menatap nya dengan penuh gairah. Arini bangun dari tempat tidur tersebut dan terkejut melihat orang yang sedang menatapnya.
"Hey kamu!! mau ngapain di kamarku, nanti suamiku pulang jadi salah faham" ucap Arini yang belum menyadari keberadaan nya dimana. "hahahaha harusnya aku yang tanya, ngapain kamu dikamarku? " ucap Dirga membalikkan kata-kata Arini.
"Mau apa kau?" tanya Arini yang mulai cemas
__ADS_1
" Aku menginginkan mu, Rin kembali lah padaku,! kita ulangi kisah kita dahulu yang pernah terputus" ucap Dirga berjalan mendekati Arini yang sedang duduk di atas tempat tidur. "Jangan mimpi, aku sudah mempunyai suami sekarang" jawab Arini ketus " Aku mau pulang" Arini berdiri dan menghindari Dirga.
Tiba-tiba tangan Arini di tarik dengan begitu kuatnya hingga membuatnya kesakitan " Aku tidak akan membiarkan mu pergi kemana-mana Rin, Sekarang kau sudah jadi milikku" "Kamu gila ya, aku sudah menikah Dirga, jangan sinting deh carilah wanita lain aku tidak akan pernah jadi milikmu lagi, lepaskan tanganku sakit" ucap Arini bergetar menahan lengan nya yang sakit.
"Baiklah kalau kamu tidak mau, jangan bermimpi kamu bisa melihat dunia luar, karena aku akan mengurungmu disini, dan hanya aku saja yang bisa melihatmu" Dirga mengancam sambil melepaskan tangan Arini.
Ditempat Abdul
Dul melaksanakan sholat Maghrib di sebuah masjid, meskipun hatinya sedang kalang kabut mengingat istrinya pergi entah kemana ia tidak meninggalkan sholatnya. "Yaallah kemana istri hamba, mengapa ia berubah begitu cepat dan meninggalkan hamba" ucap Dul sedih seusai sholat.
__ADS_1
sudah semua rumah teman Arini di datangi Dul bersama Yanti namun alhasil mereka tidak mengetahui keberadaan Arini. "Bang kita mau cari kemana lagi?" tanya yanti putus asa karena sudah tak tau kemana akan mencari kakaknya itu " Entah lah dek, Abang juga gak tau harus cari kemana lagi" mereka berdua duduk di tepi jalan memikirkan kemanakah Harus mencari Arini. " Oh iya kamu ada kontak Adi temen kakakmu?" tanya Dul tiba-tiba karena ia ingat beberapa hari yang lalu Adi menelpon istrinya. " Entar bang kaya nya ada sih" jawab Yanti sambil membuka ponselnya dan mencari daftar panggilan nya beberapa bulan yang lalu, ia ingat kakaknya pernah meminjam ponselnya untuk menelpon Adi.