AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 34


__ADS_3

 


**Setelah mendapat kan persetujuan istri kecilnya itu Dul merasa sangat senang, "Baiklah kita sholat hajat dulu ya, biar nanti Allah cepat memberikan dedek bayi untuk kita" ucap Dul sambil mencium\-cium rambut Arini. Deg.. jantung Arini terasa berhenti berdetak, sedangkan melepaskan keperawanannya, Arini merasakan sakit yang sangat luar biasa baginya, bagaimana jika nanti ia mengandung lalu melahirkan.


 


Arini membalikkan badannya ia ingin melihat wajah suaminya itu, " bang apa kamu juga sudah sangat ingin memiliki anak?" tanya Arini lirih "Tentu saja, teman-temanku yang usianya sama seperti ku sudah memiliki anak, aku juga ingin segera memiliki nya sayang" Arini terdiam tak membalas perkataan Dul. "Kamu kenapa? apakah kamu belum siap memiliki anak?" tanya Dul "Aku juga ingin bang, tapi aku takut, sedangkan sewaktu malam pertama kemarin saja aku menangis menahan sakit, bagaimana kalau nanti aku melahirkan, aku pun masih sangat muda, dan tubuhku ini masih mungil apakah pantas aku hamil?" jawab Arini. "Arini, aku akan selalu ada disamping mu, kalau kamu hamil aku tidak akan membiarkan mu kesakitan apalagi saat melahirkan nanti aku pasti akan menemani mu kita akan berbagi rasa sakit mu itu bersama-sama" Ucap Dul sambil mengelus-elus rambut Arini.

__ADS_1


Arini langsung memeluk tubuh suaminya itu. "Bang aku akan berusaha semampu ku agar kita segera memiliki anak" ucap Arini sambil menangis. "Iya kita akan berusaha sama-sama sayang, ya sudah ayo kita sholat dulu!" kata Dul sambil mengangkat tubuh Arini ke kamar mandi. Merekapun melaksanakan sholat Sunnah hajat berjamaah selesai sholat mereka kembali ke atas ranjang untuk usaha selanjutnya agar segera memiliki momongan 😆.


Dul mulai mendekat kan wajahnya mencium kening, kedua mata Arini, hidung dan turun lagi mencium bibir ranum Arini dengan lembut. Kali ini mereka melakukan nya dengan sangat lembut sampai pada akhirnya ciumannya berubah menjadi ciuman yang bergairah. Saat mencium-cium tangannya pun mulai meraba-raba kedalam piyama Arini, di rem** payudara Arini dengan lembut dengan pelan ia buka satu persatu kancing baju Arini, yang langsung memperlihatkan payudara Arini, ia memang tidak pernah mengenakan bra saat tidur untuk menjaga kesehatan nya.


Namun di saat Dul selesai melepaskan semua kain yang menempel di tubuh istrinya itu, tiba-tiba Arini langsung menindih tubuh Dul, entah apa yang merasuki Arini sehingga ia kini yang mencumbui Dul.


Hingga kini Dul sudah sangat ingin memasuki senjata nya memasuki kepemilikikan Arini. "Sayang aku masuk ya?" Tanya Dul setengah berbisik Arini Hanya menganggukkan kepalanya saja. Dengan sangat pelan Dul mulai menuntun senjatanya masuk Dan akhirnya bisa menancap dengan sempurna. "Apakah sakit?" Tanya Dul sambil memeluk tubuh Arini "Sedikit heheh" jawab Arini sambil tertawa kecil. Mereka pun melakukannya dengan penuh hasrat sehingga Dul selalu Melakukannya terus menerus sampai di pelepasan terakhir mereka kini sudah mencapai klimaknya. Arini pun Tak kuasa menahan desahannya untuk ke sekian kalinya "Aaahh..aauuh Sayang " desahan Arini sambil memegang erat lengan Dul yang juga sudah mencapai klimaknya yang sedang menggenjot Arini agar mereka bisa sama-sama pelepasan "Aaahmmmm...aaaahhhhhh" teriak Dul yang sudah pelepasan didalam Rahim Arini Dan menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Arini yang sudah sangat lemas akibat ulahnya yang Melakukannya berulang-ulang.

__ADS_1


Dilihatnya ke samping sang istri Tak banyak bergerak Karena sudah sangat lelah. "Rin, apakah kamu baik-baik saja Sayang?" Tanya Dul, Arini yang mendengar pertanyaan Dul Arini langsung menoleh Dan memeluk tubuh suaminya itu "Kamu nakal bang, sampe buat aku lemes banget nih" ucap Arini manja sambil mengelus-elus pipi Dul. Cup.. Satu kecupan kembali mendarat di bibir Arini "Bagaimana aku Tak Melakukannya tubuhmu itu sangat menggoda Sayang" ujar Dul sambil tertawa "Seandainya aku Tau begitu nikmatnya kehidupan rumah tangga mungkin Dari dulu aku sudah menikah heheheh" goda Dul "Kalau Kamu Dari dulu menikahnya, Gak sama aku dong" balas Arini sambil memanyunkan bibirnya yang membuat Dul terkekeh lucu melihat istrinya itu merajuk. "Ya sama Kamu lah Sayang, makanya abang rela nungguin Kamu Lulus dulu Baru aku Lamar" "Jadi Kamu memang sengaja nungguin aku bang?" Tanya Arini kaget dengan perkataan Dul "Iya semenjak Kamu SMP aku sudah menaruh rasa Rin" "hahaha wah berarti selama ini Kamu jadi pengagum rahasiaku bang" ucap Arini sambil tertawa "Dulu iya, sekarang sudah tidak, kan Kamu juga udah jadi milik abang seutuhnya Dari ujung rambut sampai ujung kuku kaki" ucap Dul, Dan mereka pun bercanda-canda sebelum kantuk melanda Dan akhirnya keduanya pun tertidur pulas sambil berpelukan.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2