AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 45


__ADS_3

Di tempat Adi pukul 19.24


Tidak ada kegiatan lain yang dilakukan Adi selain hanya rebahan, makan, dan pup. Hatinya masih kesal karena harapan untuk bisa kuliah bersama dengan Arini seketika musnah begitu saja. Itulah yang membuatnya tak bersemangat hidup, sementara hidup memaksanya untuk bersemangat, karena bagaimanapun kini ia harus bisa mengikhlaskan Arini bersama lelaki lain. Kini ia hanya duduk di meja belajarnya sambil melihat kembali foto-fotonya bersama Arini, hanya lewat fotolah Adi bisa menuangkan rindunya yang begitu menyesakkan dada. "Drrrttttt-drrttt"(suara ponsel berbunyi) Adi tertegun dari lamunannya sembari mengangkat ponselnya. "Halo assalamualaikum kak Adi, ini Yanti adek kak Arini" ucapan salam Yanti menyapa Adi "Walaikum salam, iya ada apa Yanti?"


Belum sempat Yanti bertanya, ponselnya sudah di rebut oleh Dul "Halo Arini bersamamu kan? jawab!! jika iya tolong berikan ponselnya aku ingin bicara" tanya Dul dengan nada yang sedikit keras "maksudnya apaan sih? Arini sama aku? ngaco ya, jelas-jelas diakan sekarang udah jadi istrimu" jawab Adi bingung " Udah deh jujur aja, aku janji gak bakal marah, aku hanya ingin bicara dengan istriku baik-baik!" titah Dul yang tetap kekeh bahwa Arini memang bersama Adi.

__ADS_1


"Arini gak ada disini, aku sendirian di kamar. memangnya Arini kemana? apa yang terjadi?" tanya Adi bertubi-tubi.


"Adi sekali lagi aku mohon berikan ponselnya pada Arini, aku ingin bicara, kalo enggak.." " kalo enggak apa? aku udah jujur Arini gak ada disini, buat apa coba aku bohong, walaupun aku mencintai Arini dan sampai sekarang pun tetap masih, tetapi harga diriku tidak serendah itu, menyembunyikan istri orang" potong Adi yang sudah tersulut emosi yang memutuskan telponnya dan langsung menghubungi ponsel Arini.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif" ( suara operator) "Ahh Rin ada apa sih, kenapa gak aktif segala" gerutu Adi yang cemas.

__ADS_1


" Gimana bang? apa kata kak Adi?" tanya yanti, "Dia bilang gak ada dek, hikshiks... harus kemana lagi Abang cari Arini" tangis Dul pecah karena dadanya terasa begitu sesak, tak di hiraukannya lagi Yanti yang melihat air matanya terjatuh begitu luwes dari pipinya nan mulus.


Ditempat Adi keesokan harinya


Pagi ini Adi ke sekolah menemui pembimbing OSIS nya, dan berencana pergi kerumah Arini, karena sejak semalam hatinya cemas tak menentu, sesampainya Adi disekolah ia langsung menuju ke ruang pembimbing OSIS. "tok-tok-tok" ( suara pintu di ketuk ) "masuk" sahut seorang dari dalam. "Assalamualaikum buk" ucap Adi masuk dan langsung mencium punggung tangan seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah pembimbing OSIS sekolah. " walaikum salam Adi, silahkan duduk" titahnya.

__ADS_1


" Maaf merepotkan kamu datang kesini ya nak, ibuk langsung to the point saja, maksud ibuk memanggil mu kesini untuk memberikan beberapa info dari sekolah yaitu nama-nama siswa yang memperoleh beasiswa tahun ini, karena jadwal kegiatan ibuk padat, ibuk ingin kamu yang menyampaikan amanah ini ke siswa/siswi penerima beasiswa ini, kalian pasti punya grup satu angkatan, kamu share dengan catatan kalau mereka mau mengambil beasiswa ini mereka harus menghadap ibu terlebih dahulu untuk mempersiapkan semua persyaratan nya" Ucap guru tersebut panjang lebar sambil memberikan beberapa amplop.


" ahh iya buk tidak merepotkan kok, lagian saya juga belum mempunyai kegiatan apa-apa, baik saya akan menyampaikan amanah dari ibuk ke teman-teman penerima beasiswa nya" ucap Adi menerima amplop tersebut, dilihatnya amplop paling atas bertuliskan "Arini Sasmitha" ( ucap Adi dalam hati ). Tak lama Adi pamit pulang, ia sudah tak sabar ingin menyampaikan kabar gembira itu pada Arini, ia memutuskan pergi kerumah Arini sekaligus melihat keadaan Arini.


__ADS_2