
**Haripun sudah pagi, Arini membuka matanya perlahan, lalu dilihatnya wajah sang suami yang sangat tampan itu masih belum bangun dari tidurnya.
Arini tersenyum sambil mengelus-elus rambut dan sesekali mengecup mata lalu pipi Abdul dengan sangat lembut. "Bang, bangun udah subuh, ayo sholat" ajak Arini, Abdul pun menggeliat membuat Arini semakin gemas melihatnya, " hhuaahhh kamu udah bangun?" tanya Dul " kalau aku belum bangun bagaimana bisa aku membangun kan mu bang" jawab Arini. " Ya sudah adek deluan bang ke kamar mandinya" karena dirumah Arini hanya ada 1 kamar mandi dirumah sederhana itu. Lalu Arini berjalan menuju kamar mandi untuk wudhu dan mandi pagi, setelah ia selesai barulah Abdul yang masuk untuk berwudhu dan mandi, mereka melakukan sholat berjamaah setelah sholat Dul mencium lembut keningnya dengan penuh kasih sayang.
" Akhirnya aku bisa mengimami mu sholat Rin," ucap Abdul. "Iya bang aku sangat beruntung memilikimu" kata Arini tak kalah membuat Dul menjadi sangat bahagia karena istrinya itu bangga memilikinya. Setelah melipat mukenah nya Arini langsung menuju dapur untuk memasak. Di tengah-tengah aktivitas memasaknya, Nur datang menghampiri anak gadisnya itu "Wah anak mamak udah bisa bangun pagi untuk masak? selama ini kan anak mamak ni habis sholat langsung molor lagi" goda Nur pada anak gadisnya itu.
__ADS_1
Arini yang tertegun mendengar suara mamaknya itu langsung berbalik " Kan sekarang udah beda Mak, Arini sudah menjadi istri orang jadi harus bisa melakukan pekerjaan rumah tangga" balas Arini. Tak lama kakak Arini pun muncul untuk bergabung masak dengan mamak dan adiknya itu, mereka pun memasak bersama.
Setelah selesai masak, Arini menata makanan di meja makannya, setelah selesai ia pergi ke kamarnya untuk memanggil suaminya untuk sarapan. Ceklek (suara pintu terbuka dan tertutup) "Bang ayo keluar kita sarapan bersama" ajak Arini sambil duduk di tepi ranjang dan mengelus-elus lengan Dul lembut. "Rin, kita pindah ke rumah Abang ya hari ini" ajak Dul karena ia sudah tidak sabar ingin segera memakan istrinya itu. "Iya bang, ayolah keluar kita sekalian izin sama bapak sama mamak" Abdul pun langsung tegak dan berjalan diikuti oleh Arini dari belakang.
.
__ADS_1
.
.
.
__ADS_1