AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 9


__ADS_3

**Semenjak malam itu Arini dan Adi semakin akrab, setiap pergi dan pulang Arini selalu di jemput oleh Adi. Sebenarnya Arini sudah menolak Adi Agar ia tak perlu repot\-repot menjemput dan mengantar nya namun Adi terus saja datang untuk menjemput nya. Akhirnya acara perpisahan sekolah mereka akan dilaksanakan besok pagi, semua panitia kini sudah sedikit lega karena semua persiapan nya sudah 99% beres. Hari ini Arini dan Adi bisa pulang cepat, "Rin besok aku jemput yah?" Adi memulai percakapan "Hmm aah ga perlu lah Di, besok pagi\-pagi aku juga mau ke salon dulu habis dari salon baru deh aku langsung ke sekolah" jawab Arini sambil tersenyum tipis " Ya udah biar aku aja yang nemeni kamu ke salonnya Rin habis itu kita ke sekolah bareng, gimana?" Arini tertegun mendengar jawaban pria yang sedang berjalan disampingnya itu lalu Arini menghentikan langkah kakinya dan menatap wajah Adi "Adi, terimakasih banyak kamu sudah jadi teman baik ku untuk beberapa hari ini, tapi kamu ga perlu terus\-menerus menemani aku kemanapun aku pergi" jawab Arini sambil memegang lengan Adi, kini mata mereka saling beradu. "Kenapa Rin? apa kamu mau pergi dengan pacarmu? Oh maaf aku sudah terlalu lancang ingin memasuki kehidupan mu Rin" Balas Adi lalu membuang pandangannya dan berjalan kecil meninggalkan Arini dibelakang.


"Adi tunggu" Teriak Arini "Kamu kenapa sih? apa kata-kata aku ada yang menyakiti hatimu?" "Adi dengarkan aku, Aku tidak pergi dengan siapapun apalagi pacar, aku saja tidak punya pacar Adi" Arini menjelaskan dengan suara sedikit pelan dan menunduk malu. Mendengar jawaban Arini, Adi langsung memutar badannya dan menatap Arini yang tadi menarik lengannya itu. "Sungguh kamu tidak punya pacar?" Kata Adi sambil cengengesan dibalas anggukan oleh Arini. "Ya sudah ayo kita jalan sebentar sebelum pulang" ajak Adi "Mau kemana?" "Keliling kota Pekanbaru, kalo malam gini enak jalan-jalan menyusuri kota tau" Jawab Adi Arini hanya menurut saja dan mengikuti langkah Adi menuju parkiran.

__ADS_1


Adi membawa Arini ke jembatan yang menghubungkan kota Pekanbaru dan Rumbai ia memberhentikan motornya. "Loh kita kok berhenti Di?" tanya Arini karena ia takut nanti ada polisi patroli dan di tangkap karena nongkrong di pinggiran Jembatan itu. " Tenang aja Rin nikmati aja pemandangan nya" jawab Adi santai. Mereka berdua kini berdiri menghadap aliran sungai besar yang luas itu. Adi memegang kedua tangan Arini sehingga otomatis kini mereka saling berhadapan, Arini terkejut dengan apa yang dilakukan teman lelakinya itu. "Arini, kamu ingat gak pernah marah-marah sama aku karena kamu mergokin aku marah-marah sama adek kelas?" "iya ingat justru itu yang membuatku beranggapan kalo kamu itu orang yang sombong, mentang-mentang ganteng, tapi entah setan apa yang merasuki aku waktu itu bisa dengan spontan marah sama kamu, mungkin bawaan karena pusing laporan magang aku ga naik-naik untuk di tandatangani Kepsek" jawab Arini cengengesan "sebenarnya aku tidak mau marah padanya Rin tapi dia sengaja berpura-pura keseleo lalu meminta bantuan ku untuk menggendongnya ke UKS dan waktu aku mengambilkan obat dan minum untuknya, lalu saat aku kembali ke ruangan nya kulihat dia loncat-loncat kegirangan aku merasa kesal karena sudah ditipu dan dimanfaatkan kebaikan ku Rin" jelas Adi "Oh gitu, maaf ya Di udah marah-marah ga jelas, apalagi didepan banyak murid waktu itu" Arini merasa bersalah kerena pernah salah faham dengan Adi. "Hahahaha ya gak papa sih, malah aku bersyukur Rin karena kejadian itu, disaat itu juga sebenarnya perasaan ku mulai tumbuh karena aku sangat suka mulut cerewetmu saat marah-marah sama aku" jawab Adi sambil mencubit pipi Arini. "Ih apaan sih Di, ga lucu tau becandaan nya" jawab Arini kesal. " Aku ga becanda Rin, aku beneran suka kamu, diam-diam aku selalu mencari tau tentang kamu, Arini maukah kamu jadi partner hidupku?" Adi menyatakan perasaannya pada Arini. Deg jantung Arini terasa berhenti mendengar kata-kata Adi padanya, dan entah bagaimana jalannya, fikiran Arini pun langsung teringat dengan seseorang yaitu Abdul, orang yang membuat jantungnya berdebar-debar dan badannya panas dingin bahkan hanya saat mengingat namanya saja**.


.

__ADS_1


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2