
****Disaat Arini berjalan Dari belakang lelaki itu menarik lengannya dengan sangat kasar "Aw lepaskan!" teriak Arini yang membuat Dul spontan melihat ke arahnya di dapati istri mungilnya itu sedang diganggu oleh pria bertubuh tinggi Dan hitam, memang tidak asing dimata Dul tapi ia sama sekali Tak mengenali siapa lelaki itu, dengan cepat ia menghampiri Arini Dan langsung melepaskan cengkraman tangan besar itu Dari lengan mungil Arini.
__ADS_1
"Maaf jangan kasar pada perempuan" ucap Dul yang langsung menghempas kasar tangan Dirga, Arini yang kesakitan langsung mengelus-elus lengannya itu. "Saya tidak Ada niat kasar, saya Ada perlu dengan perempuan ini, anda jangan ikut campur!" ucap Dirga dengan nada tinggi "Perlu apa hah? jangan macam-macam Kamu sama istri orang" jawab Dul Tak kalah tinggi karena sudah kesal melihat istrinya kesakitan akibat ulah lelaki itu. "Apaaa? Kamu sudah menikah Rin?" Tanya Dirga seolah Tak percaya dengan apa yang dikatakan Dul "Iya aku udah nikah, jadi jangan ganggu aku, Kenalin ini suamiku" ucap Arini lantang.
Dirga memandangi Dul Dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, Dul memang memiliki fisik yang lebih unggul darinya dengan badan yang proporsional, kulit kuning langsat, hidung mancung, yang membuatnya Tak terima jika Arini yang sangat ia cintai kini sudah menjadi milik orang lain. dengan tawa sinisnya ia berkata "Enggak, Kamu pasti bohong Rin, ku dengar Kamu Baru saja lulus Mana mungkin Kamu menikah, aku Tau Kamu itu wanita yang sangat mementingkan pendidikan Dan sangat terobsesi menjadi orang sukses Kamu pasti mau masuk kuliah dulu sekarang" Dirga masih Tak percaya dengan apa yang yang dikatakan Dul dan Arini. "Percaya atau enggaknya itu urusanmu yang jelas sekarang aku sudah menjadi istri orang jangan ganggu-ganggu aku, urus saja istri Dan anakmu!" ucap Arini tegas lalu menggandeng lengan Dul untuk membayar belanjaannya Dan berlalu meninggalkan Dirga yang masih terpatung karena belum percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
Setelah meninggalkan warung itu Arini Dan Dul berlalu menuju ke peternakan karena jam sudah hampir 10 pagi sesampainya di peternakan Arini melihat semua karyawan Dul sudah sibuk memanen ayam Dan Dul langsung mencatat-catat jumlah panenan ayamnya.
__ADS_1
Waktu makan siang pun Tiba, Dul masuk ke dalam ruangan nya dilihatnya Arini sudah tertidur pulas diatas tempat tidur yang memang sengaja di sediakannya, karena sebelum menikah dengan Arini Dul selalu menghabiskan waktunya di peternakan nya itu. Dul duduk di tepi ranjang, lalu mengelus-elus lembut pipi Dan rambut Arini**.
.
.
__ADS_1
.
.