AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 28


__ADS_3

**Arini masuk ke kamarnya dan mengemasi barang-barang nya, di saat tengah kemas-kemas Dul memeluknya dari belakang "Bang kamu kenapa?" tanya Arini yang langsung membalikkan badannya sambil menangkup pipi suaminya itu. "Aku tak papa sayang, aku ingin sedikit bermanja-manja dengan mu" mendengar perkataan suaminya itu Arini tersenyum " Bang nanti kalo kita udah berdua saja barulah, terserah kamu bermanja-manja setiap saat padaku, sekarang aku harus mengemasi barangku" ucap Arini dan kembali memasukkan baju-bajunya kedalam koper. Abdul tidak tinggal diam ia juga membantu istri kecilnya itu mengemasi barang-barang nya. Setelah selesai Arini dan Abdul keluar dari kamarnya untuk segera berpamitan.

__ADS_1


"Pak, Mak kami pamit pulang yah" kata Dul sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya itu. "Iya semoga kalian samawa yah" sambung kakak Arini, "Kalo Arini nakal, cubit aja Dul" kini Abang Arini membuka suara sontak membuat semua yang ada disana terkekeh mendengarnya. Arini tersenyum dan menunduk malu. Lalu mereka berdua pun meninggalkan rumah orang tua Arini dan menuju rumah Abdul yang jaraknya tidaklah begitu jauh, jika sewaktu-waktu Arini rindu dengan orang tuanya ia bisa mengunjungi nya kapan saja. Di sepanjang perjalanan orang-orang yang menatap ke arah mereka dengan tatapan yang tak bisa di artikan, namun mereka tak memperdulikan. Sesampainya dirumah Dul, mereka sudah disambut oleh Mia yang kebetulan datang untuk sekedar membersihkan rumah peninggalan orang tuanya itu sambil menjemput adik bungsunya, karena ia tak ingin adiknya mengganggu masa-masa pengantin baru kakak tertuanya itu.

__ADS_1


"Wah selamat datang kak ipar" ucap Mia "Iya kak" jawab Arini karena faktanya Mia memang lebih tua dari Arini, usia Arini sama dengan usia adik lelaki Dul yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren Surabaya. "Ah rasanya tak enak memanggil mu dengan sebutan kakak bahkan usiamu sama seperti adik dibawahku, baiklah aku akan memanggil mu dengan sebutan young ipar saja" ucap Mia sambil menuntun Arini masuk ke dalam rumah. Abdul yang melihat adiknya itu hanya bisa tersenyum karena ia juga bingung, kenapa cintanya bisa berlabuh pada seorang gadis yang masih belia seperti Arini. "Kalau begitu aku pulang ya bang" pamit Mia pada Dul "Loh kok buru-buru?" tanya Dul karena ia baru saja sampai tapi adiknya sudah ingin pulang. "Sudahlah aku tak mau mengganggu waktu kalian, nikmati lah surga duniamu, kini sudah ada di depan mata bang hehehe" goda Mia sambil melirik ke arah Arini yang membuat kakaknya jadi salah tingkah dengan perkataan adiknya itu.

__ADS_1


"Paren cepat ambil bajumu yang sudah dikemas tadi, untuk beberapa hari kedepan ikutlah dengan kakak" ajak Mia pada adik bungsunya "Loh Mia kamu kok bawa paren segala?" tanya Dul heran " sssttt... sudahlah bang, kan aku sudah bilang nikmati saja surga duniamu itu dulu, aku tak mau adik kecil kita mengganggu kalian" ucapan Arini sambil berbisik "Tapi tak perlu lah kau membawa paren" tolak Dul, Mia berlalu meninggalkan abangnya itu sambil menggenggam tangan parents tanpa mendengarkan kata-kata abangnya itu "ayo salim Abang sama kakakmu paren! " perintah Mia yang langsung dilakukan oleh adik bungsunya itu. Dan kini mereka hanya tinggal berdua di rumah yang cukup besar itu.

__ADS_1


Arini yang sedari tadi hanya menyaksikan perdebatan antara Abang dan adik itu hanya mematung tanpa tahu apa yang mereka bahas. Lalu Dul menghampiri Arini, "ayolah ke kamarku kamu pasti lelah" ucap Dul lalu berjalan sambil membawakan koper istrinya dan diikuti oleh Arini dari belakang**..

__ADS_1


__ADS_2