AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA

AKU MENCINTAIMU, BIARLAH ALLAH SAJA YANG AKAN MENJAWABNYA
BAB 35


__ADS_3

**Pagi ini mereka bangun seperti pagi\-pagi biasanya, setelah sarapan Dul berpamitan untuk pergi bekerja mengawasi peternakan ayam peninggalan kedua orang tuanya. "Abang pergi dulu ya Rin" pamit Dul sambil berjalan ke depan pintu " Bang apa boleh aku ikut bersamamu?" Tanya Arini sambil mengikuti langkah suaminya itu "Kenapa tiba\-tiba minta ikut? apakah kamu bosan dirumah? kan abang udah bilang Kalo Kamu bosan pergilah mengunjungi mamak sama bapak!" ucap Dul menoleh ke arah istrinya itu "Iya bang, tapi apakah aku Tak boleh ingin ikut? aku janji tidak Akan merepotkan mu" rengek Arini sambil memegang lengan Dul. "hmm ya sudah cepatlah siap\-siap abang tunggu diluar!" Arini langsung meninggalkan Dul untuk bersiap\-siap, 10 menit kemudian Arini sudah keluar dengan pakaian training rapi Serta membawa rantang makanan siang yang sengaja disiapkan nya, karena ia memang sudah merencanakan untuk ikut suaminya itu ke peternakan ayam suaminya. Mereka pun berlalu menggunakan sepeda motor yang dikendarai Dul.

__ADS_1


Pagi ini memang sangat cerah matahari sudah bersinar sangat terang, Arini menghirup udara pagi yang Segar karena di desa mereka memang masih sangat asri. Tiba-tiba Dul memberhentikan motornya di sebuah warung kelontong "Loh abang mau beli apa?" Tanya Arini heran "Sudah ayo turun beli lah beberapa cemilan, abang yakin Kamu pasti bosan nanti disana, sementara abang disana akan sibuk memanen ayam!" titah Dul "Ah ga perlu lah bang, emangnya aku anak TK yang harus di sogok jajan" jawab Arini kesal karena titah Dul. "Sayang, aku ga Ada bilang Kamu anak TK kan? Kamu sendiri yang bilang hahahah" jawab Dul tertawa sambil turun Dan berjalan masuk ke dalam warung. Mau Tak mau Arini pun mengiyakan perintah suaminya itu, tapi ia sangat bersyukur ternyata diam-diam suaminya itu Tau kebiasaan Arini yang memang suka ngemil, sambil senyum-senyum Arini mengambil berbagai macam cemilan.

__ADS_1


Saat Arini ingin mengmbil sebuah cokelat yang memang tinggal Satu, tiba-tiba tangan mungil juga ingin meraih cokelat tersebut, secara bersamaan tangan mereka saling bersentuhan. Arini melihat tangan siapa yang menimpa tangannya, dilihatnya wajah anak kecil yang sangat imut baginya. "Nih ambillah dek, buat Kamu saja!" Arini mengambil Dan memberikan cokelat tersebut pada anak kecil yang Ada dihadapannya itu. "Makasih kak" jawab anak kecil itu sambil menyunggingkan senyum manisnya. Tiba-tiba seorang lelaki berkulit hitam Dan tinggi mengangkatnya ke dalam pangkuannya Arini saja sampai mendongakkan kepalanya untuk melihat siapakah lelaki itu, Lalu Arini terkejut bukan kepalang melihat pria yang Ada di hadapannya itu. "Loh Kamu" jawab mereka bersamaan, ternyata lelaki itu mantan pacar Arini yang diputuskannya sewaktu masih kelas 1 SMK karena orang tua lelaki itu tidak menyukai Arini dengan alasan Arini adalah anak orang miskin Dan menganggap Kalau Arini berpacaran dengan anaknya semata-mata untuk mengincar hartanya saja.

__ADS_1


"Wah udah lama Gak jumpa Kamu masih tetap cantik aja Rin" ucap pria itu yang bernama Dirga "Oh iya bang makasih, maaf aku buru-buru, permisi assalamualaikum" ucap Arini yang sangat ingin beranjak Dari tempat itu. "Loh kok buru-buru? memangnya mau kemana" Tanya Dirga namun Tak di hiraukan oleh Arini ia Hanya berjalan dengan cepat mendekati suaminya berdiri yang sedang mengobrol bersama pemilik warung yang Tak lain adalah temannya**.

__ADS_1


__ADS_2